Definisi & Gambaran Umum

Sendi adalah area hubungan antartulang. Anda dapat menyamakannya dengan engsel; tanpanya, tulang-tulang tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Walaupun semikian, terkadang sendi yang memiliki fungsi utama untuk pergerakan dan menyediakan dukungan mekanik, dapat terasa sakit karena beberapa sebab. Nyeri sendi dapat menjadi tanda dari penyebab utama. Hal ini dapat berarti osteoartritis atau artritis, encok (gout), ataupun kanker. Kondisi ini biasa terjadi pada orang yang menderita fibromialgia dan psoriasis, terutama jika mengenai siku dan lutut.

Penyebab

Tidak ada penyebab tunggal nyeri sendi. Faktanya, ada kemungkinan untuk mengalami nyeri sendi pada berbagai bagian tubuh untuk alasan yang berbeda. Sebagai contoh, pembengkakan pada lutut dapat terjadi karena encok (gout) sedangkan pada bahu dapat terjadi karena terkilir.

Umumnya, penyebab nyeri sendi dapat dibagi berdasarkan kategori berikut:

  • Inflamasi: Inflamasi atau peradangan adalah respon tubuh lain terhadap kondisi medis tertentu yang mendasari. Hal ini biasanya terjadi ketika sel darah putih pada tubuh menyerang ancaman asing seperti virus atau bakteri. Ini menjelaskan mengapa terjadi demam ketika sakit. Meskipun begitu, ada beberapa waktu ketika sel-sel ini teraktivasi meskipun tidak ada ancaman. Sebaliknya, sel tersebut menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan tubuh lain. Inflamasi adalah proses yang terjadi ketika menderita artritis, lupus, fibromiagia, atau psoriasis.

  • Dislokasi (terkilir): Secara singkat, tulang dan sendi tidak berada pada tempat yang seharusnya. Hal ini dapat disebabkan oleh deformitas genetik, cedera, atau trauma.

  • Penuaan: Seiring dengan bertambahnya usia, tulang dan sendi menjadi aus, sehingga ada kemungkinan kadang kala terasa nyeri pada daerah ini.

  • Efusi: Efusi sendi terjadi ketika terjadi cairan dengan jumlah yang tidak biasanya, yang terakumulasi pada sendi dan jaringan di sekitarnya.

Asam urat adalah kemungkinan penyebab lain dari nyeri sendi dan terkait pada encok (gout). Asam ini berupakan produk dari purin, yang dapat ditemui pada berbagai jenis makanan termasuk daging. Terkadang, ketika makanan yang kita konsumsi tinggi akan purin, tubuh akan menghasilkan banyak asam urat yang membentuk kristal. Kristal ini dapat tersangkut diantara sendi sehingga menimbulkan nyeri.

Gejala

Nyeri sendi seringkali menjadi gejala dari penyebab atau penyakit yang mendasarinya. Hal inilah yang mendasari nyeri sendi selalu membutuhkan investigasi yang lebih teliti.

Meskipun begitu, Anda lebih mungkin menderita nyeri sendi ketika area yang terkena:

  • Lunak ketika disentuh
  • Kemerahan
  • Panas
  • Nyeri

Anda juga perlu berkonsultasi pada dokter jika:

  • Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas yang biasa dilakukan sebelumnya
  • Mengalami kecelakaan atau cedera
  • Memiliki riwayat cedera atau trauma fisik
  • Berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit terkait sendi seperti lupus, artritis, atau psoriasis
  • Didiagnosis dengan penyakit terkait sendi seperti gout
  • Mengalami demam, menggigil, kelelahan, ruam, dan lain-lain, seiring dengan nyeri sendi
  • Kehilangan beberapa gerakan atau mati rasa pada area yang terkena

Diagnosis

Oleh karena nyeri sendi dapat disebabkan karena banyak hal, tidak ada satupun metode untuk diagnosis. Umumnya, diperlukan kunjungan pada dokter umum yang akan melakukan pemeriksaan awal. Anda mungkin diminta untuk melakukan tes dengan sinar X atau pemindaian gambar, bergantung pada are yang terkena atau keparahan dari rasa nyeri. Apabila dokter menduga nyeri sendi disebabkan karena infeksi, Anda mungkin diminta untuk melakukan rangkaian tes darah.

Bergantung pada hasil dari pemeriksaan tersebut, dokter mungkin merujuk ke dokter spesialis seperti dokter bedah ortopedi, yang dapat menyelidiki kasus lebih lanjut.

Tatalaksana

Tatalaksana untuk nyeri sendi dapat berupa konvensional, terapi, atau keduanya. Anda dapat meminimaisasi rasa sakit dan peradangan dengan menerapkan kompres hangat, istirahat cukup, dan mengurangi stress. Sementara itu, beberapa pengobatan diberikan untuk meredakan nyeri, seperti obat anti-inflamasi atau untuk mengontrol gejala, seperti obat penekan imun. Obat-obatan ini direkomendasikan jika nyeri disebabkan oleh penyakit autoimun atau sistem imun yang terlalu aktif

Pada beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan, terutama jika penyebab nyeri sendi adalah dislokasi atau terkilir. Pengeluaran cairan juga diperlukan apabila terjadi efusi.

Sumber:

  • https://www.arthritis.org
Bagikan informasi ini: