Apa itu Nyeri Wajah?

Nyeri wajah adalah rasa sakit yang tiba-tiba terasa di wajah. Kebanyakan pasien menjelaskan bahwa nyeri ini mirip dengan nyeri yang dirasakan ketika tersengat listrik yang terasa tajam dan pedih, atau terkadang sebagai rasa sakit yang mengganggu dan tidak kunjung hilang dalam waktu yang singkat. Nyeri wajah yang belum hilang setelah tiga bulan dan tidak disebabkan oleh cedera atau infeksi dianggap sebagai kondisi kronis.

Nyeri wajah dapat sangat merugikan pasien, tidak hanya karena rasa sakit yang dirasakan, namun juga karena nyeri ini dapat menghambat kinerja dan aktivitas sehari-hari pasien. Pasien sering mengeluhkan bahwa mereka tidak dapat menikmati kegiatan yang biasanya mereka nikmati, tidak dapat tidur dengan tenang, merasa tertekan, sulit terlibat dalam kegiatan sosial, serta merasa sangat cemas dan gelisah akan nyeri yang mereka rasakan.

Penyebab Nyeri Wajah

Ada banyak gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan nyeri wajah kronis. Berikut ini adalah penyebab yang paling umum:

  • Neuralgia trigeminal. Salah satu penyebab nyeri wajah yang paling dikenal, neuralgia trigeminal adalah penyakit di mana saraf trigeminus (terletak di kedua sisi wajah) atau cabangnya tertekan oleh pembuluh darah. Pada penyakit ini, selubung mielin atau selaput luar saraf mengalami kerusakan sehingga mengalami malfungsi dalam menyampaikan sinyal rasa sakit pada otak. Neuralgia trigeminal merupakan penyakit yang sering terjadi pada pasien lansia, dengan jumlah pasien wanita yang lebih banyak dari pasien pria.

  • Abses gigi (gigi bernanah). Gangguan pada gigi merupakan salah satu penyebab nyeri wajah yang paling umum. Pasien yang mengalami gangguan gigi dapat merasakan nyeri yang beragam, mulai dari nyeri yang parah dan tajam sampai rasa ngilu yang tak kunjung hilang. Beberapa pasien mengeluhkan nyeri wajah yang sangat menyakitkan saat mereka sedang makan atau mengonsumsi makanan yang sangat dingin, sangat panas, atau sangat manis. Tekanan pada gigi juga dapat menyebabkan nyeri wajah bagi beberapa pasien.

  • Radang sinus. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan gigi, terutama ketika pasien juga mengalami demam dan kelelahan serta mengeluarkan cairan dari hidung.

  • Penyakit temporomandibular (temporomandibular disorder/TMJ). Pasien yang menderita penyakit ini biasanya mengalami nyeri di rahang atau di bagian wajah di mana kedua rahang bertemu. Nyeri yang dirasakan adalah nyeri yang tajam, sangat menyakitkan dan sering hilang timbul, namun juga dapat berupa rasa ngilu yang tak kunjung hilang pada rahang, bagian belakang telinga, atau leher. Nyeri akibat TMJ sering dirasakan ketika pasien menggerakkan rahang atau mengunyah.

  • Jenis penyakit neuralgia lainnya. Pasien yang baru saja terkena cacar api dapat merasakan nyeri di sekitar mata atau dahi. Kondisi ini dapat disertai dengan pelunakan bagian sekitar mata atau dahi.

  • Sakit kepala. Pelebaran pembuluh arteri di tengkorak dapat menyebabkan sakit kepala pada satu bagian kepala. Sindrom cluster tic juga dapat menyebabkan nyeri wajah, terutama ketika pasien merasakan sensasi tertusuk, ngilu, dan jenis nyeri lainnya pada saat yang bersamaan.

  • Migrain pada wajah. Penyakit ini sangat mirip dengan migrain biasa, namun terjadi pada gigi, gusi, lubang hidung, dan pipi. Migrain pada wajah juga dapat disertai dengan bertambahnya kepekaan terhadap cahaya dan bunyi.

Untuk mengetahui penyebab nyeri wajah, pasien harus melakukan konsultasi dengan dokter. Dokter akan meminta pasien melakukan serangkaian uji kesehatan untuk mengeliminasi kemungkinan penyebab nyeri wajah dan mendapatkan diagnosis yang akurat.

Gejala Utama Nyeri Wajah

Salah satu penyebab nyeri wajah adalah neuralgia trigeminal yang dapat menyebabkan berbagai gejala. Nyeri biasanya hanya dirasakan pada satu bagian wajah dan kebanyakan pasien merasakan nyeri di bagian wajah sebelah kanan (walaupun ada kasus yang langka, di mana pasien mengalami nyeri pada kedua bagian wajah, yang berarti penyakit telah mengenai kedua saraf trigeminus). Pasien sering menjelaskan bahwa mereka merasakan nyeri yang tajam dan pedih, mirip dengan kejutan listrik pada wajah, tertembak, atau seperti ada sesuatu yang menyayat wajah mereka. Pada kasus neuralgia trigeminal, nyeri yang dirasakan pasien bisa saja tidak terlalu menyakitkan dan tidak tahan lama, namun juga bisa tahan lama dan sangat menyakitkan.

Nyeri wajah yang disebabkan oleh gangguan pada gigi atau hidung biasanya disertai dengan gejala yang hanya timbul di bagian tubuh tertentu, misalnya hidung, gusi, gigi, dan pipi. Nyeri dapat berupa rasa sakit yang tajam atau ngilu yang tak kunjung hilang selama berjam-jam. Sedangkan penyakit TMJ menyebabkan gejala yang hanya terjadi pada rahang, telinga, atau leher.

Siapa yang Harus Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Ketika mengalami nyeri pada wajah, sebaiknya pasien langsung menemui dokter umum yang dapat melakukan uji kesehatan untuk mengetahui penyebab utama dari nyeri.

Bagi pasien yang menderita neuralgia trigeminal, dokter dapat memberikan obat anti epilepsi untuk menangani gejalanya. Obat anti epilepsi, yang juga dikenal sebagai anticonsulvant, dapat digunakan untuk mengurangi aktivitas saraf. Ketika diberi obat ini, saraf trigeminus akan berhenti mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak sehingga pasien tidak lagi merasakan nyeri. Namun, harap diingat bahwa obat epilepsi tidak dapat sepenuhnya menyembuhkan penyakit ini dan hanya dapat mengurangi nyeri yang dirasakan pasien. Beberapa dokter merasa ragu untuk memberikan obat anticonvulsant bagi pasien karena obat ini dapat menyebabkan kelelahan dan rasa kantuk berlebih serta mengurangi konsentrasi.

Operasi juga dapat dilakukan untuk mengobati pasien dengan gejala yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Penelitian membuktikan bahwa operasi merupakan cara paling baik untuk mengobati neuralgia trigeminal yang telah dideteksi sejak dini. Dokter bedah saraf akan melakukan bedah neuralgia trigeminal dengan bantuan dari ahli penanganan nyeri. Pada tindakan bedah, dokter bedah saraf dapat memilih untuk menghentikan sinyal nyeri yang dihasilkan oleh saraf, namun hal ini dapat menyebabkan mati rasa di bagian tubuh tersebut. Pilihan operasi lainnya adalah operasi radio stereotaktik. Tindakan tanpa sayatan ini menggunakan radiasi yang diarahkan pada saraf trigeminus untuk menghalangi aktivitas dari saraf yang bermasalah.

Rujukan:

  • Digre KB. Headaches and other head pain. In: Goldman L, Ausiello D, eds. Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 405.

  • Bartleson JD, Black DF, Swanson JW. Cranial and facial pain. In: Daroff RB, Fenichel GM, Jankovic J, Mazziotta JC, eds. Bradley’s Neurology in Clinical Practice. 6th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2012:chap 18.

Bagikan informasi ini: