Apa itu Nyeri Ekstremitas?

Nyeri pada ekstrimitas dapat menyerang bagian tubuh manapun. Antara lain bahu, leher, pergelangan tangan, kaki, lengan, dan masih banyak lagi. Nyeri ini berulang, namun datang secara tiba-tiba sangat menyiksa dalam jangka waktu yang panjang. Berbagai faktor dapat menyebabkan atau memicu nyeri pada ekstremitas, yang dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya, antara lain kelainan bawaan, dan cedera. Nyeri ini juga kadang disebabkan oleh faktor psikologis atau gaya hidup. Gejala yang muncul bersamaan dengan nyeri ini sangat bervariasi, yang berarti tidak ada pengobatan tunggal untuk nyeri ekstremitas. Penyedia layanan kesehatan yang berbeda biasanya bekerja sama untuk menangani dan menyembuhkan nyeri ini.

Penyebab Nyeri Ekstrimitas

Berikut ini adalah beberapa penyebab yang paling umum dari nyeri ekstrimitas: * Cedera – Cedera dapat berupa patah tulang, peregangan otot mendadak, atau sobeknya ligamen. Cedera ini dapat terjadi akibat seseorang mengalami kecelakaan seperti jatuh dari tangga, lengan terbentur pintu, atau mengalami kecelakaan saat berkendara. Cedera juga dapat merujuk pada kerusakan kulit seperti lesi dan luka.
Meskipun kebanyakan cedera terjadi tiba-tiba, beberapa cedera dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Misalnya, cedera muskuloskeletal tertentu seperti sindrom carpal tunnel atau berkembangnya kondisi tennis elbow karena penggunaan sendi atau otot secara berulang, yang dapat menyebabkannya sobek, keseleo, atau tegang. Jenis cedera ini sering terlihat di tempat kerja di mana pekerjaannya membatas gerak pada posisi tubuh tertentu.

  • Bawaan – Cacat bawaan berkembang selama kehamilan. Sementara beberapa dari cacat fisik ini dapat ditangani atau sama sekali tidak berbahaya dan menyakitkan, beberapa cacat fisik dapat menyebabkan nyeri berulang atau bahkan berjangka lama, yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.
  • Obat-obatan – Kebanyakan obat memiliki efek samping yang merugikan termasuk nyeri otot. Dalam beberapa kasus, nyeri pada kak menghilang setelah obat dihentikan atau diganti.
  • Faktor gaya hidup – Misalnya, obesitas dapat menyebabkan nyeri, turtama pada bagian ekstrimitas bawah seperti lutut dan pergelangan kaki. Beban tambahan dapat menambah banyak tekanan pada sendi tubuh bagian bawah, sehingga menyebabkan sendi lebih rentan nyeri semakin sering digunakan. Di sisi lain, posisi tidur tertentu dapat meningkatkan risiko nyeri ekstrimitas, biasanya karena posisi tubuh yang bertahan lama.
  • Masalah saraf – Penderita masalah sistem saraf umumnya juga merasakan nyeri. Salah satu contohnya adalah sklerosis ganda (MS). Pada tahap awal MS, penderita dapat merasakan kesemutan atau mati rasa karena sistem kekebalan tubuhnya menyerang myelin, yaitu sebuah lapisan pelindung saraf. Semakin berkembangnya penyakit, masalah ini dapat menyebabkan kerusakan saraf. Selain itu, nyeri dapat berkembang dengan mudah karena ekstremitas yang terhubung pada otak melalui ribuan ujung saraf.
  • Infeksi – Kita semua dikelilingi oleh jutaan patogen, yang beberapa di antaranya berbahaya bagi tubuh. Meskipun tubuh dilengkapi dengan sistem kekebalan tubuh atau imun agar mampu melawan pathogen. Namun, seringkali patogen dapat tetap masuk, sehingga menyebabkan berbagai macam gejala termasuk nyeri.
  • Kista dan pertumbuhan lainnya – Terbentuknya benjolan atau kista yang dapat tumbuh di bawah kulit di dalam tubuh dapat berkembang menjadi nyeri ekstrimitas seiring semakin tumbuhnya kista dan menekan organ, yang termasuk sendi dan tulang.
  • Psikologis – Beberapa gangguan mental dapat mengubah persepsi seseorang seperti merasa nyeri pada bagian tubuh meskipun tidak benar-benar mengalaminya. Misalnya, penderita hipokondriak memiliki indra yang lebih sensitif terhadap gejala.
  • Penyakit autoimun – Kebanyakan penyakit autoimun sering disertai dengan nyeri ekstrimitas. Jenis gangguan ini biasanya tidak memiliki penyebab pasti, namun terdapat faktor resiko termasuk riwayat keluarga. Dalam kasus ini, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ, karena menganggapnya sebagai ancaman. Rematik, salah satu penyakit autoimun yang umum terjadi, menyerang sendi, sehingga menyebabkan sendi kemerahan, bengkak, nyeri, dan cacat bentuk.
  • Penyebab lainnya – Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf terutama pada bagian ekstrimitas bawah jika tidak ditangani. Penumpukan plak pada arteri juga dapat menyebabkan nyeri ekstrimitas karena dapat menyebabkan terhambatnya sirkulasi darah.

    Gejala Utama Nyeri Ekstrimitas

Nyeri ini dapat dijelaskan sebagai nyeri:

  • Mati rasa
  • Nyeri ringan
  • Berdenyut
  • Gatal
  • Parah
  • Tidak nyaman
    Nyeri ini mungkin terlokalisir, yang berarti hanya terasa pada salah satu bagian tubuh, atau sistemik, yang berarti dapat dirasakan pada bagian tubuh lainnya. Penderita fibromyalgia dapat memiliki beberapa titik nyeri.

Nyeri ini juga dapat disertai dengan gejala lain seperti:

  • Demam
  • Radang sendi atau otot
  • Terbatasnya pergerakan
  • Berkurangnya kualitas hidup
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan

    Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Dokter yang harus ditemui tergantung pada jenis nyeri yang dirasakan, lokasi, riwayat kesehatan pasien, dan gejala lainnya. Meskipun begitu, biasanya pasien menemui dokter umum, yang kemudian merujuknya ke dokter spesialis. Cedera pada sistem kerangka biasanya ditangani oleh dokter spesialis ortopedi. Sementara daging tumbuh dapat dirujuk ke ahli onkologi jika pertumbuhan tersebut berubah menjadi kanker. Pengobatannya disesuaikan dengan penyebab pasti nyeri ekstrimitas. Tindakan ini mencakup:

  • Operasi untuk perbaikan patah tulang dan cedera serius lainnya
  • Pengangkatan daging tumbuh dan kista
  • Terapi fisik dan okupasi untuk mengurangi terjadinya nyeri dan untuk memungkinkan pasien semandiri mungkin
  • Pengobatan pelengkap seperti akupuntur, yang dapat membantu mengurangi rasa sakit
  • Pengelolaan masalah penyebab nyeri
  • Pengobatan rusaknya saraf untuk memungkinkan hubungan yang lebih baik antara ekstrimitas dan otak
  • Perubahan gaya hidup (misalnya, pola makan, olahraga, dan postur tubuh)
  • Mengganti obat yang mungkin menyebabkan efek samping yang menyakitkan
  • Pengelolaan luka
  • Memabatasi pergerakan untuk menghindari cedera ekstrimitas lebih lanjut dan untuk mempercepat proses penyembuhan
  • Terapi kesehatan mental seperti konseling perilaku kognitif

    Rujukan:

  • American Chronic Pain Association

Bagikan informasi ini: