Apa itu Oral Lichen Planus?

Oral Lichen Planus (OLP) adalah kondisi peradangan kronis yang memengaruhi kulit di bagian dalam mulut.

Kondisi ini dapat muncul di mulut saja atau di bagian tubuh lainnya pada saat yang bersamaan. Selain itu juga bisa muncul pada alat kelamin, kuku, dan kulit kepala. Kondisi ini ditandai dengan timbulnya ruam gatal yang tidak menular. Ruamnya seringkali berukuran kecil dengan bentuk yang tidak beraturan. Ruam yang timbul memiliki bagian atas yang datar dan tampak seperti benjolan berwarna merah muda atau ungu. Berdasarkan data, OLP memengaruhi sekitar 1% dari populasi.

Penyebab Oral Lichen Planus

Penyebab terjadinya OLP belum sepenuhnya dipahami. Dokter spesialis kulit percaya bahwa itu adalah suatu kelainan autoimun. Itu artinya sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat yang berada di sepanjang lapisan mulut. Selain itu, ada sejumlah faktor lain yang memicu OLP. Misalnya, konsumsi obat tertentu (obat penghilang rasa sakit, malaria, dan penenang). OLP juga bisa dipicu oleh reaksi tubuh terhadap logam yang diletakkan di mulut. Contohnya adalah tambalan gigi dan kawat gigi logam. Ada pula laporan yang menyebutkan, OLP terjadi karena aktvitas di dalam mulut, seperti menggigit pipi atau lidah. Selain itu, ada kemungkinan lain yang bisa menjadi penyebab OLP, seperti hepatitis C kronis dan sirosis.

Penting untuk dicatat bahwa OLP bukanlah infeksi. Penyakit ini tidak menular, tidak diwariskan dari orang ke orang, dan tidak terkait dengan gizi atau kekurangan gizi. Namun, mengonsumsi buah tertentu, produk berbasis tomat, dan makanan pedas ternyata dapat membuat gejala penyakit ini menjadi lebih buruk.

OLP lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria dan seringkali didiagnosis pada pasien berusia 40 ke atas. Namun, OLP juga bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa.

Gejala Utama Oral Linchen Planus

OLP biasanya tampak seperti garis-garis berwarna keputihan pada permukaan lidah bagian dalam. Bisa juga terjadi pada jaringan bagian dalam bibir, lapisan mulut, dan langit-langit mulut. Dalam beberapa kasus, OLP menimbulkan penebalan berwarna merah atau putih di bagian dalam pipi. Kadang, kondisi juga menimbulkan luka terbuka dan lecet secara acak di dalam mulut. Bila penebalan terjadi di gusi, maka akan tampak berkilau dan berwarna merah. Luka yang disebabkan OLP bisa menetap dan kambuh lagi suatu saat. Ketika kambuh, luka ini dapat mempengaruhi indera perasa pasien.

Gejala dari lichen planus yang terjadi bersamaan dengan OLP bervariasi, tergantung daerah yang terkena. Di antaranya ialah:

  • Ruam yang muncul tiba-tiba - Ruam sering terjadi dan bisa berlangsung beberapa minggu atau bulan.

  • Ruam yang muncul berupa benjolan atau papula yang menonjol dengan pola tertentu - Ruam ini bisa berwarna merah, merah jambu, atau ungu

  • Ruam yang menonjol namun rata - Kurang lebih berdiameter 3 sampai 5 milimeter.

  • Kadang timbul garis-garis putih di benjolan - Ini dikenal sebagai striae Wickham.

  • Ruam yang sangat gatal - Rasa gatalnya sering memburuk pada malam hari.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

OLP bukanlah kondisi medis yang serius. Pada kasus yang ringan, kondisi ini bahkan tidak memerlukan perawatan. Menjaga kebersihan mulut dengan baik sudah cukup untuk mengatasi masalah ini.

Tindakan pengobatan diperlukan apabila OLP sudah mengganggu fungsi normal dari mulut. Pasien yang tidak dapat berbicara, makan, atau mengunyah dengan benar karena OLP sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter umum.

Untuk mendiagnosis OLP, dokter biasanya akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan dan gigi pasien. Dokter juga perlu mengetahui apakah pasien sedang mengonsumsi obat tertentu.

Kemudian, dokter akan memeriksa mulut dan area lainnya. Dalam beberapa kasus, tes laboratorium juga dapat dilaksanakan, seperti tes termasuk kultur jaringan dan tes darah. Biopsi dan tes khusus lainnya yang bertujuan untuk memeriksa penyakit autoimun juga sering dilaksanakan oleh dokter. Dokter juga mungkin perlu memberikan rujukan kepada pasien, hal ini tergantung pada gejala yang terjadi pada pasien. Pasien mungkin diminta untuk memeriksakan gusi ke dokter gigi atau spesialis kulit.

OLP adalah kondisi kronis tanpa perawatan yang pasti. Penyakit ini bisa bertahan selama beberapa bulan. Namun, ada cara untuk mengurangi gejalanya. Beberapa pilihan obat yang dapat digunakan di antaranya:

  • Kortikosteroid - Ini adalah obat utama yang digunakan untuk mengobati OLP. Obat ini tersedia dalam bentuk obat kumur, gel, atau salep yang bisa dioleskan langsung ke daerah yang mengalami ruam. Obat ini juga bisa disuntikkan secara langsung atau diminum dalam bentuk pil.

  • Anestesi - Obat kumur analgesik atau anestesi digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang disebabkan oleh luka. Obat ini harus digunakan sebelum makan.

  • Antiseptik - Obat kumur antiseptik atau gel juga bisa digunakan. Tindakan ini dapat mencegah penumpukan plak pada saat gusi terasa sakit dan sulit untuk menyikat gigi.

  • Pil steroid - Obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit.

Pada kasus OLP yang parah, biasnya dokter akan menyarankan untuk melakukan pengobatan jangka panjang. Karena kondisi seperti itu biasanya disebabkan oleh kelainan autoimun. Penggunaan obat untuk OLP yang parah memerlukan pemantauan secara teratur. Prosdur ini melibatkan pemeriksaan darah secara rutin untuk menyaring toksisitas obat. Hal ini disarankan untuk dilakukan dalam beberapa minggu pertama pengobatan.

Bagikan informasi ini: