Apa itu Ortokeratologi?

Disebut juga dengan Ortho-K, Ortokeratologi adalah sebuah tindakan non bedah yang menggunakan lensa khusus GP (gas permeable) yang digunakan untuk membentuk ulang kornea secara halus untuk mengobati berbagai macam jenis kesalahan refraktif (kegagalan mata untuk fokus secara tepat).

Tindakan ini sering disalah artikan dengan CRT (Terapi Pembentukan Ulang Kornea), yang memiliki prinsip yang sama dengan Ortho-K. Akan tetapi, terdapat beberapa perbedaan besar antara keduanya. Pertama, CRT merupakan metode yang telah dipatenkan (Paragon), dan hanya yang telah dilatih melakukan metode ini saja yang dapat melakukan CRT. Sebaliknya, dokter manapun dapat menawarkan lensa desain Ortho-K lainnya.

CRT juga dianggap sebagai versi yang lebih mutakhir dari ortho-K, dan telah ada sekitar 40 tahun. Lensanya telah diakui oleh FDA (BPOM milik Amerika Serikat) dan lebih aman serta nyaman dipakai saat malam hari. Lensanya dapat mengobati kasus kasus yang lebih parah dari rabun jauh dan silindris dibandingkan produk-produk ortho-K.

Sebaliknya, tindakan ortho-K menggunakan lensa GP, yang dianggap sebagai pilihan yang lebih baik daripada lensa kontak. Lensa jenis ini membuat oksigen dapat tetap masuk ke mata sehingga tidak mudah terjadi infeksi. Desainnya juga dibuat agar dapat lebih nyaman digunakan. Tidak seperti lensa kontak, lensa ortho-K sangat tahan lama.

Siapa yang Membutuhkan ortho K & Hasil yang Diharapkan

Lensa dengan gas permeable direkomendasikan bagi orang yang mengalami kesalahan refraktif pada matanya, khususnya rabun jauh (dengan atau tanpa adanya silindris). Lensa ini juga ideal bagi anak-anak yang memiliki rabun jauh progresif. Orang dewasa muda pun dapat merespon dengan baik pada tindakan ini.

Pasien yang sangat ingin menjalani operasi koreksi refraktif pada matanya seperti operasi LASIK juga merupakan alternatif yang baik untuk melakukan tindakan ortho-K.

Banyak faktor dapat mempengaruhi hasil dari tindakan ini. Beberapa orang dapat melihat secara jelas dalam beberapa hari setelah diberi perawatan ortho-K, namun yang lainnya membutuhkan waktu lebih daripada itu. Ada juga saat dimana tindakan ini tidak berhasil sama sekali khususnya jika kornea pasien terlanjur menjadi keras, yang berarti sangat sulit untuk dibentuk ulang dengan menggunakan lensa kontak.

Ortokeratologi memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi pada rabun jauh dan silindris yang sedang sampai lanjut. Namun, hasilnya menjadi bermacam macam saat merawat kesalahan refraktif lainnya seperti rabun dekat (penglihatan tak jelas melihat benda dekat karena usia lanjut) dan hyperopia. Sehingga pasien dengan rabun jauh tingkat sedang atau kurang dari itu akan memberi respon jauh lebih cepat terhadap tindakan ini dibandingkan lainnya.

Mayoritas pengguna ortho-K menggunakan lensa GP yang didesain khusus untuk malam hari serta lensa untuk memperbaiki saat siang hari.

Ortho-K memberikan kebebasan lebih bagi penggunanya, sehingga mereka dapat menjadi tidak terlalu tergantung pada lensa kontak serta kaca mata yang diresepkan dokter.

Cara Kerja Ortho-K

Untuk memahami cara kerja ortho-K, cara terbaik adalah dengan mengetahui cara kerja mata terlebih dahulu. Mata seringkali dibandingkan dengan kamera karena sama sama bertanggung jawab untuk menghasilkan gambar. Untuk menghasilkan sebuah gambar, cahaya melewati kornea mata, sebuah lapisan yang sangat tipis di permukaan mata. Kornea melengkungkan atau mebelokkan cahaya sehingga dapat melewati pupil mata. Di sekitar pupil terdapat bagian iris mata, yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk. Dari pupil, cahaya berjalan ke bagian lensa mata, yang akan membengkokkan cahaya, masuk ke dalam retina, di mana sebuah gambar nampak terbalik. Terletak di bagian belakang mata, retina mengndung ribuan sel saraf, yang mengantarkan sinyal ke otak, sehingga otak akan menerjemahkan gambar tersebut. Bentuk kornea mata dapat menentukan apakah gambar dapat muncul dalam kondisi menyimpang.

Untuk menghasilkan lensa yang diperlukan untuk membetulkan bentuk kornea (atau mebuatnya datar), Ahli pembuat lensa akan melakukan serangkaian tes. Seluruh detail mata termasuk topografi mata akan dikirim ke laboratorium yang akan mengembangkan cetakan lensa.

Pada kunjungan berikutnya, cetakan itu akan dicocokan pada mata Anda. Anda juga akan diajarkan cara menggunakan dan merawat lensa tersebut. Anda dapat saja diminta kembali dalam beberapa hari setelah itu untuk menentukan efek awal dari lensa tersebut, saat dipakai di malam hari. Pemetaan ulang serta pengepasan ulang lensa juga dapat dilakukan saat itu. Seluruh perkembangan dan kesehatan kornea mata Anda akan terus dimonitor selama perawatan ini.

Kemungkinan Resiko & Komplikasi

Dibandingkan dengan pembedahan, ortho-K memiliki risiko lebih sedikit. Lensa GP juga jauh lebih baik dibandingkan jenis lainnya saat digunakan untuk memperbaiki lensa mata. Akan tetapi, beberapa pasien mengeluhkan terjadinya iritasi, peradangan, dan infeksi, yang biasanya terjadi saat lensa tidak dirawat sebagaimana mestinya.

Rujukan:

  • http://www.contactlenses.org/orthok.htm
  • http://www.orthokacademy.com/what-is-orthokeratology/
Bagikan informasi ini: