Apa itu Osteomielitis Tulang Belakang?

Osteomielitis tulang belakang adalah kondisi langka yang disebabkan oleh infeksi kolom vertebra. Infeksi tersebut dapat menyebar ke kanal tulang belakang melalui aliran darah. Umumnya, ini disebabkan oleh bakteri atau jamur. Infeksi yang merusak struktur tulang belakang menyebabkan tulang menjadi lemah. Selain itu, sumsum tulang atau saraf di dalam atau sekitar tulang pun akan mendapat tekanan berlebihan.

Osteomielitis dapat bersifat akut dan kronis. Kondisi akut umumnya muncul saat bakteri di bagian tubuh lain menyebar melalui aliran darah. Sedangkan kasus kronis berkembang secara perlahan sebagai akibat dari infeksi tertentu. Di antaranya termasuk AIDS dan tuberkulosis. Gangguan atau penyakit yang disebabkan oleh sistem kekebalan yang lemah atau rentan juga dapat memicu kondisi ini. Prognosis bagi pasien osteomielitis tergantung pada sejumlah faktor. Di antaranya termasuk konsentrasi infeksi, seberapa cepat pengobatan dimulai, dan metode pengobatan yang digunakan.

Gejala Utama Osteomielitis Tulang Belakang

Osteomielitis tulang belakang biasanya berkembang secara perlahan. Hanya ada sedikit gejala dari kondisi ini. Biasanya dimulai dengan nyeri dan pegal di seluruh bagian punggung dan leher. Saat osteomielitis berkembang, pasien akan mengalami nyeri punggung dan kejang otot yang menjadi lebih terasa saat mereka bergerak. Gejala lainnya termasuk pembengkakan, kemerahan, dan peradangan di area tulang belakang. Demam, kedinginan, dan penurunan berat badan secara mendadak pun termasuk gejalanya.

Penting bagi kondisi ini untuk segera diobati. Sebab, infeksi dapat menyebar jika dibiarkan atau pengobatannya tertunda. Hal ini dapat menyebabkan paralisis.

Pada kasus yang diakibatkan oleh bedah tulang belakang, gejala tersebut biasanya tidak langsung muncul. Gejala akan mulai tampak dalam beberapa hari atau pekan pasca operasi.

Penyebab Osteomielitis Tulang Belakang

Penyebab umum dari kondisi ini adalah:

  • Infeksi bakteri - Sebagian besar kasus dikaitkan dengan bakteri tertentu. Infeksi ini biasanya terjadi di bagian tulang belakang lumbar, tempat terdapat pasokan darah. Infeksi juga dapat berupa akibat dari infeksi saluran kemih atau infeksi pelvis. Ini juga dapat dipicu oleh pneumonia dan infeksi lain yang berdampak pada jaringan lunak internal.

  • Gangguan sistem kekebalan - Pasien dengan sistem kekebalan yang lemah berisiko lebih tinggi akan terjangkit kondisi ini. Ini termasuk pasien yang mengidap kanker, AIDS, dan diabetes. Pasien dengan masalah penyalahgunaan obat dan telah menjalani transplantasi organ tubuh juga masuk ke daftar ini.

  • Infeksi jenis lain - Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh infeksi yang merupakan komplikasi dari operasi. Infeksi dari penggunaan obat dan tuberkulosis juga dapat memicu kondisi ini.

  • Pemakaian steroid dalam jangka panjang

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pasien dengan gejala yang disebutkan di atas harus segera berkonsultasi kepada dokter. Angka mortalitas bagi pasien osteomilitis vertebra dapat sangat tinggi, terutama yang disebabkan oleh bakteri. Namun, apabila terdiagnosis dan segera diobati, hasilnya akan relatif baik. Peluang untuk pemulihan dan restorasi mobilitas tulang belakang total terbilang sangat tinggi.

Beberapa tes dan prosedur untuk mendiagnosis kondisi ini adalah:

  • Tes darah - Ini digunakan untuk menentukan tingkat infeksi dan radang.

  • Kultur darah - Untuk mengidentifikasi bakteri yang menyebabkan infeksi.

  • Tes radiologis - Ini diperlukan untuk memastikan hasil dari tes-tes awal. Ini termasuk rontgen, yang menentukan lokasi infeksi. Ini pun digunakan untuk memeriksa kompresi atau degenerasi diskus. CT scan dan MRI juga digunakan untuk mengevaluasi infeksi pada jaringan lunak yang berada di tulang punggung. Pemindaian tulang (teknologi nuklir) juga dapat digunakan untuk menentukan keluasan infeksi.

  • Biopsi - Ini dilakukan jika terdapat abses. Melalui biopsi, sampel abses akan dikumpulkan untuk dipelajari lebih lanjut.

Berdasarkan lokasi dan jangkauan infeksi, metode pengobatan yang tersedia dapat termasuk:

  • Obat-obatan - Kondisi ini sering kali diobati dengan obat-obatan terlebih dahulu. Pasien menjalani terapi antibiotik selama delapan pekan. Mereka diberi resep obat pereda nyeri. Jika kondisi pasien tidak merespons dengan baik, dokter akan mempertimbangkan prosedur bedah.

  • Prosedur bedah - Bedah akan dipertimbangkan jika bentuk tulang belakang telah rusak, atau jika terjadi kegagalan neurologis. Prosedur bedah untuk mengangkat jaringan atau tulang yang terinfeksi dan merekonstruksi tulang belakang. Lalu, diikuti dengan mengeringkan atau mengangkat abses.

  • Stabilisasi tulang belakang - Ini kemungkinan diperlukan jika tulang belakang telah rusak. Ini akan memerlukan penggunaan peralatan medis untuk menyeimbangkan tulang belakang.

  • Fusi tulang belakang - Prosedur ini dapat dipertimbangkan jika tulang belakang tidak stabil. Tujuannya untuk mengembalikan bagian tulang belakang yang rusak. Cangkok tulang dapat diambil dari bagian tubuh lain atau bank tulang. Lalu, cangkok tulang disambungkan pada tulang belakang yang rusak untuk mengembalikan rentang geraknya.

  • Bracing atau penguatan - Sering kali didampingi dengan pengobatan antibiotik untuk meningkatkan stabilitas tulang belakang. Ini juga membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki postur tulang belakang selama masa penyembuhan.

Rujukan:

  • Sasso, Rick C., MD., “Vertebral Osteomyelitis: Rare Spinal Infection Can Cause Severe Back Pain” (n.d.). Vertical Health, LLC. Retrieved 5 December 2017, from https://www.spineuniverse.com/conditions/spinal-disorders/vertebral-osteomyelitis-rare-spinal-infection-can-cause-severe-back-pain

  • “Spinal Infections (n.d.)”. Virginia Spine Institute. Retrieved 5 December 2017, from https://www.spinemd.com/symptoms-conditions/spinal-infections

  • Vaccaro, Alexander MD and Schroeder, Gregory. “Osteomyelitis, a Spinal Infection” (7 June 2015). Veritas Health. Retrieved 5 December 2017, from https://www.spine-health.com/conditions/lower-back-pain/osteomyelitis-a-spinal-infection

Bagikan informasi ini: