Apa itu Patah Tulang Kaki dan Pergelangannya?

Istilah "fraktur" adalah kondisi medis yang mengacu pada patah tulang, baik sebagian atau keseluruhan. Tulang kaki adalah bagian tubuh yang penting, sebab menanggung berat tubuh. Tanpanya orang tidak dapat berjalan, berlari, melompat, atau melakukan gerakan lainnya. Jika terjadi patahan pada kaki, berarti setidaknya salah satu dari 26 tulang di kaki rusak. Kejadian yang paling umum adalah patahnya tulang kaki dan pergelangannya.

Patah tulang pergelangan kaki adalah jenis cedera kaki, di mana satu atau lebih tulang dari sendi pergelangan kaki mengalami patah. Patah pergelangan kaki bisa berupa pecahan kecil di tulang yang kadang dianggap sebagai keseleo karena menunjukkan gejala yang sama. Beberapa kasus fraktur bisa sangat parah, di mana tulang hancur sehingga pasien tak bisa menggunakan kakinya selama beberapa bulan atau lebih. Beberapa patah tulang pergelangan kaki tidak hanya mengakibatkan hancurnya tulang, tetapi juga robeknya ligamen pergelangan kaki yang menjaga stabilnya sendi pergelangan kaki.

Penyebab Patah Tulang Kaki dan Pergelangannya

Patah Kaki atau pergelangan kaki mungkin akibat dari kedua kondisi akut dan kronis seperti berikut:

  • Memutar-mutarkan pergelangan kaki - ini adalah salah satu penyebab paling umum dan biasanya terjadi secara tidak sengaja.
  • Jatuh – Jatuh tiba-tiba dan mendarat dengan kaki juga merupakan penyebab utama patahnya pergelangan kaki. Gerakan tiba-tiba menempatkan semua berat badan kita pada kaki dan pergelangan kaki, baik saat melompat dari ketinggian atau ketika jatuh, bisa memberikan tekanan terlalu banyak yang dapat menyebabkan patah tulang.
  • Berlebihan menggunakan kaki - Ketika tulang mulai melemah akibat mengalami tekanan terus menerus (http://www.docdoc.com/id/id/info/condition/stres) atau tekanan berulang, patah tulang pergelangan kaki menjadi tak terelakkan.
  • Kecelakaan mobil - Dampak dari kecelakaan mobil bisa menyebabkan patah kaki atau pergelangan kaki. Kaki atau pergelangan kaki bisa tertekan saat badan mobil terkena hantaman. Kondisi seperti ini biasanya membutuhkan pembedahan.
  • Terkena jatuhnya benda berat – Selain dampak dari tabrakan mobil, akibat dari jatuhnya benda yang berat dan menimpa kaki bisa menyebabkan patah kaki atau pergelangan kaki. Hal ini bisa akibat langsung dari jatuhnya benda itu, atau akibat sudut jatuhnya, namun berat dan kekuatan jatuh mempengaruhi patahnya tulang kaki.

Gejala Utama Patah Tulang Kaki dan Pergelangannya

Kesalahan diagnosa patah tulang pergelangan kaki sebagai keseleo dapat dihindari jika memperhatikan gejala yang muncul dengan benar, antara lain: * Nyeri yang terus terasa di daerah yang patah, dan kadang rasa nyeri menjalar dari kaki ke lutut. Rasa sakit meningkat ketika Anda mencoba berdiri dan menurun ketika Anda mengistirahatkan kaki * Selain rasa sakit, daerah sekitar pergelangan kaki dan sepanjang kaki bisa mengalami pembengkakan * Memar di kaki atau pergelangan kaki menjadi terlihat jelas * Mobilitas menjadi sangat terpengaruh karena ketidakmampuan kaki atau pergelangan kaki menanggung berat badan. Meskipun fraktur kecil masih memungkinkan Anda untuk berjalan, sebaiknya adalah tidak memaksa kaki Anda untuk menanggung berat. * Pergelangan kaki ini terlihat cacat, mengalami dislokasi parah atau menonjol dari dalam kulit.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Pasien yang mengalami gejala-gejala yang tercantum di atas harus segera menemui dokter atau ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Langkah pertama adalah mengevaluasi, apa benar ada patah tulang untuk bisa didiagnosis sebagai fraktur pergelangan kaki. Untuk melakukan hal ini, dokter akan meninjau riwayat medis pasien dan menanyakan bagaimana cedera terjadi. Tergantung pada hasil tes awal, [x-ray] (http://www.docdoc.com/id/id/info/condition/rontgen) dari pergelangan kaki yang rusak juga dapat dilakukan. Ini akan menunjukkan patah tulang, bentuk patahan dan kondisinya. Tes pencitraan lain, seperti CT scan dan MRI juga dapat direkomendasikan untuk menilai sejauh mana cedera dan untuk menentukan apakah ligamen juga terdampak. Perawatan patah tulang pergelangan kaki akan bergantung pada tulang yang rusak dan keparahan kondisi. Berikut adalah metode pengobatan untuk patah kaki atau pergelangan kaki:

  • Protokol R.I.C.E- R.I.C.E merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression dan Elevation (istirahat, es, kompresi dan meninggikan kaki). Hal ini dianggap sebagai pertolongan pertama untuk patah tulang pergelangan kaki dan keseleo. Ini melibatkan:
  • Istirahat – Mengistirahatkan pergelangan kaki yang cedera, yang berarti tidak berjalan atau menempatkan berat badan di atas kaki yang cedera untuk jangka waktu yang telah ditentukan
  • Es - Menerapkan kompres es selama setidaknya 20 menit pada daerah luka menenangkan jaringan dan otot dan mengurangi pembengkakan dan rasa sakit
  • Kompresi - Membungkus cedera pergelangan kaki dengan perban elastis mengurangi pembengkakan dan membuat pergelangan kaki stabil.
  • Meninggikan – Sedikit meninggikan pergelangan kaki dapat meminimalisir terjadinya pembengkakan.
  • Belat - Jika pergelangan kaki tidak rusak parah dan hanya sedikit berpindah tempat, dokter akan memanipulasi tulang kembali ke tempat yang tepat sebelum menggunakan belat untuk memungkinkan tulang untuk menyembuhkan secara alami. Obat penghilang rasa sakit atau obat penenang mungkin diperlukan untuk prosedur ini.
  • Gibs/sepatu fraktur - Metode lain untuk menyembuhkan tulang secara alami adalah dengan memasang di gips atau memakai sepatu khusus untuk penderita fraktur. Gibs adalah teknik untuk merawat patah tulang kaki yang parah. Sementara sepatu mungkin menjadi alternatif untuk patah tulang kaki minor.
  • Bedah - Ada saat ketika tidak ada jalan lain selain menjalani prosedur bedah untuk memperbaiki patah tulang pergelangan kaki. Beberapa prosedur membutuhkan pemasangan sekrup dan pelat logam untuk menjaga tulang tetap di tempatnya hingga sembuh.

Rujukan: * Managing Your Ankle Fracture. In: Ferri FF, ed. Ferri's Clinical Advisor 2015. Edisi ke-1. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2014:appendix V. * Ankle fractures. In: Eiff MP, Hatch RL, eds. Fracture Management for Primary Care. Edisi ke-3. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:bab 13.

Bagikan informasi ini: