Definisi dan Gambaran Umum

Kecanduan Alkohol adalah kondisi dimana seseorang memiliki kecanduan atau ketergantungan terhadap alkohol. Hal ini didiagnosa ketika seseorang memiliki kebiasaan minum tidak sehat yang dapat membahayakan dirinya, hubungannya, pekerjaannya, perilakunya, dan gaya hidupnya. Meskipun mengalami dampak yang buruk, penderita kondisi ini akan tetap minum seperti biasa.

Ketergantungan terhadap alkohol dapat disebabkan oleh faktor fisik atau mental, yang berarti seseorang merasa perlu untuk minum alkohol tanpa alasan yang jelas. Sangat sulit baginya untuk meredam keinginan tersebut.

Penyebab

Penyebab utama kecanduan alkohol adalah penyalahgunaan alkohol dan kebiasaan minum alkohol yang tidak terkendali dan dapat dengan mudah berkembang menjadi ketergantungan. Begitu hal ini terjadi, sangat sulit untuk memisahkan orang tersebut dari alkohol. Inilah mengapa alkoholisme sering disebut sebagai penyakit berkepanjangan (kronis) yang tidak dapat disalahkan sebagai kurangnya keinginan untuk sembuh. Begitu kondisi ini terjadi, maka beberapa gejala umum akan ikut muncul.

Faktor yang mempengaruhi kondisi ini meliputi gen dan kejadian dalam hidup seseorang. Seberapa sering seseorang bersinggungan dengan alkohol, gaya hidup, situasi karir, dan pengaruh luar juga ikut mempengaruhi kondisi ini.

Gejala Utama

Penyalahgunaan alkohol merujuk pada kebiasaan minum alkohol terlalu banyak atau melebihi standar umum, yaitu 1 kaleng bir, 1 minuman campuran, atau 1 gelas anggur dalam sehari. Masalah muncul ketika seseorang tidak dapat membedakan antara kebiasaan minum normal dengan penyalahgunaan alkohol. Mereka yang memiliki kecendurungan terkena kondisi ini adalah:

  • Pria yang minum paling tidak 4 kaleng/gelas pada satu waktu
  • Pria yang minum lebih dari 14 kali dalam satu minggu
  • Wanita yang minum paling tidak 3 kaleng/gelas pada satu waktu
  • Wanita yang minum lebih dari 7 kali dalam satu minggu

Seseorang dikatakan tergatung terhadap alkohol ketika mereka mengalami salah satu dari masalah berikut ini dalam jangka waktu satu tahun:

  • Kesulitan untuk berhenti minum
  • Kesulitan untuk mengendalikan jumlah alkohol yang dikonsumsi
  • Kebutuhan untuk minum lebih banyak untuk mendapatkan perasaan yang pernah dirasakan
  • Mengalami gejala tertentu ketika berhenti minum
  • Merelakan kegiatan lain demi minum alkohol
  • Menghabiskan banyak waktu dengan meminum alkohol
  • Tetap minum meskipun telah mengalami efek buruk seperti rusaknya hubungan, pelanggaran karena mabuk saat mengemudi, dan sebagainya
  • Tetap minum meskipun mengalami gangguan kesehatan
  • Tetap minum meskipun sedang sendirian
  • Minum di pagi hari pada saat bangun tidur
  • Mabuk untuk waktu yang lama
  • Mencari-cari alasan untuk minum
  • Mencoba untuk menyembunyikan kebiasaan minum
  • Hilangnya kesadaran setelah minum
  • Terus bertanya-tanya kapan akan kembali minum

Mereka yang mengalami ketergantungan terhadap alkohol mengalami gejala tertentu saat mereka berhenti minum. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  • Rasa mual
  • Berkeringat
  • Rasa cemas
  • Merasa goyah

Siapa yang Dapat Ditemui dan Jenis Perawatan yang tersedia

Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, maka Anda sebaiknya menemui dokter. Alkoholisme dapat diperiksa pada pemeriksaan rutin atau ketika anggota keluarga atau teman Anda melaporkan mengenai kondisi Anda dan membawa Anda ke dokter.

Dokter umum telah terlatih untuk memeriksa alkoholisme. Karena itu, dokter akan menanyakan pertanyaan terkait riwayat kesehatan, gejala yang Anda alami, dan kondisi lain yang terkait dengan kebiasaan minum Anda. Sebuah pemeriksaan fisik dan penilaian mental juga akan dilakukan. Melalui tes penilaian mental, penyebab utama dari kebiasaan minum yang Anda alami juga dapat ditelusuri. Salah satu contoh yang paling umum adalah penyakit mental yang disebut depresi.

Perawatan untuk alkoholisme didasarkan pada tingkat keparahan kondisi Anda dan pilihannya meliputi:

  • Pembuangan racun atau Detoksifikasi
  • Sesi terapi konseling berkelompok
  • Obat-obatan untuk menjaga kesabaran Anda atau untuk mengurangi kecanduan terhadap alkohol; antidepresan seringkali diberikan karena banyak penderita kondisi ini juga mengalami depresi.
  • Kelompok pendukung seperti Alcoholics Anonymous atau Narcotics Anonymous

Beberapa jenis terapi yang berbeda juga tersedia, seperti:

  • CBT (cognitive behavioral therapy)
  • MI (motivational interviewing)
  • MET (motivational enhancement therapy)

Patut dicatat bahwa karena pemulihan dari kondisi ini memakan waktu yang cukup lama, maka pengobatan berkelanjutan dengan penilaian yang hampir terus menerus juga diperlukan. Bahkan dengan semua pilihan perawatan ini, pemulihan dari alkoholisme memakan waktu yang lama dan tidak dapat diselesaikan hanya dalam beberapa minggu saja.

Namun, untuk memastikan bahwa kebiasaan minum alkohol tidak muncul kembali, beberapa ahli kesehatan juga akan berusaha untuk mengatasi gejala yang dialami, seperti depresi, yang dapat membawa seseorang ke dalam kebiasaan mengkonsumsi alkohol. Depresi merupakan penyebab paling utama, dengan hampir 1/3 dari pasien yang mengalami depresi juga mengalami ketergantungan terhadap alkohol.

Referensi:

  • Chick, Jonathan. Witte P., and Dr. Lorenzo Leggio. “Alcohol and Alcoholism.”
  • “Alcohol Research: Current Reviews.” National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism.
  • “Long working hours and alcohol use: a systematic review and meta-analysis of published studies.
  • Garner B., Godley M., Passetti L., Funk Rodney, and William White. “Recovery support for adolescents with substance use disorders: The Impact of Recovery Support Telephone Calls provided by Pre-Professional Volunteers.” Journal of Substance Abuse and Alcoholism.
  • Virtanen M., Jokela M., Nyberg S., et al. (2015). “Long working hours and alcohol use: systemative review and meta-analysis of published studies and unpublished individual participant data.” BMJ.
Bagikan informasi ini: