Apa itu Cryoablasi?

Cryoablasi, yang juga disebut kriosurgeri atau krioterapi, adalah tindakan rendah risiko untuk menghilangkan atau menghancurkan jaringan yang sakit dengan menggunakan suhu yang sangat dingin. Tindakan ini menggunakan perangkat seperti tongkat, yang ditempatkan dekat kulit atau langsung pada daerah target, yang mungkin adalah bagian dari organ internal. Kemudian, perangkat ini dihubungkan pada mesin yang mengeluarkan gas seperti argon atau nitrogen untuk melakukan proses pembekuan. Konsep cryoablasi telah ditemukan setidaknya selama satu abad. Kemajuan modern sekarang memungkinkan tindakan ini untuk dilakukan dengan kemungkinan risiko serendah mungkin pada pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Cryoablasi dan Hasil yang Diharapkan

Cryoablasi digunakan dalam banyak cara dalam pengaturan perawatan kesehatan:

  • Perawatan kulit – Teknik ini dapat membantu dalam penghilangan kulit menonjol, bintik-bintik, dan nodul. Tindakan ini juga dapat menjadi tindakan pencegahan terhadap Kanker Kulit.

  • Kanker – Cryoablasi telah terbukti berhasil dalam onkologi, terutama dalam pengobatan rahim, prostat, dan retinoblastoma pada anak-anak. Tindakan in menjadi pilihan ketika reseksi organ yang terserang penyakit tidak dapat dilakukan karena keparahan penyakit dan lokasi tumor.

  • Masalah jantung – Teknik yang sama juga saat ini sedang digunakan untuk pengobatan aritmia, yaitu kondisi jantung yang ditandai dengan denyut jantung tidak teratur karena aktivitas listrik yang rusak. Suhu dingin beku dapat dimanfaat kan untuk “membekukan” jalur yang menyebabkan masalah.
    Tindakan tersebut mungkin berlangsung beberapa menit hingga jam, tergantung pada daerah yang sakit. Jaringan yang beku diharapkan dapat diangkat atau diablasi tepat setelah tindakan.

Cara Kerja Cryoablasi

Pertama, dokter perlu menilai apakah Anda adalah calon yang tepat untuk cryoablasi. Tindakan ini sering dianjurkan jika operasi standar tidak dapat dilakukan. Tindakan ini dapat dilakukan di rumah sakit atau klinik. Biasanya, obat-obatan seperti antibiotik diberikan untuk mengurangi risiko infeksi dan meminimalkan ketidaknyamanan.

Ada dua cara umum untuk melakukan cryoablasi. Satu, sayatan kecil dibuat dan kemudian probe dimasukkan ke dalam tubuh. Dalam langkah ini, cryoablasi dilakukan bersama operasi laparoskopi. Laparoskop adalah probe yang memberikan gambar bergerak dari organ, sehingga dapat membimbing dokter bedah. Metode lainnya adalah dengan menggunakan peralatan pencitraan seperti CT Scan atau MRI Scan untuk menentukan di mana daerah jaringan atau massa berada. Terkadang, pewarna kontras yang menyebabkan reaksi pada tumor dimasukkan ke dalam tubuh melalui infus. Kemudian, seorang ahli radiologi melakukan tindakan, yaitu tindakan mentransmisikan gas untuk membekukan jaringan atau massa. Untuk memastikan bahwa daerah tersebut benar-benar beku, proses ini diulang beberapa kali atau digunakan beberapa aplikator. Dengan menggunakan instrument bedah, jaringan atau massa beku kemudian diangkat. Jika masalah tersebut hanya menyerang permukaan di atas kulit, gas diterapkan langsung dengan menggunakan perangkat semprot atau kapas.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Cryoablasi

Secara keseluruhan, cryoablasi merupakan tindakan yang aman. Tindakan ini rendah risiko, membekukan dengan cepat, dan mungkin tidak memerlukan sayatan apapun. Namun demikian, masih terdapat kemungkinan risiko termasuk pembekuan jaringan sehat, pendarahan, dan infeksi.

Rujukan:

  • Habif TP. Dermatologic surgical procedures. In: Habif TP, ed. Clinical Dermatology. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2009:chap 27.

  • Habif TP. Warts, herpes simplex, and other viral infections. In: Habif TP, ed. Clinical Dermatology. 5th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2009:chap 12.

  • Beard JM, Osborn J. Common office procedures. In: Rakel RE, ed. Textbook of Family Medicine. 8th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 28.

Bagikan informasi ini: