Apa itu Penilaian Risiko Karang Gigi?

Peniliaian risiko terhadap karang gigi adalah tes pencegahan yang digunakan untuk menilai risiko seseorang terkena karang gigi gigi. Karang gigi gigi adalah penyakit progresif yang dapat menyebabkan kerusakan gigi permanen ketika dibiarkan. Karena itu, tindakan ini dapat membantu siapa saja, termasuk anak-anak, pasien yang pernah memiliki karang gigi, dan siapa saja yang ingin melindungi diri dari masalah gigi ini. Jenis tes ini dianggap sebagai bagian penting dari perawatan kesehatan mulut jangka panjang dan mengurangi prevalensi karang gigi dalam beberapa tahun terakhir.

Siapa yang Harus Menjalani Peniliaian Risiko Karang Gigi dan Hasil yang Diharapkan

Penilaian risiko karang gigi bermanfaat bagi siapa saja yang peduli dengan perawatan kesehatan mulut jangka panjang. Tindakan ini juga sangat dianjurkan bagi pasien yang memenuhi faktor risiko yang dijelaskan pada formulir penilaian risiko. Hasil tes akan menentukan apakah seseorang berisiko karang gigi rendah, sedang, atau tinggi.

Pasien berisiko rendah adalah mereka yang:

  • Menerima pengobatan fluorida secara teratur
  • Mengkonsumsi jumlah makanan manis dan minuman bersoda tanpa kontak yang terlalu lama
  • Secara teratur menerima perawatan gigi
  • Tidak memiliki riwayat karang gigi selama 24 bulan terakhir
    Pasien dengan risiko sedang dan dikatakan berisiko sedang jika:

  • Tidak mendapakan fluoride dari pasta gigi, air minum, dan pembersihan gigi oleh tenaga ahli secara teratur

  • Tidak menerima perawatan gigi secara teratur
  • Memiliki riwayat karang gigi pada 7-23 bulan terakhir
  • Memiliki kebutuhan khusus perawatan kesehatan, seperti anak dengan kebutuhan khusus atau orang yang tidak mampu merawat dirinya sama sekali
  • Memiliki gangguan pola makan
  • Mengkonsumsi obat yang mengurangi produksi atau persediaan air ludah
  • Memiliki riwayat penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol
  • Melakukan 1-2 restorasi karang gigi atau restorasi interproksimal lainnya dalam tiga tahun terakhir
  • Memiliki plak gigi
  • Memiliki beberapa masalah gigi atau kelainan yang membuat kebersihan mulut terganggu
  • Permukaan giginya terserang masalah
  • Menggunakan peralatan gigi baik permanen atau dapat dilepas


Pasien yang berisiko tinggi terkena karang gigi gigi adalah pasien yang:

  • Terkena paparan makanan dan minuman manis serta berkarbonasi ketka makan
  • Memiliki lesi karang gigi selama 6 bulan terakhir
  • Memiliki kebutuhan perawatan khusus atau tidak mampu merawat diri sendiri
  • Mejalani kemoterapi
  • Memiliki 3 restorasi karang gigi atau lebih selama 3 tahun terakhir
  • Memiliki beberapa gigi yang hilang karena karang gigi selama tiga tahun terakhir
  • Menderita xerostomia atau kondisi yang menyebabkan kekeringan parah pada mulut

    Cara Kerja Penilaian Risiko Karang gigi

Penilaian risiko karang gigi gigi dilakukan di kantor dokter gigi atau klinik. Karena ini adalah tes rutin, pembuatan jadwal pertemuan akan mudah dilakukan.

Tes penilaian ini mempertimbangkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi risiko seseorang memiliki gigi berlubang. Faktor tersebut meliputi:

  • Status perawatan gigi, yaitu apakah pasien mendapatkan perawatan gigi secara teratur atau berkelanjutan
  • Umumr
  • Pola makan, terutama konsumsi karbohidrat olahan
  • Kondisi kesehatan tubuh
  • Kondisi kesehatan mulut
  • Catatan karang gigi terdahulu
  • Riwayat keluarga
  • Paparan fluorida dari pasta gigi, air minum, perawatan gigi profesional, dan suplemen fluoride
  • Faktor sosial, yaitu tingkat rendahnya pengetahuan tentang gigi atau tidak mendapatkan perawatan mulut karena alasan sosial
    Hasil akhirnya bergantung pada penilain dokter gigi yang berdasarkan pada faktor-faktor risiko di atas serta pengetahuan dan keakrabannya dengan pasien.

Pasien yang diketahui memiliki risiko tinggi mengembangkan karang gigi akan diberikan rekomendasi dalam pengelolaan pencegahan atau pengobatan masalah yang tepat. Pengelolaan ini mencakup:

  • Pendidikan kesehatan gigi
  • Merubah perilaku, untuk membangun kebiasaan perawatan mulut yang positif dan menyingkirkan kebiasaan yang berbahaya (misalnya konsumsi alkohol atau obat, makanan dan minuman manis)
  • Intervensi dokter gigi
    Dokter gigi menggunakan alat berikut untuk membantu pasien mengurangi risiko karang gigi gigi:

  • Sealant

  • Suplemen fluoride
  • Pernis topikal
  • Bilasan atau gel klorheksidin

    Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Penilaian Risiko Karang gigi

Sebagai tes diagnostik rutin, penilaian risiko karang gigi tidak memiliki potensi risiko dan komplikasi. Satu-satunya risiko yang mungkin terjadi adalah penilaian yang tidak akurat, yang dapat membuat pasien tidak mendapatkan pengobatan pencegahan yang diperlukan. Untuk mencegah ini, sebaiknya menjalani tes penilaian risiko karang gigi gigi dengan bantuan dokter gigi terpercaya.

Rujukan:

  • American Dental Association
Bagikan informasi ini: