Apa itu Pembengkakan Leher?

Pembengkakan leher bisa terjadi karena adanya benjolan atau massa pada leher. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, sebagian besar bukanlah kondisi yang sangat membahayakan kesehatan. Namun, ada juga kasus di mana benjolan pada leher merupakan pertanda dari adanya gangguan yang lebih serius, seperti massa yang ganas atau infeksi. Oleh karena itu, pertumbuhan yang tidak normal atau pembengkakan pada leher harus dievaluasi oleh ahli medis, terutama apabila penyebabnya belum jelas.

Pembengkakan pada leher dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Beberapa benjolan pada leher bersifat keras, mudah ditemukan, namun ada juga benjolan lain yang lunak dan kelihatannya bergerak saat disentuh. Beberapa benjolan terletak di atas kulit, seperti jerawat atau kista sebasea, sedangkan benjolan lain tumbuh dari bawah kulit. Letak benjolan adalah petunjuk yang penting untuk mengetahui penyebab benjolan, namun dokter biasanya akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pembengkakan karena adanya banyak jaringan dan otot yang penting di leher. Selain itu, banyak juga dari jaringan dan otot tersebut yang berperan penting bagi tubuh.

Penyebab Pembengkakan Leher

Pembengkakan leher seringkali disebabkan oleh kelainan pada struktur leher, seperti:

  • Windpipe, juga dikenal sebagai trakea
  • Kotak suara, juga dikenal sebagai laring
  • Kelenjar tiroid, sebuah organ yang berbentuk seperti kupu-kupu dan terletak tepat di bawah jakun
  • Kelenjar paratiroid, empat kelenjar di dekat kelenjar tiroid yang berukuran lebih kecil
  • Kelenjar air liur, atau parotid
  • Brachial plexus

Namun, ada banyak kasus pembengkakan leher yang berkaitan dengan membesarnya nodus limfa, yang bisa disebabkan oleh banyak faktor atau kondisi. Pembengkakan nodus limfa dapat terjadi saat tubuh sedang melawan infeksi virus atau bakteri yang ringan. Namun, nodus limfa juga dapat membesar akibat kanker, gangguan tiroid, dan penyakit autoimun.
Apabila leher mengalami pembengkakan yang berupa gumpalan jaringan yang lunak, maka hal ini dapat menandai adanya:

  • Lipoma
  • Neuroma
  • Sarkoma
  • Hemangioma

Apabila pembengkakan disebabkan oleh bantalan lemak, hal ini dapat menunjukkan:

  • Sindrom Cushing
  • Obesitas

Pembengkakan kelenjar dapat menjadi pertanda akan adanya:

  • Hipertiroidisme
  • Tiroiditis
  • Gondok Multinodular
  • Penyakit Grave
  • Batu pada saluran air liur
  • Gondong

Benjolan pada leher juga dapat berupa kista, misalnya:

  • Sisa dari saluran tiroglosus – Biasanya dapat ditemukan di atas tulang rawan tiroid dan bisa terlihat menghilang, terutama saat pasien menelan dan berpindah saat lidah dijulurkan
  • Kista sebasea – Kista lokal pada kulit yang tumbuh akibat folikel yang tersumbat
  • Kista dermoid – Biasanya tumbuh di bagian sternal notch

Pembengkakan leher yang disebabkan oleh bakteri meliputi:

  • Tonsilitis
  • Sakit tenggorokan akibat streptococcus grup A
  • Tuberkulosis
  • Penyakit cakar kucing
  • Faringitis akibat bakteri
  • Mycobacterium
  • Abses pada tonsil

Virus yang dapat menyebabkan pembengkakan leher antara lain adalah:

  • Human papillomavirus
  • HIV/AIDS
  • Rubella atau campak Jerman
  • Faringitis akibat virus
  • Herpes

Sementara itu, massa ganas dan kondisi serius yang berhubungan dengan pembengkakan leher adalah:

  • Kanker pada leher, kepala, paru-paru, kulit, tenggorokan, kelenjar tiroid, kelenjar air liur, atau payudara
  • Limfoma Non-Hodgkin
  • Penyakit Hodgkin
  • Leukemia

Gejala Utama Pembengkakan Leher

Apabila ada pembengkakan pada leher yang terlihat tidak wajar, Anda dapat melakukan pemeriksaan sendiri dengan menggunakan jari Anda untuk menekan leher dan memutar atua mendorong benjolan secara perlahan. Namun, sebaiknya leher yang bengkak diperiksa oleh ahli medis.

Pada anak, benjolan pada leher biasanya disebabkan oleh infeksi ringan yang bisa disembuhkan dengan mudah; benjolan biasanya hilang setelah infeksi sembuh. Pada pasien dewasa, sebagian besar pembengkakan leher disebabkan oleh benjolan yang jinak. Walaupun ada kemungkinan benjolan ini disebabkan oleh kanker, namun kemungkinan ini bergantung pada usia, kebiasaan, dan gaya hidup seseorang. Benjolan yang ganas lebih berisiko terjadi pada pasien yang berusia di atas 40 tahun serta perokok dan orang yang sering minum minuman keras.

Untuk mendiagnosis benjolan pada leher, dokter akan melakukan evaluasi langsung untuk mengetahui jenis benjolan, yang dapat berupa:

  • Pembengkakan bilateral pada leher
  • Massa pada garis tengah leher
  • Massa pada bagian lateral leher
  • Penimbunan cairan pada leher
  • Massa pada bagian unilateral leher

Dokter yang memeriksa benjolan pada leher juga akan mencari gejala lain. Kombinasi dari gejala berikut dapat membantu mengetahui penyebab dari pembengkakan leher.

  • Penurunan berat badan
  • Detak jantung yang sangat cepat
  • Berkeringat saat malam hari
  • Tremor
  • Thrush
  • Rawan terkena infeksi
  • Infeksi telinga atau nyeri pada telinga (terutama yang sangat menyakitkan dan berulang)
  • Suara yang serak (dapat terjadi apabila leher atau pita suara mengalami cedera)
  • Kesulitan menelan atau adanya tekanan pada kerongkongan
  • Kesulitan bernapas atau saluran pernapasan yang tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Mulut terasa nyeri
  • Ulkus pada lidah
  • Darah pada air liur
  • Darah pada ingus
  • Perubahan pada kulit yang terlihat dengan jelas

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Semua pembengkakan pada leher harus diperiksa oleh dokter umum/dokter keluarga atau dokter spesialis THT, yang memiliki keahlian khusus dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit pada leher dan sinus.

Tes otorhinolaryngoscopy biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kondisi pasien. Tes ini menggunakan suatu alat yang bercahaya untuk mencari pertanda dan gejala di telinga, hidung, dan tenggorokan. Dokter juga dapat melakukan tes lain untuk mendeteksi kemungkinan penyebab pembengkakan atau mengeliminasi penyakit lain, misalnya:

  • Pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa keberadaan infeksi
  • Rontgen pada dada atau sinus
  • Ultrasound pada leher
  • Biopsi
  • MRI pada kepala dan leher
  • Pemeriksaan HIV

Benjolan pada leher tidak dikategorikan sebagai kondisi medis melainkan sebagai gejala dari penyakit lain. Pada kasus infeksi ringan akibat bakteri, pengobatan yang utama adalah pemberian antibiotik. Untuk benjolan yang ganas, pasien dapat memilih untuk menjalani:

  • Operasi
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
    Rujukan:

  • Pfaff JA, Moore GP. Otolaryngology. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, et al, eds. Rosen’s Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. 7th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2009:chap 70.

  • Chen A, Otto KJ. Differential diagnosis of neck masses. In: Cummings CW, Flint PW, Haughey BH, et al, eds. Cummings Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2010:chap 116.

Bagikan informasi ini: