Apa itu Kontraktur?

Kontraktur adalah kelainan atau “pemendekan permanen” dari otot atau sendi yang terjadi saat jaringan lunak di bawah kulit berkurang kelenturannya dan tidak dapat meregang. Kondisi ini juga dapat mengenai tendon dan ligamen, dan dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Pemicu yang paling umum adalah ketika otot terasa kaku secara berkepanjangan di bagian tubuh tersebut, biasanya karena penyakit lain seperti lumpuh otak. Kontraktur seringkali menyebabkan nyeri dan terbatasnya pergerakan bagian tubuh tersebut, sehingga pasien akan mencari pengobatan yang berupa terapi fisik.

Penyebab Kontraktur

Kontraktur akan terjadi saat otot atau sendi terlalu tegang dalam waktu yang lama, sehingga otot dan sendi menjadi lebih pendek dan tidak dapat berfungsi dengan normal. Kepercayaan yang umum adalah setelah kontraktur terjadi, kondisi ini tidak dapat disembuhkan dengan olahraga atau peregangan. Penyebab kontraktur yang umum meliputi:

  1. Penyakit pada otak dan saraf – Pemendekan otot dan sendi dapat terjadi karena beberapa kondisi atau penyakit pada otak dan sistem saraf, seperti lumpuh otak, polio, rematik, stroke, dan kerusakan saraf.

  2. Kondisi genetik – Kontraktur juga kadang terjadi sebagai penyakit bawaan, misalnya dalam kasus distrofi otot, suatu kondisi yang ditandai dengan otot yang lemah dan hilangnya jaringan.

  3. Tidak menggerakkan bagian tubuh yang sakit dalam waktu yang lama

  4. Cedera traumatik

  5. Luka bakar

Karena kemungkinan penyebabnya, kontraktur pada otot dan sendi dikategorikan sebagai gangguan pada tulang dan saraf.

Gejala Utama Kontraktur

Otot, sendi, dan jaringan halus yang kaku dan pendek hanya menyebabkan beberapa gejala namun gejala tersebut sangat spesifik dan mudah dikenali, yaitu:

  • Nyeri pada bagian tubuh yang mengalami kontraktur
  • Peradangan
  • Pergerakan yang terbatas atau jangkauan gerak yang terbatas

Pemendekan otot juga dapat terjadi dalam beberapa jenis, seperti:

  • Volkmann – Juga dikenal sebagai kontraktur iskemik, jenis kontraktur ini terjadi pada bagian tangan yang berada di dekat pergelangan tangan dan menyebabkan cacat pada jari, sehingga jari terlihat seperti cakar. Kondisi ini juga menyebabkan pasien tidak dapat meluruskan jari mereka atau sangat kesakitan saat meluruskan jari.

  • Kontraktur Dupuytren – Kondisi ini mengenai jaringan penghubung pada telapak tangan, yang bisa menebal dan akhirnya membentuk nodul atau benjolan yang jinak. Benjolan disebabkan oleh ikatan jaringan yang mengalami pemendekan. Walaupun biasanya tidak menyebabkan rasa sakit, namun kondisi ini lama kelamaan dapat memburuk.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Siapapun yang tiba-tiba tidak dapat menggerakkan salah satu bagian tubuh mereka dengan bebas harus mencari pertolongan medis, karena hal ini merupakan pertanda dari kontraktur. Pasien dengan gejala ini dapat menemui dokter umum yang dapat memberikan rujukan ke dokter ahli tulang atau ahli terapi fisik untuk pengobatan selanjutnya. Kontraktur biasanya didiagnosis dengan menggunakan rontgen.

Pengobatan untuk kontraktur biasanya menggunakan gabungan dari:

  • Obat-obatan – Saat kontraktur otot menyebabkan nyeri dan peradangan, obat-obatan dapat digunakan untuk menyembuhkan gejala ini.

  • Terapi fisik – Sesi terapi fisik sangatlah penting untuk mengobati kelainan pada otot atau sendi. Tujuan dari terapi fisik adalah untuk memperkuat otot, mencegah memburuknya kontraktur, dan berusaha untuk memperluas jangkauan gerak pasien. Namun, terapi fisik akan lebih efektif apabila dilakukan terus menerus, dan dilengkapi dengan latihan yang dilakukan oleh pasien di rumah. Terapi fisik juga dapat berfungsi sebagai langkah pencegahan bagi individu yang berisiko tinggi mengalami kontraktur, misalnya pasien yang mengalami lumpuh otak atau pasien yang menginap di rumah sakit untuk waktu yang lama.

  • Alat bantu – Penggunaan alat bantu ortopedi, belat, atau kursi roda dapat sangat membantu pasien yang menderita kontraktur.

  • Rangsangan listrik atau terapi panas – Cara ini merupakan teknik non-tradisional yang lebih baru dan juga dapat digunakan untuk menunda atau menghindari operasi.

  • Operasi – Namun, semua pengobatan yang disebutkan di atas bukanlah solusi untuk jangka panjang dan hanya dapat menghilangkan gejala. Kontraktur hanya bisa dihilangkan atau disembuhkan sepenuhnya dengan operasi tulang, di mana otot yang tegang akan diregangkan.

Apabila pengobatan dimulai dari tahap dini, kemungkinan besar pasien akan bisa kembali menggerakkan bagian tubuh mereka dengan normal. Namun, semakin lama kontraktur tidak diobati, maka pasien juga akan semakin sulit bergerak secara normal.

Kontraktur juga lebih mudah dicegah daripada diobati. Olahraga secara teratur dapat mencegah agar otot dan sendi tidak menjadi kaku.

Rujukan:

  • Campbell M, Dudek N, Trudel G. Joint contractures. In: Frontera WR, Silver JK, Rizzo TD Jr., eds. Essentials of Physical Medicine and Rehabilitation. 3rd ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2014:chap 126.

  • Skalsky AJ, McDonald CM. Prevention and management of limb contractures in neuromuscular diseases. Phys Med Rehabil Clin N Am. 2012;23:675-687.

  • Tufaro PA, Bondoc SL. Therapist's movement of the burned hand. In: Skirven TM, Osterman AL, Fedorczyk J, Amadio P, eds. Rehabilitation of the Hand and Upper Extremity. 6th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier; 2011:chap 26.

Bagikan informasi ini: