Apa itu Pendarahan pada Rektum?

Pendarahan adalah gejala dari suatu kondisi yang biasanya mempengaruhi saluran pencernaan bagian bawah, bukannya sebuah penyakit. Namun, masalah di bagian manapun pada sistem pencernaan juga dapat memperlihatkan gejala tersebut.

Pendarahan yang terjadi pada anus bisa sangat membingungkan, terutama jika jumlahnya cukup signifikan. Untungnya, kasus pendarahan akut pada rektum tidak cukup banyak terjadi. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan adanya sejumlah kecil [darah pada feses]( https://www.docdoc.com/info/condition/darah-pada-tinja]. Darah mungkin terlihat berwarna merah terang atau merah gelap seperti warna bata. Dalam beberapa kasus, darah mungkin tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya dapat ditemukan dalam pemeriksaan feses.

Penyebab Pendarahan Pada Rektum

Pendarahan pada rektum dapat menjadi gejala untuk beberapa penyakit. Sebagian besar menandakan masalah yang terjadi pada saluran pencernaan bagian bawah, seperti wasir, sembelit kronis, feses keras, dan luka pada anus. Kanker anus, penyakit Crohn (radang kronis dinding usus), diare, kanker usus besar, peradangan rektum, dan polip usus besar, juga dapat menyebabkan darah keluar melalui anus.

Masalah lainnya serta kondisi yang mengakibatkan pendarahan pada rektum, meliputi:

  • Refluks Gastroesofageal, kondisi di mana asam lambung kembali ke esofagus (kerongkongan), yang menyebabkan iritasi dan peradangan.
  • Ketika pembuluh vena tidak normal (varises) yang terletak pada esofagus bagian bawah pecah.
  • Muntah berlebihan yang mengakibatkan tekanan besar pada lapisan esofagus, sehingga menyebabkan robekan atau luka.
  • Masalah lambung seperti gastritis (radang dinding lambung), ulkus lambung, dan kanker.

Gejala Utama Pendarahan Pada Rektum

Pendarahan pada rektum merupakan gejala yang menandai suatu kondisi dan biasanya disertai dengan gejala lain dari kondisi tertentu, seperti rasa sakit, kelelahan, darah rendah, pucat, dan terasa lemah.

Pendarahan pada rektum yang disertai dengan kebingungan, pingsan, pandangan kabur, pusing, serta napas pendek dan cepat, membutuhkan perawatan medis secepatnya.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami pendarahan pada rektum, Anda harus berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda atau dokter umum secepat mungkin. Pada sebagian besar kasus, dokter Anda akan dapat memberikan pengobatan setelah mengetahui penyebabnya. Akan tetapi, kemungkinan dokter Anda juga akan merujuk Anda ke dokter spesialis, seperti onkolog (ahli kanker) apabila penyebabnya adalah kanker perut.

Untuk mendiagnosa kondisi tersebut, dokter akan bertanya kapan Anda mengalaminya pertama kali, dan apakah pendarahan terjadi terus-menerus atau dengan waktu berselang. Catatan kesehatan Anda juga akan dilihat dan pengujian fisik akan dilakukan untuk memeriksa bagian-bagian yang sakit. Sehingga, hal tersebut memberikan petunjuk umum di mana lokasi yang bermasalah, seperti pada saluran pencernaan bagian bawah atau atas.

Dokter Anda juga mungkin meminta Anda untuk menyerahkan sampel feses untuk pemeriksaan ada atau tidaknya infeksi atau penyakit. Darah Anda juga akan diuji untuk memeriksa seberapa banyaknya pendarahan yang terjadi.

Apabila dokter Anda menentukan bahwa pendarahan berada di saluran pencernaan bagian bawah, endoskopi akan dilakukan (di mana endoskopi akan digunakan untuk melihat saluran pencernaan dan letak pendarahan). Prosesnya dapat bersifat diagnostik atau terapeutik. Dengan menggunakan endoskop, zat kimia akan disuntikkan ke daerah yang terpengaruh, di mana luka akan dibakar untuk menghentikan pendarahan.

Seandainya dokter tidak dapat menggunakan endoskop (tabung kecil dengan lampu) untuk menentukan letak pendarahan, pengujian melalui alat pencitraan seperti sinar-X atau rontgen, angiografi, atau pemindai radionuklida akan dilakukan. Sebelum melakukan rontgen, dokter akan meminta Anda meminum larutan yang mengandung barium atau memasukkan larutan tersebut melalui rektum. Kemudian, dokter akan menggunakan rontgen untuk memeriksa aliran barium dan adanya kelainan.

Dalam angiografi, bahan khusus disuntikkan ke pembuluh vena. Aliran bahan tersebut dapat dilihat menggunakan kamera khusus. Dengan mengamati aliran, dokter akan dapat menemukan sumber perdarahan. Proses yang sama juga diikuti saat melakukan pemindaian radionuklida, kecuali bila dokter akan menggunakan bahan radioaktif.

Pada beberapa kasus, dokter akan dapat mengobati pendarahan segera setelah diketahui letaknya. Akan tetapi, ada beberapa kasus yang membutuhkan operasi untuk menyembuhkan pendarahan. Kemudian, Anda akan diberikan resep obat yang akan mencegah pendarahan terjadi kembali.

Jika dokter menentukan penyebab pendarahan adalah kanker, Anda akan dirujuk ke onkolog. Pengobatan kanker (seperti kemoterapi), dapat diawali ketika pendarahan telah diobati atau berhenti sama sekali.

Rujukan:

  • Sneider EB, Maykel JA. Diagnosis and management of symptomatic hemorrhoids. Surg Clin North Am. 2010 Feb;90(1):17-32, Table of Contents.

  • Nelson H. Anus. In: Townsend CM Jr, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2012:chap 53.Mayo Clinic

Bagikan informasi ini: