Apa itu Pendarahan Pasca-Menopause?

Pendarahan pasca-menopause mengacu pada pendarahan apapunsemua pendarahan yang terjadi pada vagina setelah menopause. Menopause adalah, masa berhentinya menstruasi yang biasanya dialami oleh wanita setelah usia 45-50 tahun. suatu periode dalam hidup wanita, umumnya di usia 45-50 tahun, saat ia berhenti datang bulan.

Pendarahan pasca-menopause termasuk keluhan umum diantara pasienWalaupun sering dialami oleh wanita, pendarahan pasca menopause merupakan tetapi itusuatu hal yang tidak normal karena dapat menjadi suatu gejala darimenandai kondisi lain yang lebih serius dan mengancam jiwa. Penelitian membuktikan bahwa sekitar 10 persen dari wanita yang telah menopause mengalami pendarahan atau flek, dan sekitar 10 persen dari mereka terkena kanker endometrium, atau tumbuhnya sel kanker di dinding rahim. Untuk alasan inilahMaka dari itu, pendarahan pasca-menopause dianggap sebagai masalah yang serius.

Penyebab Pendarahan Pasca-Menopause

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan pendarahan pasca-menopause, di antaranya adalah:

  • Atrofi vagina – Ini adalah peradangan yang disusul penipisan jaringan lapisan saluran vagina. Kondisi ini terjadi ketika pasien memiliki kadar hormon estrogen yang rendah.

  • Atrofi endometrium – Lapisan rahim meradang atau mengikis, juga disebabkan oleh kadar estrogen yang lebih rendah.

  • Polip pada rahim atau leher vagina – Polip adalah pertumbuhan tumor jinak pada rahim atau leher vagina.

  • Hiperplasia endometrium –Penelitian membuktikan bahwa kondisi ini, yang melibatkan penebalan lapisan rahim, dapat disebabkan oleh obesitas, terapi pengganti hormon, atau kadar hormon estrogen yang tidak wajar.

Gejala Utama Pendarahan Pasca-Menopause

Gejala utama dari pendarahan pasca-menopause adalah keluarnya darah dari vagina. Pada beberapa kasus, darah keluar dari rektum pasien. Kebanyakan pasien yang mengalami pendarahan pasca-menopause tidak mengalami gejala lainnya.

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Ada banyak cara untuk mengenali penyebab pasti pendarahan pasca-menopause. Pasien perlu mengunjungi ginekolog, yang akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan memeriksa faktor risiko dari kanker rahim dan penyakit lainnya. Ginekolog akan meminta prosedur diagnostik untuk memeriksa keberadaan tumor ganas atau jinak yang mungkin menyebabkan pendarahan atau flek tidak normal. Prosedur diagnostik yang dapat dilakukan adalah:

  • Biopsi endometrium - Dalam prosedur ini, teknisi atau ginekolog akan memasukkan tabung tipis ke dalam rahim untuk mengambil sedikit jaringan dari lapisan rahim. Selanjutnya, sampel akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.

  • USG transvaginal – Teknisi atau ginekolog akan memasukkan sebuah alat ke dalam vagina pasien. Kemudian, alat tersebut akan mengirim gambar struktur bagian dalam vagina ke layar komputer.

  • Dilatasi dan kuret – Seperti pada biopsi endometrium, dokter akan mengambil sampel jaringan dari lapisan rahim, yang akan dikirim ke laboratorium untuk analisa lebih lanjut.

  • Histeroskopi – Pada prosedur ini, teknisi atau ginekolog akan menggunakan kamera kecil, seperti yang digunakan dalam endoskopi, untuk melihat ke dalam rahim pasien.

  • Pemeriksaan darah

  • Pap smear

Perawatan untuk pendarahan pasca-menopause akan dibuat berdasarkan penyebabnya. Endometrium yang menipis dapat diobati dengan obat-obatan yang memperbanyak hormon estrogen dalam tubuh. Obat dapat berbentuk gel atau krim oles (digunakan pada vagina pasien), tablet, pil, atau patch (semacam koyo khusus). Beberapa ginekolog juga dapat menyarankan alat seperti cincin yang dimasukkan ke dalam vagina, yang dapat mengobati pendarahan selama periode waktu tertentu.

Apabila ada polip dalam uterus, serviks, atau saluran vagina, polip dapat diangkat dengan prosedur minim invasif yang dilakukan dengan pembiusan lokal.

Dalam kasus penebalan lapisan rahim, pasien dapat diberi obat-obatan yang mengandung hormon progesteron atau menjalani operasi.

Apabila disebabkan oleh kanker endometrium, perawatan akan tergantung pada stadium kanker. Pilihan pengobatan termasuk:

  • Operasi
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
  • Terapi hormon
    Rujukan:

  • American College of Obstetricians and Gynecologists: "Perimenopausal Bleeding and Bleeding After Menopause."

  • National Cancer Institute: "Endometrial Cancer Treatment."
  • UK National Health Services: “Postmenopausal Bleeding or Spotting.”
Bagikan informasi ini: