Apa itu Parasentesis?

Parasentesis, berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘menusuk’, adalah proseduryang melibatkan penusukan daerah perut untuk mengumpulkan cairan peritoneal. Penumpukan cairan di daerah perut (asites) dapat disebabkan oleh berbagai alasan, termasuk kanker, cedera, infeksi, sirosis, atau peradangan. Parasentesis biasanya dilakukan untuk mendapatkan sampel cairan yang nantinya dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Akan tetapi, parasentesis juga dapat dilakukan untuk mengeluarkan cairal peritoneal dan menghilangkan rasa sakit (akibat tekanan) bagi pasien yang memiliki kanker atau sirosis.

Parasentesis umumnya dibedakan menjadi 2: * Parasentesis diagnostik, untuk mendiagnosis kondisi serius seperti penyakit hati dan kanker * Parasentesis volume besar, untuk mengeluarkan banyak cairan dari rongga perut

Siapa yang Perlu Menjalani Parasentesis & Hasil yang Diharapkan

Prosedur ini disarankan untuk pasien dengan asites, yaitu penumpukan cairan pada rongga peritoneal di perut. Asites cukup umum terjadi pada penderita penyakit hati parah, sirosis, atau kanker yang telah menyebar ke organ di dalam perut.

Pasien dengan asites parah cenderung memiliki perut buncit akibat cairan yang telah menumpuk pada rongga peritoneal. Cairan yang menumpuk pada lapisan perut dan organ dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan terkadang tekanan yang menyakitkan. Pasien dengan asites dapat mengalami sesak nafas dan masalah pada usus akibat tekanan tersebut.

Selain rongga peritoneal, parasentesis dapat dilakukan pada bagian tubuh lain seperti telinga atau mata.

Ada beberapa alasan untuk melakukan parasentesis, termasuk:

  • Diagnosis kanker metastatik
  • Menentukan adanya infeksi, seperti peritonitis bakteri spontan
  • Meredakan tekanan perut yang disebabkan oleh asites
  • Mengumpulkan darah pada rongga peritoneal apabila terjadi trauma atau cedera
  • Melubangi membran timpani untuk menentukan penyebab penumpukan gas berlebih pada saluran pencernaan
  • Menentukan luasnya kerusakan pada daerah perut karena sakit atau cedera
  • Mengumpulkan sampel untuk pemeriksaan bakteri pada telinga
  • Meredakan tekanan pada retina

Apabila parasentesis dilakukan untuk meredakan atau mengurangi tekanan yang disebabkan gas atau penumpukan cairan, diharapkan gejala yang dialami pasien dapat mereda.

Cara Kerja Parasentesis

Sebelum parasentesis dapat dilakukan, pasien harus lebih dulu memberitahukan dokter hal-hal berikut:

  • Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi;
  • Alergi terhadap obat bius;
  • Apakah pernah mengalami masalah pendarahan atau penggumpalan darah;
  • Untuk pasien wanita, apakah mereka sedang hamil atau mungkin hamil

Sebelum parasentesis, dokter akan melakukan pemeriksaan lain untuk memastikan bahwa pasien tidak memiliki kondisi yang mungkin memperburuk tindakan, seperti masalah pembekuan darah. Pasien juga akan diminta untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum tindakan dimulai.

Walaupun umumnya dilakukan di klinik rawat jalan atau kantor dokter, namun parasentesis juga dapat dilakukan di ruang gawat darurat di rumah sakit. Hanya dokter ahli saja yang harus melakukan tindakan sensitif ini, untuk menghindari risiko dan komplikasi.

Pasien harus berbaring di tempat tidur, dengan posisi kepala lebih tinggi untuk memastikan cairan menumpuk di perut bagian bawah. Biasanya, dokter akan memberikan obat oles atau bius lokal di daerah tempat jarum akan dimasukkan.

Parasentesis diagnostik hanya membutuhkan sejumlah kecil cairan peritoneal. Sampel akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan hasilnya akan dikirim kembali pada dokter yang mendiagnosa untuk dianalisa.

Pada parasentesis volume besar, dokter akan membutuhkan waktu lebih untuk mengeluarkan cairan, dan botol kosong yang dipasang ke jarum akan digunakan untuk membantu proses pengeluaran. Apabila pasien memiliki asites parah, ia mungkin harus duduk pada beberapa tahap untuk memastikan seluruh cairan di perut benar-benar habis terbuang.

Setelah cairan dikeluarkan, dokter akan menutup tempat yang ditusuk. Parasentesis diagnostik biasanya memerlukan waktu 30 menit. Akan tetapi, mengeluarkan cairan dalam jumlah banyak akan memerlukan waktu lebih. Pasien yang tekanan darahnya normal dapat melanjutkan aktivitas normal bebrapa jam setelah tindakan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Parasentesis

Apabila dilakukan dengan dokter yang sudah ahli dan terlatih, biasanya parasentesis tidak menyebabkan resiko dan komplikasi yang serius. Akan tetapi, orang yang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki masalah pendarahan, mungkin akan mengalami komplikasi serius; seperti pendarahan dalam atau pendarahan terus-menerus. Selain itu, juga ada kemungkinan kecil pasien dapat terkena infeksi dan jarum yang digunakan justru melubangi organ penting di perut, seperti usus.

Rujukan:

  • Garcia-Tiso G. Cirrhosis and its sequelae. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 156.

  • Runyon BA. Ascites and spontaneous bacterial peritonitis. In: Feldman M, Friedman LS, Sleisenger MH, eds. Sleisenger & Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2010:chap 91.

Bagikan informasi ini: