Apa itu Kehilangan Penglihatan?

Secara umum, kehilangan penglihatan mengacu pada ketidakmampuan melihat sesuatu. Tingkat keparahan kehilangan penglihatan dapat bervariasi secara signifikan tergantung pada penyebabnya. Kondisi ini juga dapat terjadi secara bertahap atau tiba-tiba.

Mata dapat melihat benda berdasarkan cahaya yang dipantulkan benda. Sinar cahaya memasuki mata melalui kornea, yang berfungsi sebagai pelindung luar. Kornea bertugas membiaskan atau membelokkan sinar cahaya sehingga cukup kecil untuk memasuki pupil. Pupil sebenarnya adalah sebuah lubang, namun dapat meluas dan berkontraksi, dengan bantuan iris (bagian berwarna mata), sesuai dengan jumlah cahaya yang masuk.

Refraksi selanjutnya berlangsung ketika sinar cahaya masuk melalui lensa. Lensa dapat dimodifikasi bentuknya untuk membawa sinar dan membelokkannya dengan cara yang terbaik hingga mencapai retina. Meskipun berada di belakang mata, retina adalah bagian yang sangat penting karena berisi sel batang dan sel kerucut. Sel kerucut bertanggung jawab atas penglihatan sentral dan penglihatan warna serta rincian spesifiki lainnya dari suatu ojek seperti sisi-sisinya. Sementara itu, sel batang diperlukan untuk penglihatan perifer dan untuk melihat dalam kondisi redup. Sel batang juga membantu “melihat” gerakan.

Sinar cahaya kemudian melewati saraf optik, di mana sinar diubah menjadi sinyal listrik yang dapat diinterpretasikan oleh otak. Kemudian, neuron di otak yang berhubungan dengan penglihatan mencoba untuk memotong semua informasi bersamaan untuk menciptakan bentuk dari objek. Kemudian, otak mengirimkan sinyal gambar ke saraf yang memungkinkan mata untuk “melihat”.

Seseorang yang mengalami kehilangan penglihatan dapat menderita kerusakan dari setiap bagian mata, terutama pada retina dan saraf optik.

Penyebab Kehilangan Penglihatan

Kehilangan penglihatan dapat disebabkan oleh berbagai cara, tetapi berikut ini adalah penyebab yang paling umum:

  • Glaukoma – Ini terjadi ketika terdapat peningkatan cairan pada mata sehingga menyebabkan kerusakan pada saraf optik. Ketika saraf optik rusak, orang tersebut dapat kehilangan penglihatanannya secara bertahap, dimulai dengan penglihatan perifernya. Kondisi ini bersifat profersif, tetapi prosesnya sangat lambat. Bahkan, butuh waktu minimal 5 tahun sebelum gejalanya muncul. Saraf optik yang rusak tidak dapat disembuhkan, tetapi tekanan dari cairan pada mata dapat dikurangi untuk menghindarinya menghancurkan saraf optik sehat yang tersisa.

  • Degenerasi makular – Degenerasi makular melibatkan hilangnya penglihatan sentral karena rusaknya makular retina. Penyebab ini adalah salah satu penyebab utama yang berkaitan dengan hilangnya penglihatan pada usia tua karena itu umumnya terjadi di antara pria dan wanita yang berusia 65 tahun dan lebih tua.

  • Retinopati diabetik – Penyebab ini adalah komplikasi umum dari diabetes. Penyebab utamanya adalah perubahan besar pada pembuluh darah yang ditemukan di retina. Baik pembuluh darah baru terbentuk atau yang sudah ada menjadi lemah sehingga tidak dapat menahan cairan lagi.

  • Iskemia – Ini adalah istilah yang luas yang ditandai dengan kurangnya pasokan darah ke suatu bagian atau organ tubuh seperti mata. Darah merupakan sumber yang kaya nutrisi dan oksigen yang membantu sel-sel dan jaringan berfungsi secara efektif. Ketika tidak terdapat pasokan darah yang cukup untuk mata, kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dapat terjadi.

  • Katarak – Katarak menyerang lensa mata sehingga menyebabkannya berkabut atau penglihatan kabur. Beberapa orang terkadang mengeluh penglihatannya ganda. Katarak umum terjadi di antara penderita diabetes.

  • Kesalahan bias – Kesalahan bias seperti astigmatisme, hiperopia (rabun dekat), miopia (rabun jauh), dan prosbiopia (berkaitan dengan usia) mengacu pada pembiasan yang tidak akurat atau pembelokan cahaya yang tidak semua rincian ditangkap oleh retina. Ada beberapa kemungkinan penyebab kesalahan ini, termasuk bentuk kornea atau panjang bola mata. Kesalahan bias dapat mengakibatkan kehilanagan penglihatan ketika dibiarkan atau menjadi parah.

Gejala Utama Kehilangan Penglihatan

  • Pandangan kabur
  • Melihat bintik di tengah mata
  • Tidak mampu melihat dari sudut mata
  • Melihat gelap
  • Sering sakit kepala
  • Penglihatan terowongan
  • Penglihatan ganda
  • Terbatasnya gerakan bertahap (misalnya, kesulitan naik tangga atau melihat wajah)
  • Meningkatnya kebutuhan cahaya tambahan
  • Sering mengganti kacamata dan lensa korektif

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Dokter mata adalah penyedia layanan kesehatan terbaik untuk ditemui jika seseorang mengalami kehilangan penglihatan. Tes yang berbeda harus dilakukan untuk mendiagnosis masalah termasuk ketajaman penglihatan, angiografi fluoresein, ujian pupil melebar, topografi retina.

Pengobatannya tergantung pada kondisinya.

  • Untuk kesalahan bias, kondisi ini dapat ditangani dengan kacamata korektif dan lensa kontak. Jika masalah menjadi parah dan jika pasien adalah kandidat potensial, kondisi ini juga dapat diatasi dengan operasi refraktif seperti LASIK.

  • Untuk retinopati diabetes, salah satu langkah terbaik adalah untuk memantau perkembangan penyakit. Kondisi ini terdiri dari banyak tahapan, dan selama beberapa tahap pertama, pengobatan tidak diperlukan. Kondisi ini menjadi penting bila sudah terdapat edema makular atau pembengkakan pada makular di retina, yang dapat mengakibatkan pandangan menjadi kabur. Namun, penting untuk menjaga agar diabetes tetap terkontrol.

  • Untuk katarak, perlu dilakukan operasi. Operasi ini melibatkan pengangkatan lensa mata yang terkena katarak dan menempatkan lensa intraokular. Pasien akan mendapatkan penglihatannya kembali setelah operasi. Namun, jika kondisi ini disebabkan diabetes, penting untuk menjaga penyakit tetap terkontrol dan menghindari terkena katarak kembali.

  • Untuk glaucoma, obat biasanya adalah bentuk pengobatan pertama. Biasanya obat diberikan dalam bentuk tetes mata, obat ini dapat mengurangi tekanan cairan pada mata. Jika obat tidak bekerja, pilihan lainnya adalah operasi yang disebut laser trabekuloplasti untuk mengeluarkan cairan.

  • Tidak terdapat pengobatan yang diketahui untuk degenerasi makular, tetapi langkah tertentu dapat diambil untuk mengurangi risikonya. Hal ini termasuk diet sehat yang terdiri dari sayuran hijau, olahraga, dan suplemen kaya vitamin C, tembaga, dan zat besi.

    Rujukan:

  • Kraut JA. Vision rehabilitation. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane's Ophthalmology. 2013 ed. Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins; 2013:chap 46.

  • Olitsky SE, Hug D, Smith LP. Disorders of Vision. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 613.

  • Yanoff M, Cameron D. Diseases of the visual system. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 431.

Bagikan informasi ini: