Apa Itu Kenaikan Kadar PSA?

Antigen Khusus Prostat (PSA), yang juga dikenal sebagai Human Kallikrein 3 (HK3) adalah zat yang diproduksi oleh sel di dalam kelenjar prostat. Zat ini berfungsi untuk mencairkan air mani setelah ejakulasi dan memastikan bahwa air mani dapat dikeluarkan dari tubuh. Namun, sisa zat PSA dapat kembali ke aliran darah. Ini akan menyebabkan hasil tes darah yang menunjukkan jumlah kandungan zat PSA yang rendah. Namun, jika kandungan zat PSA dalam darah meningkat, berarti resiko penyakit kanker prostat menjadi lebih tinggi.

Sangat penting dicatat bahwa kenaikan kandungan zat PSA dalam darah tidak otomatis menunjukkan keberadaan kanker, meskipun itu berarti risiko kanker ditemukan saat biopsi menjadi lebih tinggi. Inilah alasan mengapa tes kandungan zat PSA tidak dianggap sebagai prosedur standar saat melakukan diagnosis kanker prostat, karena hasilnya dapat memberikan hasil negatif palsu atau positif palsu. Namun demikian, uji kandungan zat PSA tetap berguna untuk menentukan keberadaan kanker pada stadium awal. Bahkan, tes ini dapat mendeteksi kanker yang mungkin tidak akan tumbuh dan tidak akan memunculkan gejala apapun.

Nilai kandungan zat PSA pada tingkatan normal berkisar di antara 1,0 – 4,0 ng/ml. Meskipun demikian, resiko kanker prostat pada orang yang mengalami kenaikan kadar PSA adalah minimal 2,0 ng/ml, yang berarti resiko kanker prostat adalah 7.1%. Jika kadar PSA meningkat hingga 2,0-3,9 ng/ml, resikonya meningkat sampai 18,7%. PSA sebesar 4,0-5,9 ng / ml memiliki nilai resiko sebesar 21,3%. Sementara pada tingkatan 6,0 – 7,9% nilai resikonya berada di kisaran 28,6%. Pada kisaran 8,0 – 9,9 ng / ml, resikonya sebesar 31,7% dan untuk tingkatan di atas 10,0 ng/ml, resikonya adalah 56,5%.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kenaikan kadar PSA tidak selalu menunjukkan keberadaan kanker prostat. Kandungan yang meningkat ini dapat disebabkan oleh kondisi lain yang menyebabkan iritasi pada kelenjar prostat. Karenanya, meskipun kenaikan PSA tidak selalu berarti menunjukkan adanya kanker prostat, kenaikan tersebut juga berarti adanya penyakit lain yang memengaruhi kelenjar prostat, seperti prostatic hyperlasia (pembesaran kelenjar prostat) yang jinak.

Penyebab Kenaikan Kadar PSA

Kenaikan kadar PSA dapat disebabkan oleh gangguan pada struktur kelenjar prostat. Gangguan ini dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, termasuk kanker. Kadar PSA juga dapat meningkat karena manipulasi pada kelenjar prostat, yang biasanya terjadi saat pemeriksaan kelenjar prostat, pemasangan kateter, biopsi kelenjar prostat, atau retensi urin. Usia juga dapat menjadi faktor.

Kenaikan kadar PSA juga dapat disebabkan oleh ejakulasi setelah hubungan seksual atau karena mengendarai sepeda. Namun, kedua hal tersebut hanya akan membuat kenaikan kecil saja.

Gejala Utama Kenaikan Kadar PSA

Gejala yang berhubungan dengan kenaikan kadar PSA akan bergantung pada penyebabnya, seperti kanker prostat, pembesaran kelenjar prostat, dan penyakit prostat jinak lainnya.

Perlu dicatat bahwa jika kenaikan PSA menunjukkan keberadaan kanker prostat, biasanya kanker masih dalam stadium awal. Jika demikian, kebanyakan pasien tidak akan merasakan gejala kanker. Gejala baru akan muncul saat kanker sudah menyebabkan penyumbatan saluran kemih. Jika sudah sampai tahap tersebut, pasien akan kesulitan buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, atau buang air kecil hanya dalam tetesan.

Gejala pembesaran kelenjar prostat jinak mirip dengan gejala kanker prostat. Pasien mungkin akan merasakan aliran air seni yang melemah atau air seni yang keluar dalam bentuk tetesan saja. Biasanya pasien juga dapat merasa kandung kemih belum kosong seusai buang air kecil. Rasa sakit saat buang air kecil dan rasa sering ingin buang air kecil juga merupakan gejala yang umum terjadi.

Prostatitis adalah kondisi non-kanker yang juga dapat menyebabkan kenaikan PSA. Ciri-cirinya adalah peradangan pada kelenjar prostat, dan munculnya gejala seperti adanya darah dalam air mani atau air seni, nyeri saat buang air kecil, nyeri saat ejakulasi, kesulitan buang air kecil, nyeri pada punggung bagian bawah, dan nyeri saat mengeluarkan tinja.

Jika kenaikan PSA disebabkan oleh infeksi, maka gejala yang biasanya muncul adalah nyeri di bagian punggung bawah, air seni yang keruh dan bau yang aneh, nyeri pada perut bagian bawah, dan sering ingin buang air kecil.

Siapa yang Harus Ditemui dan Perawatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, maka Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Walaupun belum tentu menunjukkan adanya kenaikan PSA atau gangguan prostat, tetapi gejala tersebut menandakan ada masalah pada tubuh Anda, yang bisa bersifat serius.

Dokter Anda mungkin akan menanyakan kapan Anda pertama kali merasakan gejala-gejala tersebut. Rekam medis Anda juga akan ditinjau, termasuk riwayat penyakit yang ada dalam keluarga Anda. Riwayat kanker prostat pada keluarga akan membuat Anda lebih beresiko terkena penyakit yang sama. Namun, keberadaan kanker prostat hanya bisa dipastikan setelah menjalani serangkaian tes, termasuk tes kadar PSA.

Tes kadar PSA dimaksudkan untuk menemukan kanker stadium awal, sehingga Anda tetap dapat menjalani tes ini walaupun tidak merasakan gejala apapun. Jika keberadaan kanker prostat sudah dikonfirmasi lewat tes kadar PSA dan berbagai tes lainnya, akan lebih mudah untuk menangani kanker tersebut karena masih dalam stadium awal.

Namun, sebelum menjalani tes kadar PSA, Anda perlu memahami bahwa kenaikan kadar PSA saja tidak dapat memastikan keberadaan kanker prostat. Akan tetapi, hal ini tetap menandai bahwa Anda sedang mengidap penyakit. Oleh karena itu, jika hasilnya menunjukkan adanya kenaikan, Anda perlu menjalani perawatan tertentu untuk mengatasi masalah pada prostat Anda.

Setelah dipastikan mengalami kenaikan kadar PSA, Anda akan diminta untuk menjalani tes tambahan seperti biopsi, yang mungkin akan menyakitkan dan menyebabkan timbulnya darah pada air seni. Biopsi juga dapat menyebabkan infeksi pada prostat, yang perlu segera ditangani.

Jika hasil dari tes kadar PSA, biopsi, dan tes diagnostik lainnya memastikan keberadaan kanker, Anda perlu segera menjalani perawatan. Perawatan yang dapat dilakukan adalah konsumsi obat-obatan, radiotherapy (eksternal atau internal), dan pengawasan penuh. Perlu diingat bahwa sebagian kanker stadium awal mungkin tidak akan bertambah parah. Namun, jika Anda lebih memilih pengawasan penuh daripada pengobatan lainnya, ada kemungkinan kanker Anda akan semakin memburuk. Jika hal ini terjadi, pengobatannya akan menjadi lebih sulit dilakukan.

Rujukan:

  • American Urological Association Education and Research, Inc. PSA testing for the pretreatment staging and posttreatment management of prostate cancer: 2013 Revision of 2009 Best Practice Statement. Linthicum, MD:

  • American Urological Association Education and Research, Inc. 2013. Available at: http://www.auanet.org/common/pdf/education/clinical-guidance/Prostate-Specific-Antigen.pdf. Accessed October 2, 2013.

  • Getzenberg RH, Partin AW. Prostate cancer tumor markers. In: Wein AJ, Kavoussi LR, Novick AC, et al., eds. Campbell-Walsh Urology. 10th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 98.

  • U.S. Preventive Services Task Force. Screening for prostate cancer. Available at: http://www.uspreventiveservicestaskforce.org/prostatecancerscreening/prostatefinalrs.htm. Accessed July 26, 2013.

Bagikan informasi ini: