Pengertian dan Ringkasan

Penurunan berat badan diartikan sebagai penurunan massa dan lemak tubuh. Namun, dalam kasus-kasus yang ekstrim, kondisi ini juga mencakup hilangnya protein, massa tubuh tak berlemak (lean mass), dan substrat lain dalam tubuh. Penurunan berat badan ini bisa saja terjadi secara sengaja, seperti saat Anda melakukan diet atausecara tidak sengaja, seperti saat terkena penyakit seperti infeksi atau kanker.

Penyebab

Beberapa faktor ikut berperan dalam penurunan berat badan. Prinsipnya adalah bahwa berat badan dipengaruhi oleh jumlah energi yang kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari dan jumlah energi yang didapatkan dari makanan yang kita makan. Seseorang yang berat badannya tidak berubah kemungkinan besar membakar jumlah kalori yang sama dengan jumlah energi yang diterima. Kelebihan kalori yang masuk disimpan dalam tubuh sebagai lemak. Dengan demikian, bagi orang-orang yang ingin menurunkan berat badan, mereka dapat mengurangi jumlah asupan makanan atau meningkatkan jumlah energi yang mereka habiskan melalui kegiatan fisik yang mereka lakukan.

Penurunan berat badan yang disengaja biasanya dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran seseorang. Orang-orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan bisa mendapatkan keuntungan bermakna dari proses penurunan berat badan, karena risiko kesehatan dapat dikurangi dan penyakit seperti hipertensi dan diabetes dapat dicegah. Pasien yang sengaja ingin menurunkan berat badan dapat melakukannya dengan strategi modifikasi gaya hidup, terutama dengan menggunakan kombinasi diet rendah kalori dan peningkatan olahraga atau kegiatan fisik lainnya. Teknik lain untuk menurunkan berat badan mencakup penggunaan obat-obatan tertentu. Untuk pasien yang mengalami obesitas, operasi bariatrik dapat dilakukan untuk mengurangi ukuran perut.

Di sisi lain, penurunan berat badan yang tidak disengaja dapat disebabkan oleh sejumlah gangguan kesehatan. Keberadaan penyakit cenderung meningkatkan kebutuhan metabolisme tubuh, bahkan dalam keadaan istirahat. Pada saat yang sama, penyakit dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan atau ketidakmampuan untuk makan sehingga asupan kalori menurun. Selain itu, penyakit tertentu yang memengaruhi sistem pencernaan dapat menyebabkan masalah pencernaan atau penyerapan nutrisi. Kehilangan kalori dan nutrisi yang berlebihan juga dapat terjadi, terutama pada pasien dengan diare kronis atau muntah.

Beberapa contoh penyakit yang menyebabkan penurunan berat badan adalah kekurangan gizi, infeksi kronis seperti tuberkulosis dan HIV, penyakit kronis seperti hipertiroid atau penyakit Parkinson, berbagai bentuk kanker, dan depresi kronis. Kondisi sistem pencernaan yang menyebabkan penurunan berat badan adalah infeksi parasit yang mengakibatkan diare kronis, seperti sindrom radang usus atau pankreatitis kronis. Lubang pada perut atau fistula enterocutaneous juga dapat menyebabkan penurunan berat badan karena tubuh kehilangan nutrisi secara berlebihan. Beberapa obat, khususnya diabetes dan obat-obatan kemoterapi, juga dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Penurunan berat badan yang berlanjut dan semakin parah dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang dikenal sebagai wasting atau cachexia. Pada kondisi ini, pasien tetap mengalami penurunan berat badan meskipun ia menerima cukup kalori. Penurunan berat badan yang parah dapat mempengaruhi berbagai sistem tubuh dan dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius, termasuk gangguan saat penyembuhan dan respon imun, melemahnya kekuatan otot, kegagalan fungsi ginjal, dan bahkan kematian.

Gejala Utama

Penurunan berat badan bisa menjadi kondisi yang mengkhawatirkan jika terjadi terlalu cepat. Jika Anda ingin menurunkan berat badan, yang terbaik adalah untuk menurunkan rata-rata 1 kg seminggu. Jika tidak, Anda mungkin akhirnya akan kehilangan otot, bukan lemak tubuh. Orang-orang yang kehilangan lebih dari 5 sampai 10% dari berat badan dalam rentang satu tahun atau kurang tanpa alasan sama sekali, disarankan untuk mencari bantuan medis. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gejala-gejala seperti batuk kronis atau diare, bersama-sama dengan penurunan berat badan.

Gejala penurunan berat badan yang tidak disengaja adalah:

  • ketidaknyamanan atau sakit perut
  • Demam
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sembelit
  • Diare
  • Ukuran tubuh secara fisik lebih kecil

Siapa Yang Harus Ditemui Dan Jenis Perawatan Yang Tersedia

Seorang dokter umum atau dokter keluarga dapat mengevaluasi penyebab penurunan berat badan Anda. Anda akan ditanya tentang riwayat kesehatan dan kebiasaan makan Anda. Dokter Anda juga dapat melihat gejala yang mungkin tidak Anda perhatikan tapi mungkin berhubungan dengan kondisi Anda. Pemeriksaan fisik lengkap serta tes laboratorium akan dbutuhkan untuk menentukan penyebab pastinya.

Pengobatan akan bergantung pada penyebab penurunan berat badan. Pasien dengan kondisi medis tertentu akan dirujuk ke dokter spesialis atau dokter bedah untuk mengobati penyakitnya. Dokter juga mungkin perlu bekerja sama dengan ahli gizi untuk memeriksa apakah Anda menerima nutrisi yang cukup atau tidak. Biasanya, diet kaya protein dan nutrisi direkomendasikan kepada pasien agar dapat menaikkan berat badannya.

Referensi:

  • Weight Loss Institute – SMM Health. www.ssmhealth.com/weightloss
  • National Weight Control Registry. www.nwcr.ws/
Bagikan informasi ini: