Definisi dan Gambaran Umum

Penyakit Parkinson adalah suatu kondisi saraf yang menyebabkan sekelompok sel saraf di substantia nigra otak (sel tengah otak berwarna gelap dan penuh sel saraf) memburuk secara bertahap hingga akhir hayat mereka. Meskipun kecil, kelompok sel saraf ini bertanggung jawab untuk memproduksi dopamin, serta menjadi penghantar kimia pada saraf (neurotransmitter) yang bergerak antara substantia nigra dan korpus striatum, bagian otak yang mengatur gerakan otot yang tepat. Setelah sel-sel saraf mati dan produksi dopamin berhenti, fungsi saraf seseorang terganggu, membuatnya tidak bisa mengendalikan gerakan tubuh sendiri.

Penyebab

Tidak ada penyebab yang diketahui sebagai pemicu penurunan dan akhirnya kematian dari sel-sel saraf yang terkena penyakit Parkinson. Teori terkuat mengenai penyebab kondisi ini menunjukkan bahwa hal tersebut terjadi turun-temurun. Namun, unsur keturunan ini tidak selalu hadir dalam semua kasus Parkinson. Meskipun sangat diyakini menjadi penyebab timbulnya awal Parkinson, unsur keturunan tidak sepenuhnya bisa disalahkan.

Juga diyakini bahwa paparan racun lingkungan tertentu, baik dari dalam maupundari luar, mungkin memainkan peran dalam kerusakan saraf utama penghantar dopamine (neuron dopaminergik). Penelitian menunjukkan bahwa racun ini mungkin termasuk karbon monoksida, karbon disulfida, mangan, dan pestisida berbahaya.

Gejala utama

Penyakit Parkinson memiliki daftar umum gejala, seperti:

  • Gerakan otot melambat
  • Kesulitan berjalan atau berguling
  • Bicara monoton
  • Kehilangan keseimbangan Kekakuan tidak normal pada tubuh dan berlebihan
  • Pingsan
  • Tremor
  • Kepala terasa ringan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan buang air kecil
  • Bradykinesia atau perlambatan gerakan tubuh
  • Cara jalan yang tidak normal
  • Gagap
  • Postur bungkuk
  • Perubahan suara dan bicara
  • Sembelit
  • Depresi
  • Takut
  • Kecemasan
  • Kebingungan
  • Gangguan Berpikir/Mengingat (Demensia)
  • Kelelahan
  • Masalah kemih
  • Disfungsi Seksual

Bahkan sebelum penyakit Parkinson benar-benar timbul, beberapa tanda-tanda peringatan dini kadang-kadang menampilkan diri. Tanda-tanda peringatan meliputi:

  • Memiliki tulisan tangan kecil
  • Perubahan dalam tulisan tangan
  • Masalah tidur
  • Ketegangan otot
  • Hilangnya indera penciuman
  • Masalah keseimbangan
  • Nyeri saraf
  • Sembelit
  • Keringat berlebihan yang tidak dapat dijelaskan
  • Produksi air liur berlebih
  • Membungkuk
  • Pusing

Siapa yang harus didatangi dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit Parkinson, penanganan dokter sangat penting. Penyedia layanan atau dokter keluarga utama Anda dapat memeriksa gejala dan melakukan beberapa tes untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Setelah kondisi Anda dipastikan sebagai Parkinson, dokter akan merujuk Anda ke spesialis yang berfokus pada perawatan penyakit ini.

Tujuan utama dari perawatan Parkinson adalah mengembalikan kemampuan pasien untuk menyeimbangkan tubuhnya. Untuk melakukannya, dokter menganjurkan obat atau pembedahan otak tergantung pada tahap penyakit dan gejala khusus yang dialami pasien.

Obat - Obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh adalah pengobatan yang paling sering diresepkan untuk Parkinson, terutama karena mereka lebih mudah dan kurang invasif. Obat khusus dirancang untuk mengobati dan membantu mengelola penyakit Parkinson yang sangat efektif dan dapat membantu pasien menangani dan mengatasi penyakit. Obat-obat ini termasuk:

  • Levodopa L-dopa - ini adalah obat yang paling sering diresepkan untuk pengobatan Parkinson. Obat ini diproses menjadi dopamin, sehingga meningkatkan kontrol seseorang atas gerakan tubuhnya. Namun, saat mengambil Ldopa, pengawasan dokter diperlukan sebab obat ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi dari makanan dan kandungan suplemen vitamin, terutama vitamin B6. Levodopa juga cenderung kehilangan kemampuannya seiring berjalannya waktu, itulah sebabnya mengapa banyak dokter menunda pengobatan Ldopa selama mungkin.

  • Carbidopa - Meskipun tidak dianggap sebagai obat Parkinson, carbidopa dapat membantu meringankan gejala penyakit. Gabungan LDopa dan Carbidopa tersedia secara luas, dengan nama Sinemet.

  • Inhibitor COMT - ini mengacu pada obat yang diambil bersama Ldopa agar dapat secara efektif memberikan bantuan dari gejala Parkinson. Obat ini bekerja dengan menghalangi mekanisme enzim dan memecah Ldopa.

Bedah:

  • Pallidotomy - Pallidotomy adalah pilihan perawatan bedah untuk menghancurkan globus pallidus (kumpulan sel saraf yang mengatur tonus otot dan ketepatan gerakan otot), yang telah terbukti menjadi terlalu aktif dalam kasus Parkinson. Setelah hancur, gejala seperti masalah keseimbangan, tremor (selalu bergetar), dan bradikinesia (perlambatan gerakan tubuh), jauh berkurang.

  • Thalamotomy - Thalamotomy adalah tindakan bedah yang fokus pada thalamus, bagian dari otak yang menyebabkan tremor (getaran). Pembedahan ini sebagian menghancurkan thalamus sehingga tremor tidak akan terjadi lagi. Namun, karena tindakan ini hanya mengurangi salah satu gejala dari penyakit Parkinson, biasanya tidak dianjurkan.

  • Rangsangan otak mendalam - penyakit Parkinson juga dapat diobati dengan menanamkan perangsang otak di dalam otak. Dibandingkan dengan pilihan bedah lainnya, pemasangan rangsangan otak lebih aman dan lebih sedikit komplikasi. Dengan demikian, pilihan ini telah menjadi pilihan bedah populer akhir-akhir ini, terutama di kalangan penderita Parkinson yang kondisinya tidak lagi dikelola hanya dengan obat saja.

Namun perlu dicatat, bahwa segala bentuk pembedahan yang digunakan untuk merawat Parkinson, termasuk bedah pemasangan rangsangan otak, hanya dipertimbangkan jika penyakit ini tidak bisa lagi dikendalikan oleh obat-obatan.

Beberapa metode perawatan lain untuk Parkinson saat ini sedang dikembangkan. Namun, terlepas dari jenis perawatan yang dipilih penderita Parkinson, tujuannya tetap sama, dan itu adalah untuk:

  • Menjaga mutu hidup yang baik
  • Mendorong pergerakan dan fungsi
  • Meringankan getaran (tremor) dan kekakuan otot
  • Memperbaiki bentuk tubuh
    Referensi:

  • Schuepback W.M.M., Knudsen K., Rau J., et al. (2013). “ Rangsangan saraf untuk Penyakit Parkinson dengan Komplikasi Gerakan Awal”. Jurnal Kedokteran New England (“Neurostimulation for Parkinson’s Disease with Early Motor Complications.” The New England Journal of Medicine.)

  • Okun M.S. (2012). “Rangsangan Otak-Dalam untuk Penyakit Parkinson”. Jurnal Kedokteran New England. (“Deep-Brain Stimulation for Parkinson’s Disease.” The New England Journal of Medicine.)

  • Jankovic J. “Penyakit Parkinson: Sifat dan Diagnosis Klinis” Jurnal Ilmu Saraf, Bedah Saraf & Psikiatri. (“Parkinson’s disease: Clinical features and diagnosis.” Journal of Neurology, Neurosurgery, & Psychiatry.)

  • Yayasan Parkinson Nasional (National Parkinson Foundation)

  • Asosiasi Penyakit Parkinson Amerika (American Parkinson Disease Association Inc.)

  • Lembaga Parkinson (The Parkinson’s Institute)

Bagikan informasi ini: