Apa itu Penyakit Aorta?

Penyakit aorta adalah istilah yang mengacu pada sekelompok penyakit yang menyerang aorta atau arteri utama pada tubuh. Pembuluh darah besar ini memanjang dari ventrikel kiri jantung dan meluas ke daerah perut, membelah menjadi dua cabang yang sering dikenal sebagai arteri iliaka. Fungsi yang sesuai dan kondisi baik dari aorta sangatlah penting karena aorta bertanggung jawab untuk mengangkut dan mendistribusikan darah beroksigen menuju dan dari jantung dan seluruh tubuh.

Penyakit aorta sering menyebabkan disfungsi aorta dan gangguan dalam sirkulasi darah, yang dapat mengancam jiwa.

Berikut adalah berbagai jenis penyakit aorta:

  • Regurgitasi katup aorta. Kondisi ini ditandai oleh ketidakmampuan katup aorta untuk menutup dengan benar, sehingga menyebabkan darah mengalir mundur ke ventrikel kiri jantung bukan mengalir ke bagian tubuh yang berbeda. Regurgitasi darah mencegah jantung berfungsi secara efisien, sehingga menyebabkan sejumlah gejala seperti kelelahan dan sesak napas. Kondisi ini biasanya dapat berkembang dari waktu ke waktu, dan dalam banyak kasus, dibutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum pasien menyadari tanda atau gejalanya.

  • Stenosis aorta. Kondisi ini melibatkan penyempitan aorta, yang mencegah katup aorta terbuka sepenuhnya. Kondisi ini mencegah darah mengalir secara efisien dari jantung ke aorta, yang menyebabkan oksigenasi darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh tidak efisien. Dalam kondisi tersebut, jantung akan dipaksa bekerja lebih keras untuk mengkompensasi kondisi tersebut. Seiring waktu, otot-otot jantung yang bekerja terlalu keras dapat melemah dan menimbulkan ancaman serius terhadap hidup pasien.

  • Diseksi aorta. Diseksi adalah sobekan pada dinding aorta, sehingga menyebabkan darah bocor pada lapisan arteri, di mana seharusnya tidak ada cairan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya jumlah oksigen dan nutrisi lainnya dalam darah, yang dapat mengakibatkan risiko yang serius dan komplikasi ke berbagai organ tubuh.

  • Aneurisma aorta. Aneurisma aorta adalah pembesaran arteri yang berlebihan, yang sering menimbulkan melemahnya dinding. Pembesaran ini membentangkan jaringan dinding aorta secara berlebihan; dan ketika dinding aorta melemah, jaringannya meledak dan menyebabkan pendarahan yeng berlebihan yang dapat berakibat fatal bagi pasien. Aneurisma ini dapat terbentuk pada bagian aorta yang berbeda. Namun, penelitian menunjukan aneurisma umumnya terjadi pada aorta bagian perut.

Penyakit aorta harus diketahui dan diobati sedini mungkin. Cara terbaik adalah pasien menjalani skrining penyakit setiap tahun, terutama jika pasien berada pada risiko tinggi mengembangkan salah satu penyakit yang dijelaskan di atas. MRI dada, USG, arteriogram, dan CT scan adalah beberapa tindakan pencitraan yang dapat dijalani pasien.

Penyebab Penyakit Aorta

Penyebab utama penyakit aorta adalah penurunan fungsi dan kondisi aorta, yang dapat memiliki banyak penyebab, tergantung pada jenis penyakit pasien.

  • Penyakit katup jantung kongenital - Pasien dengan kondisi ini lahir dengan satu atau dua leaflet jantung, bukan tiga leaflet yang terpisah. Pada kondisi ini, katup tidak menutup dan membuka secara normal, dan dapat menyebabkan regurgitasi darah ke katup dari waktu ke waktu.

  • Endokarditis – Ini adalah infeksi yang menyerang katup jantung yang juga dapat merusak aorta dan kemampuannya mengangkut dan mendistribusikan darah secara efisien.

  • Paparan demam rematik – Pasien yang terkena demam rematik, yaitu salah satu demam anak yang umum di berbagai belahan dunia, terbukti oleh penelitian sebagai penyebab utama penyakit katup aorta pada pasien yang lebih tua.

  • Penumpukan kalsium – Kalsium, yaitu mineral alami yang ditemukan dalam darah, juga dapat menumpuk pada katup aorta dari waktu ke waktu. Mineral ini dapat tertinggal dalam jumlah kecil oleh masuk dan keluarnya darah dari aorta, dan tidak akan menyebabkan masalah serius bagi pasien yang sehat dalam jumlah tertentu. Namun, orang yang lahir dengan masalah bawaan pada katup aora dapat menderita penyakit ini dari penumpukan kalsium, yang dapat mengeraskan leaflet atau pembukaan katup.

  • Aterosklerosis merupakan penyebab utama penyakit aorta sebagaimana dibuktikan oleh peneliatan, karena kondisi ini menyebabkan melemahnya dinding aorta. Dinding aorta yang lemah rentan terhadap diseksi dan aneurisma. Di sisi lain, trauma pada aorta dapat menyebabkan cedera seperti diseksi dan luka gores.

Sementara itu, faktor risiko untuk penyakit aorta meliputi:

  • Riwayat keluarga dan genetik pasien (seperti dalam kasus kelainan bawaan atau genetik aorta)
  • Hipertensi dan tekanan darah tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyakit aorta karena volume tinggi darah melewati arteri utama ini dapat melemahkan dinding aorta dari waktu ke waktu
  • Usia lanjut
  • Kebiasaan merokok

Gejala Utama Penyakit Aorta

Penyakit aorta memiliki gejala umum karena masalah pada aorta biasanya menyebabkan sirkulasi darah yang tidak tepat.

  • Selalu merasa sangat lelah atau letih
  • Merasa lemah ketika tingkat aktivitas sedikit meningkat
  • Sesak napas atau perlu mengerahkan usaha saat berbaring
  • Edema atau pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Ketidaknyamanan, sesak, dan nyeri dada
  • Pusing, ringan kepala, dan sering pingsan
  • Aritmia, atau detak jantung tak teratur
  • Palpitasi, percepatan abnormal detak jantung
  • Murmur jantung
  • Rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut atau punggung

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Dokter jantung adalah tenaga medis yang melihat apakah Anda diduga menderita penyakit aorta atau jika Anda mengalami gejala yang disebutkan di atas. Dokter jantung dapat merekomendasikan penanganan medis atau operasi untuk mengembalikan fungsi aorta tergantung pada keparahan kondisi dan faktor lainnya (seperti usia, kesehatan, dan kemungkianan risiko dan komplikasi). Pilihan operasi termasuk operasi bebas transfusi, operasi perbaikan aorta terbuka, operasi penangkapan peredaran darah hipotermia, operasi endovaskular, dan perbaikan aorta hibrida.

Rujukan:

  • Otto CM, Bonow RO. Valvular Heart Disease. In: Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P. Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 66.
Bagikan informasi ini: