Apa itu Penyakit Degeneratif?

Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu. Ada cukup banyak jenis penyakit generatif yang terkait dengan penuaan, atau memburuk selama proses penuaan.

Penyakit degeneratif diklasifikasikan menjadi tiga kelompok utama, yaitu: kardiovaskular, neoplastik, dan sistem saraf. Penyakit kardiovaskular yang paling umum adalah hipertensi, penyakit koroner dan infark miokard. Penyakit neoplastik termasuk tumor dan kanker. Penyakit yang mempngaruhi sistem saraf termasuk Parkinson dan Alzheimer.

Penyakit degeneratif disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor tersebut adalah efek langsung dari penggunaan normal tubuh, sementara yang lain disebabkan oleh kesehatan yang buruk atau gaya hidup yang tidak sehat. Kebanyakan penyakit degeneratif dapat disembuhkan, namun ada beberapa kasus yang tidak dapat disembuhkan. Dalam kasus tersebut, pilihan pengobatan yang ada hanya mampu membantu meringankan gejala sehingga pasien dapat hidup normal.

Beberapa jenis penyakit degeneratif paling umum adalah kanker, diabetes, Parkinson, Alzheimer, rheumatoid arthritis, dan osteoporosis. Banyak orang-orang di dunia mengidap penyakit tersebut. Bahkan di banyak negara, penyakit degeneratif menjadi salah satu penyebab utama kematian.

Penyebab Penyakit Degeneratif

Banyak penyakit degeneratif yang disebabkan oleh faktor-faktor yang belum teridentifikasi. Namun, berkat kemajuan teknologi pencitraan, genetika, biokimia, dan sel biologis, para ilmuwan telah mampu mengidentifikasi kesamaan dari banyak penyakit degeneratif.

Temuan mengungkapkan kesamaan antara penyakit generatif adalah abnormalitas protein. Tetapi, pertanyaan, “bagaimana protein abnormal dapat menyebabkan kerusakan sel?” masih menjadi misteri. Jika misteri ini berhasil dipecahkan, besar kemungkinan bahwa pilihan pengobatan baru dapat dirancang. Sehingga, tidak hanya meringankan gejala, tetapi membantu pasien sembuh total. Salah satu jenis penyakit degeneratif adalah kanker, yang disebabkan oleh sel-sel abnormal yang terus tumbuh, berkembang biak, dan menyebar ke seluruh tubuh. Meskipun ada banyak faktor yang diketahui berkontribusi terhadap pembentukan sel-sel kanker, penyebab pastinya belum ditemukan.

Parkinson adalah penyakit degeneratif umum lainnya yang mengakibatkan hilangnya kontrol otot karena neuro tidak dapat berfungsi dengan normal. Tapi abnormalitas pada fungsi neuron sendiri belum dapat dipastikan penyebabnya. Namun ilmuwan telah mampu menyusun daftar faktor risiko, seperti racun di lingkungan dan stres oksidatif.

Alzheimer juga termasuk ke dalam penyakit degeneratif umum yang mengakibatkan penurunan fungsi intelektual. Sedangkan penyebab pasti penyakit ini belum ditemukan. Tapi, para ilmuwan cukup yakin dengan teori bahwa besi logam, aluminium, dan tembaga adalah penyebab utama.

Gejala Utama Penyakit Degeneratif

Gejala-gejala penyakit degeneratif cukup bervariasi. Setiap jenis memiliki seperangkat gejala, meskipun beberapa-beberapa gejala juga umum dirasakan pada penyakit lainnya.

Beberapa penyakit degeneratif tidak menampilkan gejala sama sekali pada tahap awalnya. Misalnya, kanker. Sementara dalam tahap awal mungkin tidak memiliki gejala apapun. Tetapi saat tumor ganas mulai bertumbuh besar dan menampilkan beberapa gejala, maka dapat terdeteksi. Menurut American Cancer Society, tujuh tanda-tanda awal kanker perubahan kebiasaan buang air besar, sakit yang tidak sembuh-sembuh, perdarahan yang tidak biasa, penebalan benjolan di payudara, testis, atau bagian tubuh lainnya, gangguan pencernaan atau kesulitan menelan, perubahan ukuran, warna, atau bentuk sariawan, tahi lalat, atau kutil, dan batuk yang mengganggu. Tapi yang biasanya terasa adalah sakit kepala terus-menerus, kelelahan, mual, sakit kronis, infeksi berulang, dan demam persisten.

Sementara, Alzheimer ditandai dengan hilangnya ingatan, merasakan tantangan besar untuk memecahkan masalah yang biasanya sederhana, sulit melakukan tugas normal, kebingungan dengan tempat atau waktu, mengalami kesulitan dalam memahami gambar, kata-kata, berbicara dan menulis, sering lupa tempat menyimpan hal, menarik diri dari kegiatan sosial, dan perubahan mood serta perilaku.

Berbeda lagi dengan penyakit degenartif, Parkinson, yang ditandai dengan tremorotot kaku, gerakan lambat, kesulitan untuk menulis dan berbicara, gangguan keseimbangan dan postur, dan kesulitan dalam melakukan gerakan otomatis.

Siapa yang Perlu Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kebanyakan kasus penyakit degeneratif hanya ditemukan setelah pemeriksaan dengan cermat berdasarkan keluhan pasien. Kebanyakan pasien menemui dokter keluarga mereka dengan keluhan tertentu, seperti sakit kronis dan batuk yang berlebihan. Setelah melakukan beberapa prosedur diagnostik, dokter mulai curiga bahwa penyebab adalah penyakit degeneratif.

Kemudian, dokter akan menyelidiki lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti atau jenis penyakit. Setelah itu, pasien akan dirujuk dokter spesialis untuk diagnosis dan mendapat perawatan lebih lanjut.

Beberapa penyakit degeneratif, seperti kanker yang dapat disembuhkan Tapi, Parkinson dan Alzheimer tidak dapat disembuhkan. Pengobatan untuk keduanya hanya dirancang untuk menangani gejala, sehingga pasien dapat hidup senormal mungkin.

Contohnya, penyakit Parkinson tidak dapat disembuhkan, tetapi obat-obatan seperti carbidopa-levodopa dapat membantu menghilangkan gejala. Biasanya pasien akan mengalami peningkatkan dalam kemampuan berjalan, bergerak, dan penurunan tremor secara signifikan.

Alzheimer juga tidak dapat disembuhkan. Namun, obat yang tersedia untuk membantu meredakan gejala. Obat yang paling umum digunakan dalam pengobatan Alzheimer adalah inhibitor cholinesterase dan memantine. Obat-obat ini membantu dalam mencegah gejala menjadi semakin buruk, tetapi hanya untuk waktu tertentu. Mereka hanya memperlambat perkembangan penyakit. Selama periode ini, pasien akan membutuhkan semua dukungan yang mereka bisa dapatkan.

Terlepas dari obat-obatan yang digunakan, pasien dengan Alzheimer juga merubah gaya hidup untuk membantu mereka mengatasi penyakit. Perubahan ini termasuk pola makan sehat sehat, berolahraga teratur, dan melakukan perubahan pada tempat tinggalnya. Menurut dokter, pasien Alzheimer hanya memerlukan rumah sederhana dengan furnitur dasar, sedikit cermin, dan beberapa fitur tambahan. Juga disarankan untuk memberikan pasien ponsel agar mereka dapat menghubungi seseorang ketika tersesat atau merasa kebingungan.

Rujukan:

  • Chou R, Atlas SJ, Stanos SP, Rosenquist RW. Nonsurgical interventional therapies for low back pain: a review of the evidence for an American Pain Society clinical practice guideline. Spine. 2009;34:1078-1093. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20357643

  • Chou R, Baisden J, Carragee Ej, Resnick DK, Shaffer WO, Loeser JD. Surgery for low back pain: a review of the evidence for an American Pain Society clinical practice guideline. Spine. 2009;34:1094-1109.

Bagikan informasi ini: