Apa itu Metastasis Otak?

Kanker yang tumbuh di bagian-bagian tubuh lain, lalu menyebar ke otak, disebut sebagai metastasis atau tumor otak metastatik. Istilah metastasis sendiri merujuk pada penyebaran sel kanker dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. Jika sel kanker sudah menetap, maka akan membentuk tumor. Kadangkala, sel kanker yang menyebar dapat membentuk sebuah tumor, biasanya di payudara atau ginjal. Atau membentuk tumor lebih dari satu, seperti dalam kasus kanker kulit dan kanker usus besar.

Tumor otak matastatik bisa ditemukan secara tidak sengaja, saat pasien sedang menjalani MRI rutin atau CT-Scan untuk mendiagnosis penyakit lain. Jika ditemukan pada pasien yang belum pernah menderita kanker sebelumnya, maka lokasi primer dari kanker harus ditemukan.

Penyebab Metastasis Otak

Penyebab utama dari metastasis otak adalah berpindahnya sel kanker primer dari bagian tubuh lain ke otak. Sel kanker membentuk tumor dan masuk ke aliran darah, menggunakan darah untuk berpindah ke bagian tubuh lainnya dan melekat pada organ tubuh lain, yaitu otak. Awalnya, sistem imun tubuh akan mencoba untuk menghancurkan sel kanker tersebut, namun jika jumlahnya terlalu banyak, tubuh akan kewalahan dan tidak dapat melawan. Saat sampai di otak, sel kanker ini akan tetap diam sampai akhirnya aktif pada stadium akhir atau langsung membesar dan menyebabkan kanker kedua yang baru.

Ada jenis kanker yang memindahkan selnya ke organ tertentu dengan mengikuti aliran darah dan hubungannya dengan sistem limfatik (yang merupakan cara lain untuk menyebarkan sel kanker). Sebagai contoh, kanker paru-paru biasanya menyebar ke otak, sedangkan kanker payudara biasanya menyebar ke tulang.

Gejala Utama Metastasis Otak

Ada beragam gejala utama dari metastasis otak, tergantung pada lokasi tumor di otak. Gejala tersebut meliputi:

  • Sakit kepala – Sakit kepala, yang dapat bersifat ringan sampai parah, seringkali timbul sebagai gejala pertama yang mengindikasikan metastasis otak. Sakit kepala dapat disebabkan oleh tumor dan dapat menjadi pertanda meningkatnya tekanan intrakranial (TIK) akibat pembengkakan dan menyempitnya otak karena tumor yang bertambah besar. TIK juga dapat menyebabkan muntah dan gangguan kesadaran.

  • Mual dan muntah

  • Gangguan kesadaran – Tumor otak dapat mengganggu fungsi otak. Saat kepribadian atau perilaku seseorang sedikit atau sangat berubah, biasanya ini berarti otak mengalami kerusakan. Sebagai contoh, tumor otak di frontal lobe dapat memengaruhi logika sedangkan tumor di parietal lobe dapat memengaruhi kemampuan memahami sensor.

  • Disfungsi motorik – Tumor di serebelum seringkali menyebabkan gangguan pergerakan, misalnya gangguan keseimbangan.

  • Kejang – Kejang terjadi saat ada gangguan pada aktivitas elektrik normal di otak. Sel saraf akan menyampaikan instruksi dari otak ke bagian tubuh lainnya. Saat ada gangguan, misalnya tumor otak yang merusak saraf, sistem penyampaian instruksi akan terganggu dan terjadi kejang pada sebagian atau seluruh tubuh.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Seperti yang telah dijelaskan sebelumya, metastasis otak dapat ditemukan tanpa sengaja saat pasien menjalani tindakan rutin yang menemukan tumor otak.

Namun, saat pasien mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, akan dibutuhkan tes tambahan untuk memeriksa adanya metastasis otak, terutama apabila pasien tidak memiliki riwayat kanker atau pasien memang sudah terkena kanker.

Metastasis otak dapat didiagnosis dengan beberapa tindakan pencitraan, misalnya:

  • Computerized tomography (CT) – tindakan yang sering pertama dilakukan untuk memeriksa adanya tumor otak.
  • Positron emission tomography (PET) – membedakan sel yang sehat, sel kanker, jaringan yang sakit dan pembengkakan.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) – menghasilkan gambar otak yang jelas dengan menggunakan gelombang magnet dan radio serta mengetahui lokasi, ukuran, dan ciri-ciri tumor.


Setelah pasien dipastikan mengalami metastasis otak, dokter kanker-saraf atau dokter bedah saraf dapat menyarankan tes tambahan, misalnya biopsi. Apabila metastasis otak ditemukan sebelum kanker primer, maka pasien dapat diminta menjalani tes laboratorium dan pemindaian tambahan untuk menemukan lokasi kanker primer.

Metastasis otak dapat ditangani dengan berbagai cara. Terapi radiasi, kemoterapi, terapi kombinasi, terapi percobaan dan terapi integrasi adalah metode pengobatan yang dapat menangani kondisi ini. Dari berbagai metode tersebut, terapi radiasi lebih banyak diminati karena ada beberapa tumor yang lebih tidak tahan kemoterapi. Dalam kebanyakan kasus, pasien membutuhkan kombinasi operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi.

Operasi adalah cara lain untuk menangani metastasis otak yang ukurannya lebih besar dari 3 cm dan terletak di luar bagian otak yang mengendalikan kemampuan bicara dan bergerak. Namun, operasi tidak akan dilakukan apabila tumor dapat ditangani dengan radiasi, ada beberapa tumor yang terletak di berbagai bagian otak dan apabila tumor terletak di bagian otak yang mengendalikan kemampuan bicara dan pergerakan.

Gejala yang telah dibicarakan sebelumnya juga harus ditangani, terutama apabila sakit kepala sudah sangat parah, muntah tidak dapat dikendalikan, atau kejang terlalu sering terjadi. Steroid dapat membantu mengurangi pembengkakan di otak, sehingga mengurangi tekanan pada otak dan mengurangi sakit kepala. Obat anti kejang juga dapat diberikan untuk menghentikan kejang.

Rujukan:

  • Perry MC. Approach to the patient with cancer. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 182.

  • National Cancer Institute

Bagikan informasi ini: