Apa itu Penyempitan Tulang Belakang?

Penyempitan tulang belakang adalah kondisi di mana rongga tulang belakang mengalami penyempitan, menyebabkan nyeri, mati rasa, dan terkadang hingga kelumpuhan.

Tulang belakang adalah salah satu bagian tubuh yang paling penting karena tulang belakang dapat memberikan struktur dan menyangga tubuh. Dengan adanya tulang belakang, seseorang dapat melakukan berbagai gerakan, seperti berdiri, berjalan, duduk, membungkuk, dan lain-lain. Di dalam tulang belakang juga dapat ditemukan sumsum tulang belakang, yaitu sekumpulan saraf yang terhubung ke otak. Saraf ini berfungsi sebagai saluran elektrik, yang digunakan oleh pusat kendali tubuh, yaitu otak, untuk mengirimkan instruksi ke semua organ tubuh. Apabila sumsum tulang belakang mengalami kerusakan, hal ini dapat menyebabkan organ tubuh berhenti bekerja, kelumpuhan, dan bahkan kematian. Tulang belakang terdiri dari tulang-tulang kecil bernama vertebrae (atau vertebra untuk satu tulang). Tulang-tulang ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu servikal (leher), thoraks (punggung atas dan tengah), dan lumbar (punggung bawah).

Tulang belakang servikal terdiri dari 7 vertebrae dan merupakan salah satu tulang yang paling dekat ke otak dan berada di sepanjang bagian leher. Terletak di bagian tengah adalah tulang belakang thoraks, yang terdiri dari 12 vertebrae. Tulang lain yang tersisa adalah bagian dari tulang belakang lumbar, yang terhubung dengan sakrum, yang berada di daerah panggul.

Penyempitan biasanya hanya terjadi di dua bagian tulang belakang: servikal dan lumbar. Di antara keduanya, lumbar yang lebih sering mengalami penyempitan. Namun, penyempitan tulang belakang servikal lebih dapat membahayakan nyawa karena sumsum tulang belakang ada di tulang belakang servikal. Penyempitan tulang belakang yang disertai dengan mielopati adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan menyempitnya rongga dan penekanan sumsum tulang belakang. Sementara itu, di daerah lumbar hanya ada saraf saja.

Penyempitan tulang belakang akan terus memburuk, walaupun dalam kasus penyempitan tulang belakang lumbar, kondisinya dapat berubah-ubah. Penyempitan juga dapat terjadi pada satu atau lebih rongga tulang belakang. Hal yang paling penting adalah penyempitan tulang belakang harus dideteksi dan ditangani sejak dini untuk menghindari komplikasi yang serius.

Penyebab Penyempitan Tulang Belakang

  • Usia: Salah satu penyebab utama penyempitan tulang belakang adalah penuaan. Seiring bertambah usianya seseorang, akan terjadi perubahan pada struktur tulang belakang, termasuk penyempitan ruang terbuka di tulang belakang. Usia adalah faktor risiko yang lebih membahayakan dalam penyempitan tulang belakang servikal. Usia dapat menyebabkan terdorongnya atau membesarnya ukuran tulang belakang, sehingga saraf akan tertekan, dan bantalan tulang belakang akan menonjol keluar. Bantalan ini, yang berfungsi sebagai alas, dapat menjadi “rapuh” atau kering seiring bertambah usianya seseorang. Apabila hal tersebut terjadi, beberapa material dapat keluar dari bantalan dan menyebabkan iritasi pada saraf atau sumsum tulang belakang.

  • Osteoartritis: Osteoartritis adalah salah satu jenis artritis yang paling umum di dunia. Penyakit ini ditandai dengan mengecilnya ukuran tulang rawan yang dapat ditemukan di bantalan dan sendi tulang belakang secara perlahan.

  • Kelainan bawaan: Beberapa orang terlahir dengan saluran tulang belakang yang sempit.

  • Tumor: Penyempitan tulang belakang dapat terjadi bersamaan dengan pertumbuhan daging yang tidak diinginkan (tumor). Tumor ini dapat bersifat ganas atau jinak, dan primer atau sekunder (metastasis). Karena tumor tumbuh di rongga tubuh yang kosong, tumor akan menyebabkan tekanan yang menekan atau menjepit sumsum dan saraf tulang belakang.

  • Cedera: Trauma pada punggung dan leher juga dapat melukai tulang belakang, terutama apabila benturan sangat keras dan menyebabkan patah tulang, perubahan posisi tulang, atau perubahan pada struktur tulang.

  • Genetik: Penyempitan tulang belakang pada pasien berusia muda, terutama remaja dan anak, biasanya disebabkan oleh faktor genetik. Pada usia ini, tulang masih berada dalam tahap pertumbuhan.

Gejala Utama Penyempitan Tulang Belakang

  • Mati rasa, terutama di kaki dan lengan
  • Bagian ujung tubuh terasa lemas
  • Rasa ketidaknyamanan
  • Kesulitan bergerak, termasuk berjalan
  • Kelumpuhan
  • Nyeri yang menusuk pada tubuh
  • Kemampuan motorik yang buruk
  • Saluran kencing yang tidak berfungsi dengan semestinya
  • Demam
  • Penurunan berat badan

Penyempitan tulang belakang lumbar dan servikal memiliki gejala yang berbeda. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah frekuensi nyeri yang ditimbulkan. Ketika penyempitan terjadi pada tulang belakang lumbar, nyeri pada kaki akan terjadi ketika pasien mulai melakukan pergerakan, misalnya berjalan. Nyeri akan berhenti ketika pasien beristirahat. Pasien yang terkena penyempitan tulang belakang servikal kemungkinan besar akan mengalami nyeri yang lebih konsisten dan terus memburuk.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Beberapa dokter yang dapat memeriksa dan mengobati penyempitan tulang belakang adalah dokter spesialis tulang, dokter spesialis saraf, dan dokter penyakit dalam.

Untuk mendiagnosis penyempitan tulang belakang, dokter akan melakukan berbagai uji pencitraan, seperti sinar-X dan MRI (magnetic resonance imaging). Namun, agar dokter dapat melihat bentuk tulang belakang (lengkungannya), maka dapat dilakukan CT myelogram. CT myelogram menggunakan zat pewarna sebagai pembanding yang disuntikkan ke tubuh.

Penyempitan tulang belakang dapat diobati dengan tindakan bedah atau non-bedah. Untuk metode non-bedah, dokter dapat menyarankan:

  • Perubahan pergerakan atau aktivitas – Cara ini dapat berhasil bagi pasien yang mengalami penyempitan tulang belakang lumbar, karena biasanya nyeri yang mereka rasakan akan berkurang atau hilang saat mereka membungkuk ke depan. Oleh karena itu, mereka dapat terbantu apabila berjalan dengan tongkat atau alat bantu jalan.

  • Olahraga – Olahraga seperti bersepeda atau berenang dikenal dapat membantu mengurangi gejala penyempitan tulang belakang, misalnya nyeri. Olahraga juga dapat mencegah adanya beban lebih pada tubuh yang dapat lebih menekan punggung.

  • Obat-obatan – Sebagian besar obat-obatan yang disarankan, misalnya obat anti peradangan non-steroid, tidak selalu dapat mengobati penyempitan tulang belakang, namun dapat menghentikan gejalanya.

  • Suntikan epidural – Beberapa ahli merasa bahwa suntikan epidural tidak efektif, namun secara keseluruhan, suntikan epidural dapat menghilangkan rasa sakit untuk sementara waktu. Beberapa pasien yang bereaksi baik pada suntikan epidural juga dapat menjalani operasi.

  • Terapi – Selain peregangan dan olahraga, ahli terapi juga dapat memberikan panduan tentang cara mengubah pergerakan atau aktivitas tertentu. Ahli terapi dapat memberikan konseling, memandu, dan membantu pasien merawat diri mereka sendiri.

Sementara itu, operasi akan dipertimbangkan saat penyempitan tulang belakang sudah parah, membahayakan nyawa pasien, dan mengurangi kualitas hidup pasien secara drastis (termasuk menyebabkan pasien tidak mampu bergerak dengan baik atau kehilangan kemampuan motorik).

Bagi pasien yang mengakibatkan penyempitan tulang belakang servikal akibat menurunnya bantalan, disektomi servikal anterior dengan fusion dapat dilakukan, di mana bantalan yang turun akan diangkat dan dilakukan pencangkokan untuk menghubungkan rongga antara bagian atas dan bawah bantalan.

Untuk penyempitan tulang belakang lumbar, pengobatan terbaik adalah laminektomi dekompresi, yang memberikan ruang yang lebih luas untuk akar saraf dengan mengangkat sebuah tulang atau material bantalan atau keduanya. Tindakan ini sesuai bagi pasien yang mengalami penyempitan tulang belakang akibat penuaan.

Rujukan:

  • Chou R, Atlas SJ, Stanos SP, Rosenquist RW. Nonsurgical interventional therapies for low back pain: a review of the evidence for an American Pain Society clinical practice guideline. Spine. 2009;34:1078-1093. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20357643

  • Chou R, Baisden J, CarrageeEj, Resnick DK, Shaffer WO, Loeser JD. Surgery for low back pain: a review of the evidence for an American Pain Society clinical practice guideline. Spine. 2009;34:1094-1109.

  • Weinstein JN, Tosteson TD, Lurie JD, et al. Surgical versus nonoperative treatment for lumbar spinal stenosis. Four-year results of the Spine Patient Outcomes Research Trial. Spine. 2010;35:1329-1338.

  • Zacharia I, Lopez E. Lumbar spinal stenosis. In: Frontera WR, Silver JK, Rizzo TD Jr, eds. Essentials of Physical Medicine and Rehabilitation. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2014:chap 50.

Bagikan informasi ini: