Definisi dan Gambaran Umum

Kulit melindungi tubuh dari berbagai ancaman seperti infeksi, suhu yang ekstrim, dan radiasi sinar matahari. Sayangnya, kulit rentan terhadap kerusakan, seperti luka yang ditimbulkan oleh cedera. Pada beberapa kasus, luka pada kulit akan sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan dokter. Namun, jika luka terlalu besar atau terlalu dalam, kulit akan kehilangan kemampuannya untuk menyembuhkan diri sendiri. Luka perlu untuk disembuhkan, terlepas dari ukuran, kedalaman, atau sifatnya. Goresan atau baretan ringan mungkin memerlukan pembersihan dan pemberian antiseptik, namun untuk luka yang lebih besar seperti luka tusuk, terkoyak, atau luka mendalam yang mengenai otot atau organ dalam, pembedahan biasanya diperlukan.

Luka rentan terhadap infeksi, terutama bakteri Clostridium tetani, yang menyebabkan tetanus. Pemberian vaksin tetanus dapat mencegah infeksi tersebut, sehingga kebanyakan penanganan dokter menggunakan vaksin tetanus untuk mengobati luka pada pasien. Namun, vaksin telah tersedia untuk anak-anak berusia dua bulan hingga enam tahun, sementara pendukungnya diberikan pada anak usia belasan yang telah sebelumnya mendapat vaksin awal.

Pengobatan untuk luka jenis apapun akan bergantung pada jenis dan kondisi kesehatan pasien. Contohnya, luka pada pasien yang menderita diabetes perlu mendapatkan penanganan secepatnya terlepas dari ukurannya, karena bahkan luka kecil pun dapat menimbulkan infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah. Contoh lain adalah luka bakar yang disebabkan oleh reaksi kimia yang ditangani berbeda dengan luka bakar biasa.

Penyebab Kondisi

Kulit dapat menjadi rusak oleh apapun. Bahkan garukan yang dilakukan karena rasa gatal juga dapat menyebabkan luka. Jenis luka yang paling umum terjadi antara lain:

  • Gigitan serangga – sebagian serangga membawa virus dan bakteri. Nyamuk membawa virus demam berdarah dan kutu membawa bakteri yang menyebabkan infeksi mematikan.

  • Gigitan hewan – Banyak hewan memiliki rabies, yang mematikan bagi manusia.

  • Gigitan manusia – 100 persen gigitan manusia menimbulkan infeksi, sehingga harus diobati sesegera mungkin.

  • Cedera – Cedera dapat menimbulkan luka ringan atau luka dalam yang memerlukan tindakan pembedahan.

  • Luka bakar – Luka bakar dikelompokkan berdasarkan kedalamannya. Luka bakar tingkat pertama hanya mengenai lapisan terluar kulit sementara tingkat kedua mengenai lapisan di bawahnya. Luka bakar tingkat ketiga mengenai lapisan terdalam kulit dan beberapa jaringan. Luka bakar dapat disebabkan oleh benda panas dan dingin, listrik, reaksi kimia, radiasi, dan gesekan.

  • Luka – Saat kulit mendapat tekanan selama beberapa waktu, tekanan tersebut menghalangi darah untuk mengaliri area tersebut. Hal ini menimbulkan luka yang dapat diobati dengan mudah.

Gejala Utama

Gejala luka yang paling umum ditemui adalah nyeri, pembengkakan, dan pendarahan. Nyeri umumnya disebabkan oleh penerima nyeri yang terletak pada kulit. Ketika luka sudah mengenai semua lapisan kulit, seperti luka bakar tingkat ketiga, maka nyeri yang dirasakan cukup parah.

Luka juga dapat berbentuk kulit yang melepuh. Hal ini terjadi ketika sejumlah cairan berkumpul pada suatu area tertentu di bawah kulit.

Saat luka telah terinfeksi, gejala yang timbul akan bergantung pada infeksi yang terjadi. Gejala infeksi yang paling umum terjadi adalah demam, nanah, rasa hangat di sekitar area yang terinfeksi, dan bau busuk.

Siapa yang Dapat Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Kebanyakan luka dapat diobati di rumah. Luka gores, luka kecil, dan baret hanya perlu dicuci dengan air bersih, diberi penghilang kuman (desinfektan), dan dibalut perban untuk mencegah luka tersebut terkena benda yang dapat menyebabkan infeksi.

Untuk luka yang lebih besar dan dalam, sebaiknya Anda segera datang ke bagian gawat darurat rumah sakit, atau klinik terdekat yang dapat memberikan penanganan gawat darurat. Jika Anda tidak dapat melakukannya, beberapa langkah dapat Anda lakukan untuk mencegah kehilangan darah terlalu banyak.

Segera cari perawatan dokter pada situasi berikut ini:

  • Jika luka disertai dengan cedera lain atau luka berat
  • Jika pendarahan berlanjut meskipun berbagai cara telah dilakukan untuk menghentikannya
  • Jika luka memerlukan jahitan
  • Jika luka disebabkan oleh gigitan hewan atau manusia
  • Jika luka telah terinfeksi
  • Jika pasien belum mendapatkan imunisasi tetanus atau imunisasinya telah kadaluarsa

Dokter akan segera mengobati luka untuk mencegah hilangnya banyak darah atau infeksi. Namun, dokter juga akan memeriksa cedera lainnya. Pada beberapa kasus, pasien dianjurkan menjalani tes dengan rontgen, MRI, dan pemindaian CT untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami. Beberapa luka mungkin tidak terlihat besar pada permukaannya, namun menyebabkan kerusakan di bawah kulit. Benda asing juga dapat muncul pada kulit, seperti peluru pada luka tembak, yang harus dibuang sebelum luka ditutup.

Pengobatan yang diberikan tergantung pada kondisi luka. Dokter akan menentukan metode manakah yang paling sesuai dengan kondisi Anda. Beberapa metode yang tersedia antara lain:

  • Penutupan primer – Prosedur ini melibatkan pembersihan luka, pengecekan benda asing, dan penutupan luka menggunakan jahitan, staples, atau lem bedah.

  • Niat sekunder – Prosedur ini melibatkan pembersihan luka dan membiarkannya untuk sembuh dengan sendirinya.

  • Gabungan antara penutupan primer dan niat sekunder – Pada beberapa kasus, dokter akan membiarkan luka tersebut untuk sembuh dalam beberapa hari. Jika tidak ada gejala infeksi yang muncul, maka luka dapat ditutup menggunakan metode penutupan primer.

Jika luka telah terinfeksi, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah agar infeksi tidak menyebar. Antibiotik juga dapat diberikan bahkan jika luka tidak terinfeksi, namun telah terkontaminasi/tertular.

Jika luka disebabkan oleh luka bakar, maka luka tersebut akan diobati berdasarkan penyebabnya. Kebanyakan luka bakar dapat diobati dengan pertolongan pertama. Namun, beberapa jenis luka bakar, seperti yang disebabkan oleh reaksi kimia atau listrik, memerlukan penanganan khusus.

Referensi:

  • National Wound Care. https://nationalwound.com/
  • Wound Care Education Institute. https://wcei.net/
Bagikan informasi ini: