Apa itu Pendarahan Hebat atau Tidak Teratur pada Vagina?

Ada beberapa skenario yang dapat dikategorikan ke dalam pendarahan hebat dan tidak teratur pada vagina. Pertama, perempuan sedang dalam masa datang tapi darahnya keluar secara berlebihan. Kedua, terlambat datang bulan. Ketiga, mengalami pendarahan di luar masa datang bulan. Pendarahan tidak normal sering menjadi gejala dari suatu penyakit. Sehingga, para spesialis biasanya melakukan berbagai jenis pemeriksaan untuk menentukan penyebab pasti dari kondisi tersebut, agar dapat memberikan pengobatan yang tepat. Darah yang mengalir dari vagina adalah sesuatu yang normal dan selalu terjadi pada setiap siklus datang bulan (yang umumnya setiap 4 minggu sekali). Datang bulan merupakan hasil dari proses perubahan hormon. Indung telur (ovarium) menghasilkan hormon wanita yang tidak hanya mengatur karakteristik wanita, tetapi juga siklus datang bulan. Pada hari pertama saat siklus datang bulan, lapisan bagian dalam rahim meluruh, sehingga menyebabkan darah mengalir dari vagina. Pada siklus datang bulan yang teratur, hari di saat darah akan keluar dapat diperkirakan. Namun, apabila darah mulai mengalir di tengah siklus, sebelum siklus seharusnya di mulai, atau tidak mengalami masa datang bulan bukan karena sedang hamil, kondisi seperti itu disebut pendarahan tidak teratur. Sementara itu, jumlah darah yang keluar kurang lebih sama pada setiap datang bulan. Namun bila jumlah darah melebihi yang seharusnya, biasanya di antara 2-8 sendok makan setiap siklus, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai pendarahan hebat.

Penyebab Pendarahan Hebat atau Tidak Teratur pada Vagina

Pendarahan hebat atau berlebihan dapat disebabkan oleh fibroid dan polip rahim, adenomiosis, IUD atau spiral, hipotiroidisme, lupus eritematosus sistemik, gangguan pembekuan darah, dan obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu proses pembekuan darah. Kanker endometrium juga dapat menyebabkan pendarahan hebat pada vagina, walaupun hal tersebut jarang terjadi. Sementara itu, pendarahan yang tidak teratur pada vagina, terutama datang bulan yang terlalu sering terjadi, dapat disebabkan oleh endometritis (radang lapisan dalam rahim), pil KB, atau saat seorang wanita mendekati masa menopause. Apabila jumlah darah lebih sedikit dibandingkan dengan yang biasanya, penyebab yang paling memungkinkan adalah penggunaan metode hormon pengatur kehamilan atau IUD. Penting untuk diketahui bahwa saat wanita sedang berada dalam masa subur (ovulasi), normal bila ada sedikit darah mengalir dari vagina diantara masa datang bulan. Kondisi ini disebut flek. Jika seorang wanita telah mencapai masa menopause tetapi masih mengalami pendarahan, kemungkinan ia mengalami satu atau lebih kondisi seperti berikut: * Anoreksia * Penyakit kronis * Stress * Sindrom ovarium polikistik


Walaupun jarang terjadi, kanker endometrium juga dapat menyebabkan pendarahan. Pendarahan hebat atau tidak teratur pada vagina juga dapat terjadi setelah berhubungan intim. Sebagian besar penyebab yang paling umum adalah cedera pada dinding vagina, infeksi seperti penyakit menular seksual, kadar estrogen yang rendah, tumor, atau polip. Pendarahan pada vagina juga dapat terjadi saat kehamilan. Banyak wanita yang menganggap pendarahan saat kehamilan adalah suatu masalah, namun sebenarnya tidak selalu demikian. Kenyataannya, sekitar 30% wanita hamil mengalami pendarahan. Pada beberapa kasus, pendarahan bisa saja normal, seperti pada saat 2 minggu kehamilan. Akan tetapi, ada kasus-kasus di mana pendarahan pada vagina memang menunjukkan suatu masalah. Oleh karena itu, suatu keharusan bagi wanita hamil yang mengalami pendarahan pada vagina, untuk mencari konsultasi medis agar penyebab pastinya dapat ditemukan. Kemungkinan penyebab pendarahan adalah keguguran, kehamilan ektopik (di luar kandungan), infeksi leher rahim, atau bahkan kelahiran prematur. Jenis obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan pendarahan pada vagina saat kehamilan. Oleh karena itu, wanita hamil selalu dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan sebisa mungkin.

Gejala Utama Pendarahan Hebat atau Tidak Teratur pada Vagina

Pendarahan hebat atau tidak teratur pada vagina dapat disertai dengan beberapa gejala lain, seperti gangguan makan, rasa nyeri yang lumayan hebat, ketidaksuburan, jerawat, pertumbuhan rambut yang berlebihan, nyeri saat berhubungan intim, demam, terasa mual, dan gejala lain yang umumnya menyertai infeksi. Akan tetapi dalam beberapa kasus, pendarahan yang tidak normal pada vagina mungkin tidak disertai dengan gejala lainnya. Contohnya, seorang wanita mungkin hanya melihat bercak darah pada celana dalamnya dan tidak menyadari gejala yang lain. Bagaimanapun juga, hal ini tidak berarti bahwa kondisi tersebut normal. Akan lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin, sehingga kondisi tersebut dapat dievaluasi dan diberi pengobatan bila diperlukan.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pada kasus pendarahan hebat atau tidak teratur pada vagina, orang pertama yang perlu ditemui adalah dokter keluarga. Apabila dokter yakin bahwa pengobatan pendarahan tersebut memerlukan keahlian dari seorang spesialis, maka pasien pun akan dirujuk kepada dokter kandungan atau ginekolog. Sebelum membuat rujukan kepada seorang spesialis, dokter akan memeriksa kembali riwayat kesehatan pasien dan melakukan beberapa pemeriksaan guna mengevaluasi kondisi fisik pasien. Selain itu, pasien juga akan diperiksa kehamilannya. Kemudian, dokter akan memberikan sendiri pengobatan untuk pendarahan, apabila ia yakin bahwa bantuan spesialis tidak diperlukan. Bila pasien dirujuk kepada seorang spesialis untuk konsultasi, pemeriksaan yang sama juga akan dilakukan untuk menentukan penyebab pendarahan. Pemeriksaannya termasuk pada uji fisik keseluruhan dan mengevaluasi kembali riwayat kesehatan pasien secara rinci. Riwayat penyakit dalam keluarga juga akan dievaluasi kembali, apabila spesialis menduga penyebab pendarahan adalah faktor keturunan. Tergantung dari hasil pemeriksaan awal, pemeriksaan lain juga mungkin dilakukan, seperti: * Pengambilan sampel leher rahim, apabila dicurigai adanya penyakit menular seksual * Uji darah untuk memeriksa fungsi ovarium dan tiroid * Biopsi leher rahim * Pemeriksaan Pap smear * Biopsi endometrium * USG panggul * Histeroskopi


Setelah spesialis membuat diagnosis, rencana pengobatan akan diterapkan. Metode pengobatan yang umum untuk pendarahan hebat atau tidak teratur adalah: * Ablasi endometrium (peluruhan dinding rahim) * Terapi progestin menggunakan IUD levonorgestrel * Kontrasepsi yang mengandung campuran estrogen dan progesteron * Histerektomi tanpa mempertahankan leher rahim


Apabila hasil pemeriksaan memastikan bahwa penyebabnya adalah kanker, pasien akan dirujuk kepada onkolog atau spesialis kanker yang akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk menentukan jenis kanker dan seberapa luas penyebarannya. Pengobatan untuk kondisi ini diantaranya kemoterapi, terapi radiasi, obat-obatan, dan operasi bila diperlukan.

Rujukan: * Lobo RA. Abnormal uterine bleeding: ovulatory and anovulatory dysfunctional uterine bleeding, management of acute and chronic excessive bleeding. In: Lentz GM, Lobo RA, Gershenson DM, Katz VL, eds. Comprehensive Gynecology. 6th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2012:chap 37. * Bulun SE. The physiology and pathology of the female reproductive axis. In: Melmed S, Polonsky KS, Larsen PR, Kronenberg HM, eds. Williams Textbook of Endocrinology. 12th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier;2011:chap 17.

Bagikan informasi ini: