Apa itu Masalah Polip?

Polip kolon (usus besar) adalah pertumbuhan terlalu cepat yang berkembang pada lapisan usus besar. Kondisi ini dapat merupakan kondisi prakanker tergantung pada jenisnya. Polip muncul dalam berbagai bentuk, jumlah, dan ukuran. Beberapa dari polip dapat menjadi sangat besar hingga akhirnya pecah dan menyebabkan pendarahan, meskipun darah tidak dapat terdeteksi dengan mudah oleh mata telanjang tetapi hanya melalui tes laboratorium yang dikenal sebagai darah okultisme (FOB).

Dua jenis polip kolon yang paling umum adalah:

  • Adenomatosa – Sebagian besar polip yang ditemukan pada usus besar adalah adenomatosa, yang mungkin berbentuk tubular atau vili. Polip ini adalah yang paling berbahaya karena lebih mungkin untuk berkembang menjadi kanker usus.
  • Hiperplastik – Polip hiperplastik hampir sangat berbeda dengan adenomatosa karena biasanya tidak menyebabkan kanker usus, terutama jika polip ditemukan pada bagian bawah usus besar. Hiperplastik menjadi masalah yang berpotensi jika muncul pada usus bagian atas, atau tampak bergerigi atau rata (bertangkai).

    Penyebab Polip Kolon

Polip berkembang terutama karena mutasi genetik. Sel-sel dalam tubuh, termasuk usus besar, melewati beberapa fase, di mana sel matang dan kemudian mati pada waktunya. Namun, jika sel yang belum matang tidak mati namun tetap tidak matang dan berkembang biak, polip dapat berkembang.

Namun, penyebab pasti dari mutasi genetik seringnya bersifat sporadis atau tanpa sebab yang diketahui atau dapat diidentifikasi. Dalam kasus tertentu, berkembangnya polip usus adalah faktor genetik, familial, atau keturunan. Kondisi yang dikenal sebagai FAP (adenomatosa poliposis familial). Kemungkinan berkembanganya kanker usus besar cukup tinggi, dan mungkin terjadi lebih awal daripada kanker lainnya. Polip juga dapat sering muncul kembali.

Penyakit yang mendasari yang menyebabkan usus besar seperti kolitis ulseratif juga dapat menyebabkan berkembangnya polip sementara peradangan usus secara terus menerus dapat menyebabkan mutasi genetik.

Gejala Utama Polip Kolon

  • Pendarahan rektum
  • Perubahan warna tinja
  • Anemia
  • Kelelahan
  • Diare atau konstipasi yang berlangsung selama setidaknya satu minggu
  • Sakit perut
  • Mual
    Namun, polip ini biasanya berkembang dan tumbuh tanpa gejala.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Seorang internis memenuhi syarat untuk memeriksa, mendiagnosia, dan mengobati polip kolon. Biasanya, internis memastikan adanya polip melalui:

  • Kolonoskopi – Sebuah tabung lentur yang dikenal sebagai kolonoskop dimasukkan ke dalam usus besar. Kamera yang melekat pada alat mengirimkan gambar hidup dari usus besar dan memperlihatkan adanya polip. Jika terdapat polip, internis dapat mengangkatnya selama tindakan ini.
  • Sigmoidoskopi – Ini adalah tes yang digunakan untuk menentukan apakah terdapat polip pada usus sigmoid, yaitu bagian dari usus besar yang paling dekat dengan rektum.
  • Tes darah okultisme (FOB) – Ini adalah tes sederhana di mana sampel tinja dianalisis untuk menemukan adanya darah. Kehadiran darah berarti membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
    Polip diangkat dan dikirim ke laboratorium unutk dianalisis untuk memastikan polip tersebut tidak bersifat kanker.

Untuk mengatasi polip, dokter juga mungkin menganjurkan:

  • Tes genetic untuk menentukan apakah polip bersifat familial
  • Pengangkatan usus besar jika kemungkinan kanker usus sangat tinggi
  • Skrining kanker usus regular. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, orang yang berusia 50 tahun dan lebih tua harus menjalani skrining tiap 5 hingga 10 tahun. Kelompok berisiko tinggi seperti penderita dengan polip familial atau telah memiliki kanker usus harus diperiksa lebih sering dan pada usia yang lebih muda.
  • Mengatasi penyakit radang usus.

    Rujukan:

  • Cooper K, Squires H, Carroll C, et al. Chemoprevention of colorectal cancer: systematic review and economic evaluation. Health Technol Assess. 2010;14(32):1-206. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20594533

  • Itzkowitz SH, Potack J. Colonic polyps and polyposis syndromes. In: Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds. Sleisenger and Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease Pathophysiology/Diagnosis/Management. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2010:chap 122.

  • Centers for Disease Control and Prevention

Bagikan informasi ini: