Pengertian dan Gambaran Umum

Rematik polimialgia (PMR) adalah gangguan rematik yang ditandai dengan nyeri ringan hingga berat pada pundak, panggul, dan leher. Gangguan ini dapat terjadi secara bertahap dan lambat atau terjadi secara mendadak (dalam satu malam). Kekakuan otot, salah satu dari gejala utamanya, biasanya terjadi pada pagi hari, sesaat setelah bangun tidur dan bertahan hingga setidaknya 30 menit.

Seperti halnya kebanyakan penyakit peradangan, seperti radang sendi, pengobatan bagi rematik polimialgia belum diketahui, tetapi gejala-gejalanya dapat dihindari melalui kombinasi pengobatan. Tujuannya adalah untuk mengurangi secara signifikan kekambuhan dan pencegahan gejala-gejala tersebut agar tidak memburuk.

Kondisi ini biasanya dirancukan dengan fibromialgia karena keduanya menyebabkan nyeri otot (karena itu disebut mialgia). Bagaimanapun juga keduanya berbeda. Terlepas dari fakta bahwa PMR menyerang bagian tubuh tertentu dan juga merupakan jenis peradangan otot. Seseorang dengan fibromialgia, memiliki kepekaan terhadap nyeri otot dan tulang belakang (muskuloskeletal) terutama pada titik-titik pemicu. Seseorang didiagnosis dengan fibro memiliki setidaknya 11 titik pemicu.

PMR juga biasanya dihubungkan dengan radang dinding arteri (arteritis) sel raksasa, juga mengacu pada arteritis temporal, yaitu gangguan peradangan yang mempengaruhi kulit kepala, lengan, dan arteri leher.

Dari 100.000 orang di Amerika Serikat yang berusia lebih dari 50 tahun, setidaknya 700 orang didiagnosis dengan PMR.

Penyebab Kondisi

Penyebab utama dari rematik polimialgia tidak diketahui, walaupun beberapa penelitian mengutip sebagai berikut:

  • Usia – penyakit ini sangat jarang diderita oleh seseorang berusia di bawah 50 tahun, meskipun tetap memiliki kemungkinan untuk terjadi dengan cepat seiring pertambahan usia. Penyakit ini biasanya didiagnosis pada mereka yang berusia di atas 65 tahun (usia rata-rata adalah 70 tahun).

  • * Arteritis Sel Raksasa (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/radang-arteri-sel-raksasa/)* – Ahli kesehatan tidak dapat menjelaskan hubungan antara arteritis sel raksasa dan PMR, tetapi mereka biasanya terjadi bersamaan, atau salah satunya meningkatkan risiko yang lain.

  • Genetik dan Ras – pada penelitian Marco Cimmino yang diterbitkan dalam Sejarah Penyakit Rematik, genetik telah lama dipercaya menjadi penyebab PMR karena kelazimannya di daerah tertentu di dunia. Penyakit ini biasanya umum terdapat di Eropa Utara dibandingkan Eropa Selatan. Sementara PMR juga tinggi di Amerika serikat, banyak dari pasien ditemukan di Minnesota yang nenek moyangnya berasal dari Skandinavia. Sementara itu, mereka dengan garis keturunan Afrika-Amerika atau Afrika jarang memiliki gangguan ini.

Gangguan ini juga berhubungan dengan HLA-DR4, gen sistem kekebalan tubuh dan ditemukan di lebih dari 65% keturunan Eropa.

  • Jenis Kelamin – Wanita memiliki resiko lebih tinggi mengidap PMR dibandingkan pria, terlebih jika mereka merupakan keturunan Kaukasia. Bagaimanapun juga, pria yang didiagnosa dengan arteritis sel raksasa memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kebutaan jika tidak diobati.

  • Paparan Lingkungan – Karena PMR adalah infeksi yang mempengaruhi sendi dan otot, beberapa orang percaya bahwa virus dapat pula memicu gejala-gejala penyakit ini dan pada akhirnya menyebabkan gangguan tersebut. Namun, belum jelas virus apa yang menjadi pemicu.

  • Reaksi Kekebalan Tubuh Abnormal – Sistem kekebalan tubuh bertugas melindungi tubuh dari ancaman, seperti virus dan bakteri. Ketika ancaman menyerang tubuh, sel imun di sekitar bagian tersebut akan melawan atau bahkan membunuh mereka. Namun, terkadang mereka merespon tidak normal di mana mereka menyerang jaringan tubuh yang menyebabkan peradangan.

Gejala-Gejala Utama

  • Kekakuan terutama di pagi hari
  • Nyeri otot yang mempengaruhi leher, pundak, dan panggul
  • Kesulitan bergerak
  • Kehadiran radang dinding arteri (arteritis) sel raksasa
  • Nyeri sendi terutama di pergelangan tangan dan lengan
  • Sakit yang menjalar dari bokong hingga ke paha
  • Kelelahan atau kelesuan
  • Penurunan berat badan seketika
  • Suasana hati yang depresi
  • Demam ringan
  • Peluh berlebihan di malam hari
  • Pembengkakan sendi dan tendon
  • Nyeri pada jaringan yang meradang
  • Kekakuan otot ketika berada dalam posisi yang sama (misalnya duduk) untuk jangka waktu yang lama.

Siapa yang Harus Ditemui dan Perawatan yang Tersedia

Seseorang yang diperkirakan atau didiagnosis dengan PMR harus bekerja sama dengan ahli rematik atau rematologis, dokter atau ahli penyakit dalam yang berwenang untuk mendiagnosis, mengobati, dan mengelola penyakit yang berhubungan dengan rematik.

Untuk mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh termasuk mengenali titik sakit dari nyeri otot terutama di panggul, pundak, dan leher. Persendian di tangan, lutut, dan leher juga seringkali sedikit membengkak. Pemeriksaan suhu tubuh juga dilakukan sembari mengkaji gejala, sejarah keluarga, dan penyakit lainnya. Jika seseorang pernah didiagnosis dengan arteritis sel raksasa, kemungkinan besar, dokter akan memperkirakan dan mempertimbangkan PMR ketika dilakukan pemeriksaan fisik.

Dokter juga dapat meminta tes darah untuk memastikan LED (Laju Endap Darah), yang meyakinkan bahwa terjadi peradangan dalam tubuh walaupun tidak dapat menetapkan dimana atau penyebab pastinya. Pengujian lain akan mengukur fungsi hati dan protein C-reaktif.

Tes gambar seperti MRI dan USG dilakukan untuk mengenali letak tepat pembengkakan atau nyeri.

Sebagai tindak perawatan, pilihan pertama adalah meresepkan obat, biasanya kortikosteroid yang mengurangi peradangan, untuk meringankan rasa sakit dan kekakuan otot dengan cepat. Karena adanya kemungkinan efek samping yang serius pada obat-obatan ini, seperti pengeroposan tulang, seorang pasien biasanya diberikan hanya dalam dosis rendah, sekitar 10 mg. Gejalanya akan menghilang setelah konsumsi obat pertama atau selama 3 minggu. Jika tidak, penyebab nyeri kemungkinan bukan PMR.

Dosis obat yang diberikan harus semakin dikurangi hingga dokter menemukan yang paling tepat untuk mencegah gejala-gejala penyakit dan hampir menghilangkan efek sampingnya.

Sementara itu, mereka yang telah didiagnosis dengan tekanan darah tinggi, diabetes, glaukoma, dan radang lambung dapat memperoleh steroid melalui suntikan.

NSAID (Obat-obatan anti peradangan tanpa steroid) biasanya diberikan untuk membantu menghilangkan nyeri sementara, tetapi beberapa dokter berpendapat bahwa mereka tidak bekerja baik untuk melawan PMR.

Dokter juga dapat menyarankan:

  • Perubahan gaya hidup menyeluruh termasuk menghindari rokok dan konsumsi alkohol berlebihan
  • Peningkatan kegiatan fisik karena berada dalam posisi yang sama seperti duduk dalam waktu yang lama biasanya akan memicu kekakuan otot
  • Latihan, terutama dengan beban
  • Diet kaya vitamin D dan kalsium (asupan kalsium harus ditingkatkan jika pasien mengkonsumsi kortikosteroid karena obat tersebut melawat efek dari mineral).
    Tinjauan Pustaka:

  • Hellmann DB. Giant Cell Arteritis, Polymyalgia Rheumatica, and Takayasu's Arteritis. In: Firestein GS, Budd RC, Gabriel SE, et al, eds. Kelley's Textbook of Rheumatology. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 88.

  • American College of Rheumatology
Bagikan informasi ini: