Apa itu Kegagalan Ovarium Prematur?

Ovarium adalah sepasang kelenjar kecil yang ditemukan di setiap sisi rahim. Kelenjar tersebut merupakan bagian dari sistem reproduksi dan endokrin wanita. Peran utama ovarium adalah menghasilkan sel telur dan hormon wanita. Setiap bulan, ovarium yang sehat akan melepaskan sel telur yang siap untuk dibuahi. Proses ini akan berhenti pada saat seorang wanita memasuki masa menopause, sekitar usia 50 tahun.

Namun, penyakit tertentu dapat mempengaruhi ovarium dan menyebabkan ovarium gagal menghasilkan sel telur pada wanita yang masih memiliki usia subur. Ini berarti bahwa ovarium berhenti menghasilkan sel telur sebelum usia 40 tahun. Kondisi tersebut, sering disebut kegagalan ovarium prematur (prematur ovarian failure / POF), yang bisa berakibat pada ketidaksuburan.

Meskipun memiliki gejala yang sama, POF tidak boleh disalahartikan sebagai menopause prematur. Tidak seperti pada masa menopause, wanita dengan POF masih bisa menstruasi meski tidak teratur (setiap bulan). Terkadang, mereka hanya menstruasi sebanyak tiga sampai empat kali dalam setahun. Oleh karena itu, mereka masih memiliki kesempatan untuk hamil. Namun, peluang mereka untuk hamil sangat kecil bila dibandingkan dengan wanita yang memiliki ovarium sehat.

Saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan ataupun mencegah POF. Pengobatan yang tersedia saat ini biasnya digunakan hanya untuk menghilangkan gejalanya.

Penyakit ini mempengaruhi 1 dari setiap 100 wanita di bawah usia 40 tahun.

Penyebab Kegagalan Ovarium Prematur

Seringkali, dokter tidak dapat menemukan alasan atau penjelasan mengapa POF terjadi pada beberapa wanita. Namun, dalam beberapa kasus, kelainan ini terkait dengan hal berikut:

  • Gangguan autoimun - Kadangkala, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan yang sehat karena alasan yang tidak diketahui. Dalam kasus ini, ia menyerang kelenjar endokrin dan ovarium. Hal ini menyebabkan kerusakan folikel yang mengandung sel telur. Wanita dengan faktor autoimun disarankan untuk menjalani pemeriksaan rutin untuk memeriksa fungsi kelenjar adrenal dan tiroid mereka. Kegagalan kelenjar ini bisa berakibat tidak hanya POF tapi juga masalah medis lainnya yang mengancam nyawa.

  • Genetika - Beberapa wanita dengan POF telah ditemukan memiliki kromosom Y. Inilah salah satu alasan mengapa tumor ovarium terbentuk. Selain itu, mereka hanya memiliki satu kromosom X normal, bukan dua.

  • Radiasi dan kemoterapi - Wanita yang memiliki kanker pada masa kanak-kanak memiliki risiko POF yang lebih tinggi dari rata-rata. Risiko mereka semakin meningkat jika mereka telah menjalani radiasi dan kemoterapi.

  • Racun - Beberapa periset percaya bahwa paparan toksin meningkatkan risiko POF. Racun ini termasuk virus, bahan kimia, dan asap rokok.

Jika tidak diobati, gangguan tersebut bisa membuat pasien mandul. Hal ini juga dapat menyebabkan osteoporosis dan penyakit jantung. Pada banyak pasien, hal itu juga menyebabkan depresi berat dan kecemasan.

Gejala Utama Kegagalan Ovarium Prematur

  • Menstruasi tidak teratur - 100% pasien dengan POF mengalami menstruasi yang tidak teratur. Beberapa mendapatkan menstruasi mereka hanya beberapa kali dalam setahun. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua wanita dengan gejala ini menderita POF. Hal ini dapat terjadi karena sejumlah alasan yang berbeda. POF adalah salah satu penyebab yang kurang umum. Lebih sering, hal itu terjadi karena stres dan gangguan tertentu. Ini termasuk sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan masalah ginekologi.

  • Kesulitan untuk hamil - Mayoritas pasien tidak subur. Ini berarti mereka tidak hamil bahkan setelah setidaknya satu tahun berhubungan seks tanpa kondom.

  • Gejala seperti menopause - Penderita sering mengeluh kegerahan, berkeringat di malam hari, dan vagina kering.

  • Penurunan dorongan seks - Beberapa pasien biasanya kehilangan minat pada seks, sebagian dikarenakan rasa sakit saat bersenggama.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Setiap perubahan pada siklus menstruasi seorang wanita perlu dikonsultasikan ke seorang ginekolog. Sebab, perubahan tersebut selalu menandakan adanya masalah pada ovarium. Seringkali, penyebabnya bisa diobati apabila didiagnosis lebih awal. Tes umum yang digunakan untuk mendiagnosisnya adalah:

  • Tes Kehamilan - Ini adalah tes standar yang digunakan saat seorang wanita tiba-tiba berhenti mendapatkan menstruasi bulanannya. Jika hasilnya negatif, tes lain akan digunakan untuk mengetahui penyebab lainnya.

  • Tes darah dan urine - Tes ini digunakan untuk memeriksa kadar hormon perangsang folikel (FSH) dan estradiol, yang merupakan jenis estrogen. Pada wanita dengan POF, kadar FSH secara abnormal tinggi sementara kadar estradiol tidak normal.

  • Tes genetik - Ini digunakan untuk mendeteksi cacat kromosom yang mungkin bisa menjelaskan gejala yang dialami oleh pasien.

  • Kaji ulang riwayat kesehatan pasien - Dokter ingin mengetahui apakah pasien memiliki riwayat kanker masa kanak-kanak dan apakah mereka menerima pengobatan kanker di masa lalu.

  • Kaji ulang gejala pasien - Dokter akan menanyakan kapan gejala dimulai dan bagaimana tingkat keparahannya.

Pengobatan

Pengobatan POF berfokus untuk menghilangkan gejala yang dialami. Tak satu pun dari perawatan yang tersedia dapat menyembuhkan atau membalikkan efek dari penyakit ini. Pengobatan standar untuk POF adalah terapi hormon. Pasien akan diberi hormon yang tidak bisa dihasilkan lagi atau hanya dihasilkan sedikit oleh tubuh mereka. Terapi ini dapat mengurangi perasaan gerah, vagina kering serta berkeringat di malam hari. Hal ini juga diyakini memiliki manfaat jangka panjang dalam menurunkan risiko demensia dan penyakit jantung. Pasien juga akan disarankan untuk mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D, karena terjadi peningkatan risiko keropos tulang.

Pasien yang ingin memiliki anak dapat mempertimbangkan bayi tabung. Prosedur ini melibatkan mengekstrak sel telur dan pembuahan dengan sperma di laboratorium. Pasien dan pasangannya bisa memilih sel telur donor yang bisa digunakan untuk prosedur ini.

Penting untuk dicatat bahwa bayi tabung sangat mahal di banyak negara. Pasangan juga harus mengerti bahwa proses tersebut dapat menyebabkan stres secara emosional dan tidak memberikan jaminan kesuksesan sebesar 100%. Tingkat keberhasilan di banyak klinik kesuburan bisa setinggi 55%. Ini berarti setidaknya ada kemungkinan 45% kemungkinan prosedur gagal. Namun, banyak pasangan yang impiannya telah teralisasikan untuk memiliki anak dengan metode ini.

Rujukan:

  • AskMayoExpert. Menopausal hormone therapy: What factors influence the risk to benefit ratio associated with menopausal hormone therapy? Rochester, Minn.: Mayo Foundation for Medical Education and Research; 2014.

  • Facts about menopausal hormone therapy. National Heart, Lung, and Blood Institute. http://www.nhlbi.nih.gov/health/resources/heart/menopausal-hormone-therapy-facts.

  • The 2012 hormone therapy position statement of The North American Menopause Society. Menopause: The Journal of the North American Menopause Society. 2012;19:257.

Bagikan informasi ini: