Apa itu Luka Tekan?

Luka tekan adalah cedera yang muncul saat tulang menggencet permukaan luar kulit dalam waktu yang lama. Luka ini juga dikenal sebagai bedsore. Ini sangat umum dialami oleh orang yang kerap berbaring di tempat tidur sepanjang hari dan memakai kursi roda. Luka tekan dapat timbul di bagian tubuh mana pun. Namun, ini sering kali muncul di area yang bertulang, seperti tulang ekor atau tulang belakang.

Bedsore dapat bersifat ringan, sedang, atau berat. Kondisi ringan dapat menyebabkan peradangan dan perubahan warna kulit. Kulit akan tampak kemerahan atau kebiruan. Ini pun mungkin sensitif terhadap sentuhan dan terasa sangat gatal. Luka ringan bereaksi dengan baik terhadap pengobatan. Namun jika tidak segera diobati, ini cenderung akan memburuk. Kulit akan menjadi sangat tipis dan sobek. Ini mengakibatkan luka yang menyakitkan atau lubang yang dalam. Luka ini tidak hanya sampai ke permukaan kulit yang lebih dalam, namun hingga ke bagian tulang dan otot di sekitarnya. Kondisi seperti ini meningkatkan risiko abses dan infeksi.

Luka tekan yang sifatnya lebih parah sangat sulit untuk disembuhkan. Serta memerlukan waktu yang lama untuk sembuh. Oleh sebab itu, tindakan terbaik adalah untuk mencegahnya. Luka tekan dapat dihindari dengan cara mengubah posisi tidur pasien setiap dua jam atau setiap 15 menit jika mereka duduk di kursi roda. Ini akan mengurangi tekanan dan melancarkan peredaran darah mereka.

Penyabab Luka Tekan

Luka tekan terjadi akibat tekanan pada kulit yang berkepanjangan. Ini merupakan masalah yang umum bagi pasien paralisis dan koma. Bagian tubuh yang paling berisiko adalah area yang bersentuhan langsung dengan permukaan pendukung, seperti kursi roda atau tempat tidur.

Bedsore muncul saat pasokan darah ke bagian tubuh tertentu terhambat. Tanpa pasokan oksigen dan gizi yang cukup, jaringan kulit menjadi lebih rentan terluka. Kulit yang terluka juga dapat terinfeksi karena kekurangan pasokan sel darah putih.

Beberapa orang lebih rentan terhadap jenis luka ini. Ini termasuk orang-orang yang mengidap penyakit yang mengganggu aliran darah normal, serta gangguan jiwa yang parah. Orang-orang yang juga berisiko tinggi mengalaminya adalah lansia dan pasien yang harus berbaring karena dalam perawatan jangka panjang.

Penyebab lainnya adalah kontak berkepanjangan dengan urin dan gesekan pada kulit yang berbatasan atau dengan pakaian.

Gejala Utama Luka Tekan

Gejala luka tekan tergantung pada tingkat atau keparahannya. Tingkat satu, luka tekan ditandai dengan perubahan warna kulit. Kulit tampak berwarna biru atau ungu pada pasien berkulit yang agak gelap, dan merah pada pasien berkulit lebih cerah. Tingkat satu adalah bentuk luka yang paling ringan. Kulit yang terluka masih utuh dan tidak terinfeksi. Saat didiamkan dan tidak diobati, luka ini dapat melepuh atau menjadi luka terbuka yang menyakitkan. Tingkat dua ditandai dengan pengikisan kulit atau kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Sedangkan luka tekan tingkat tiga ditandai dengan kerusakan jaringan kulit. Luka ini akan tampak seperti lubang yang dalam. Luka tekan tingkat empat adalah bentuk yang paling parah. Ini ditandai dengan kerusakan yang merambah hingga ke tulang dan otot, juga disertai dengan kematian jaringan.

Komplikasi dari luka tekan dapat bersifat sangat serius. Ini termasuk infeksi tulang dan sendi. Ini juga meningkatkan risiko sepsis dan amputasi, serta kanker kulit.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Bedsore didiagnosis melalui pemeriksaan visual. Penyedia layanan kesehatan yang berspesialisasi merawat luka dan ulkus dapat menentukan keparahan luka tekan melalui pemeriksaan fisik.

Luka tekan tingkat satu dibersihkan dengan larutan pembersih yang lembut. Lalu luka ditutup dengan perban untuk mencegah infeksi dan membantu penyembuhan. Perban spesial digunakan untuk menjaga jaringan sehat di sekitarnya agar tetap kering. Perban juga akan mendorong pertumbuhan sel-sel kulit baru. Obat-obatan topikal, seperti salep dan krim, juga digunakan untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih parah. Ini juga membantu mengurangi rasa gatal. Penting untuk sering mengubah posisi pasien. Dokter harus memastikan jika tak ada tekanan langsung terhadap luka tekan, hingga kulit pasien benar-benar sembuh.

Jika kulit pasien sobek, dokter akan fokus untuk mencegah infeksi. Pasien diberi krim antiseptik dan antibiotik untuk mencegah atau mengobati infeksi, jika sudah terjadi. Untuk meredakan nyeri, pasien akan diberi obat-obatan.

Pada kasus yang parah diperlukan pengangkatan jaringan yang mati agar luka dapat sembuh. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan jet air bertekanan tinggi atau gelombang energi berfrekuensi rendah. Jaringan yang mati juga dapat diangkat dengan energi laser atau prosedur debridema. Jika luka terlalu besar, itu akan ditutup melalui prosedur operasi. Caranya dengan merapatkan seluruh tepi luka. Luka juga dapat ditutupi oleh jaringan yang diambil dari bagian tubuh pasien yang lain. Operasi dapat dibilang berisiko dan ada kemungkinan komplikasi, karena banyak pasien yang memang berada dalam kondisi kesehatan yang buruk.

Luka tekan stadium awal bereaksi dengan baik terhadap pengobatan. Pada pasien yang tidak mengidap penyakit apa pu, luka dapat sembuh dalam beberapa minggu. Prognosisnya pun jauh lebih baik jika pasien menjalani pola makan yang sehat dan seimbang, karena ini membantu mempercepat penyembuhan luka. Namun, prognosis bagi kondisi yang lebih parah tergantung pada sejumlah faktor. Ini termasuk pengobatan yang didapatkan pasien yang sudah sesuai dan tepat waktu, serta mereka tidak mengidap penyakit lain. Penyakit arteri perifer, diabetes, dan kekurangan gizi dapat menghambat pengobatan. Jika tidak ditangani dengan baik, prognosis jangka panjangnya akan menjadi buruk.

Luka tekan dikenal dapat menyebabkan komplikasi serius. Itulah sebabnya, tindakan pencegahan lebih diutamakan. Pasien atau perawatnya akan diajari cara mengganti posisi pasien sesering mungkin. Pasien juga dianjurkan untuk memakai bantal atau kasur khusus yang dapat membantu mengurangi tekanan.

Penting bagi pasien untuk menjaga kulit mereka agar tetap bersih dan kering. Cara ini dapat mengurangi risiko luka tekan dan infeksi. Mereka juga harus memeriksa kulit mereka secara rutin untuk mengamati tanda-tanda awal dari luka tekan.

Rujukan:

  • National Pressure Ulcer Advisory Panel (NPUAP) announces a change in terminology from pressure ulcer to pressure injury and updates the stages of pressure injury. National Pressure Ulcer Advisory Panel.Available at http://www.npuap.org/national-pressure-ulcer-advisory-panel-npuap-announces-a-change-in-terminology-from-pressure-ulcer-to-pressure-injury-and-updates-the-stages-of-pressure-injury.

  • Bergstrom N, Bennett MA, Carlson CE, et al. Treatment of Pressure Ulcers. Clinical Practice Guideline Number 14.Agency for Health Care Policy and Research, Public Health Service. Rockville, MD: US Department of Health and Human Services; 1994. AHCPR Publication No. 95-0642.:

  • Pham B, Teague L, Mahoney J, Goodman L, Paulden M, Poss J, et al. Early prevention of pressure ulcers among elderly patients admitted through emergency departments: a cost-effectiveness analysis. Ann Emerg Med. 2011 Nov. 58(5):468-78.e3.

Bagikan informasi ini: