Apa itu Radang Mata?

Radang mata adalah suatu kondisi yang ditandai dengan pembengkakan satu atau lebih bagian mata dan disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi sampai penyakit tertentu yang dikenal sebagai radang okular.

Mata terdiri dari tiga lapisan yang berbeda: retina, uvea, dan sklera. Retina adalah lapisan yang paling dalam, sedangkan uvea mengandung pembuluh darah dan arteri yang mengalirkan darah ke mata. Lapisan yang paling luar, yang disebut sklera, berfungsi sebagai pelindung dan berwarna putih. Saraf optik yang menyampaikan sinyal dari mata ke otak menampilkan informasi visual adalah saraf yang terhubung dengan sklera di bagian belakang mata.

Radang mata dapat terjadi di semua lapisan mata. Oleh karena itu, kondisi ini dibedakan berdasarkan bagian mata yang mengalami peradangan. Radang mata dapat dibedakan menjadi skleritis, anterior uveitis, posterior uveitis, dan panuveitis, yang merupakan istilah umum untuk peradangan pada seluruh mata.

Penyebab Radang Mata

Semua jenis radang mata memiliki satu atau lebih penyebab. Namun, dalam beberapa kasus, dokter tidak dapat mengetahui penyebab radang mata.

  • Skleritis (anterior/posterior) – Kondisi ini dibedakan lagi menjadi empat jenis: diffuse anterior, nodular, necrotising, dan scleromalacia perforans. Walaupun ada banyak kondisi yang diketahui dapat menyebabkan skleritis, hampir 50% kasus skleritis tidak diketahui penyebabnya. Kemungkinan penyebab skleritis adalah rheumatoid artritis, Lupus Eritematosus Sistemik, Polyarteritis nodosa, dan radang usus.

  • Anterior uveitis – Radang pada bagian mata ini biasanya meliputi iris dan tubuh siliari. Kondisi ini biasanya terjadi akibat komplikasi dari penyakit pada bagian tubuh lainnya, seperti tuberkulosis, radang usus atau kolitis.

  • Intermediate Uveitis – Dari berbagai jenis uveitis, intermediate uveitis memiliki presentase tertinggi sebagai kondisi yang tidak diketahui penyebabnya. 69% kasus uveitis tidak diketahui penyebabnya dan 22% disebabkan oleh sarkoid. Sisanya biasanya disebabkan oleh multiple sklerosis atau Lyme. Jenis uveitis ini lebih banyak diderita oleh anak muda.

  • Posterior Uveitis – 90% kasus posterior uveitis disebabkan oleh sebuah kondisi yang bernama ocular toxoplasmosis. Kasus lainnya dapat disebabkan oleh alergi atau penyakit pada sistem kekebalan tubuh, namun berbagai penyakit menular dan tidak menular juga dapat menyebabkan kondisi ini.

  • Panuveitis – Panuveitis adalah peradangan pada seluruh bagian mata yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi dan penyakit, termasuk sarkoidosis, endoftalmitis menular, penyakit Vogt-Koyanagi-Harada, dan penyakit Behcet.

Gejala Utama Radang Mata

Gejala dari radang mata bergantung pada bagian mata yang terkena radang. Skleritis akan menyebabkan gejala seperti nyeri, mata merah, dan mata berair. Anterior uveitis akan menyebabkan mata merah, nyeri, mata berair, fotofobia (kepekaan tinggi terhadap cahaya), atau bertambahnya tekanan pada mata. Kondisi ini bisa saja mengganggu penglihatan. Intermediate uveitis akan menyebabkan gejala seperti penglihatan yang melayang atau buram. Pasien yang mengalami posterior uveitis kemungkinan penglihatannya akan menjadi buram. Pasien yang didiagnosis terkena panuveitis kemungkinan akan mengalami semua gejala yang telah disebutkan di atas.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pasien yang mengalami gejala yang telah disebutkan di atas harus segera melakukan konsultasi dengan dokter mata. Apabila radang mata terlambat ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius, termasuk kebutaan permanen.

Untuk membuat diagnosis yang akurat, serangkaian tes harus dilakukan. Tes ini biasanya meliputi evaluasi menyeluruh dari kondisi pasien, pemeriksaan riwayat kesehatan pasien, dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mencari bukti visual dari radang mata. Tes laboratorium lainnya juga akan dilakukan untuk mencari penyebab lainnya, seperti infeksi atau penyakit sistem kekebalan tubuh. Sementara itu, mata akan diperiksa dengan berbagai tes mata, seperti grafik mata atau tes ketajaman penglihatan (acuity visual), tes tekanan okular, tes slit lamp, dan pemeriksaan funduskopi.

  • Tes ketajaman penglihatan atau tes grafik mata dilakukan untuk mengetahui apakah kemampuan penglihatan Anda sudah menurun.
  • Tes tekanan okular bertujuan untuk mengetahui tingkat tekanan di dalam mata dan dilakukan dengan sebuah alat bernama tonometer.
  • Tes slit lamp adalah pemeriksaan mata non-invasif yang dilakukan untuk memeriksa seluruh bagian mata.
  • Pemeriksaan funduskopi dilakukan untuk memeriksa bagian belakang dari bagian dalam mata. Tindakan ini juga bersifat non-invasif dan dilakukan dengan oftalmoskop.

Tes mata diharapkan dapat membantu dokter mata menentukan jenis radang mata dan tingkat keparahannya. Setelah membuat diagnosis, dokter akan merancang rencana pengobatan yang disesuaikan dengan penyebab kondisi dan bagian mata yang terkena radang.

Anterior uveitis biasanya diobati dengan obat tetes mata yang mengandung steroid. Obat tetes mata akan membuat pupil membesar dan mencegah kontraksi otot.

Interior uveitis, posterior uveitis, dan panuveitis diobati dengan obat oral, suntikan di sekitar mata, atau kapsul time-release yang ditanam di dalam mata. Dokter juga dapat memberikan obat-obatan untuk menekan sistem kekebalan tubuh apabila sistem kekebalan tubuh menyebabkan terjadinya atau memperburuk radang mata.

Harus dipahami bahwa dokter mata bisa saja tidak mengetahui penyebab radang mata karena masih banyak hal yang belum diketahui tentang uveitis dan radang okular. Peneliti di seluruh dunia, seperti yang ada di National Eye Institute, terus meneliti dan menginvestigasi kemungkinan penyebab radang mata untuk merancang metode pengobatan baru dan mengetahui faktor risiko radang mata.

Rujukan:

  • Olitsky SE, Hug D, Smith LP. Disorders of vision. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 613.

  • Thurtell MJ, Tomsak RL. Vision loss. In: Daroff RB, Fenichel GM, Jankovic J, Mazziotta JC, eds. Bradley's Neurology in Clinical Practice. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 14.

  • U.S. Preventive Services Task Force. Screening for Impaired Visual Acuity in Older Adults. U.S. Preventive Services: Task Force recommendation statement. Ann Intern Med. 2009;151:37-43.

  • Yanoff M, Cameron D. Diseases of the visual system. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 431.

Bagikan informasi ini: