Apa itu Dermatomiositis?

Dermatomiositis adalah penyakit otot langka yang seringkali didahului dengan timbulnya bercak pada kulit. Dermatomiositis akan menyebabkan otot melemah secara keseluruhan dan dapat menjadi fatal bagi pasien dewasa karena penyakit ini menyebabkan komplikasi seperti kanker, penyakit paru, pneumonia, kekurangan nutrisi, dan gagal paru-paru. Penyakit ini merupakan bagian dari jenis penyakit otot bernama radang miopati, yang meliputi polimiositis, dermatomiositis/polimiositis juvenile, amyopathic dermatomyositis, dan antisynthetase syndrome.

Penyakit ini dapat diderita oleh pasien dari berbagai usia, jenis kelamin, dan ras, namun statistik menunjukkan bahwa penyakit ini lebih banyak diderita oleh wanita, terutama wanita yang berusia 50-70 tahun.

Penyebab Dermatomiositis

Penyebab pasti dermatomiositis masih belum diketahui, namun peneliti percaya bahwa kelainan sistem imun berperan besar dalam menyebabkan penyakit ini. Bahkan, banyak ciri-ciri penyakit ini yang mirip dengan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem imun keliru mengira bahwa jaringan tubuh merupakan benda asing dan menyerang jaringan tubuh,

Pada dermatomiositis, bagian tubuh yang pertama terserang adalah pembuh darah kecil dan hal ini nantinya akan menyebabkan degenerasi otot.

Gejala Utama Dermatomiositis

Sebagian besar penderita dermatomiositis akan mengalami ruam kulit beberapa minggu atau beberapa bulan sebelum otot mulai melemah. Ruam ini biasanya berwarna merah kebiru-unguan dan dapat timbul dalam titik kecil atau besar. Banyak pasien yang mengalami ruam pada wajah mereka, terutama pada kelopak mata, hidung, dan pipi. Namun, ruam juga dapat timbul pada bahu, siku, dan dada.

Gejala lainnya adalah kulit kepala yang bersisik, rambut yang menipis, titik ungu di bagian tulang, dan kelopak mata yang berwarna ungu. Pada pasien anak dan remaja, gejala yang paling umum adalah kalsinosis, atau timbulan benjolan yang keras dan berwarna kuning di bawah kulit. Beberapa pasien juga dapat mengalami pembengkakan sendi, terutama pada jari.

Pada beberapa pasien, ruam dapat tidak terjadi bersamaan dengan gejala lain, namun pasien lain dapat mengalami gatal atau nyeri yang terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam.

Harus diingat bahwa ruam kulit sering terjadi sebelum otot melemah, namun pada beberapa kasus, melemahnya otot dapat terjadi bersamaan dengan ruam kulit. Otot pertama yang biasanya melemah adalah otot di dekat dada dan perut, sehingga pasien akan mengalami kesulitan berjalan, menaiki tangga, jongkok, dan mengangkat benda berat.

Seiring memburuknya kondisi pasien, pasien akan semakin kesulitan mengangkat lengan mereka, menyisir rambut, dan menelan.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Pengobatan yang Tersedia

Apabila Anda mengalami gejala dermatomiositis, terutama ruam kulit, Anda harus segera menemui dokter. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, melemahnya otot dapat terjadi dalam hitungan minggu, bulan, atau tahun setelah timbulnya ruam kulit, namun kondisi ini juga dapat terjadi bersamaan dengan ruam kulit.

Untuk mendiagnosis dermatomiositis, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan Anda, kemudian melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh untuk mengevaluasi gejala Anda. Beberapa tes juga akan dilakukan, termasuk MRI, EKG, biopsi kulit, biopsi otot, dan tes darah.

Apabila pasien sudah dipastikan terkena dermatomiositis, dokter akan segera memberikan rencana pengobatan. Harap diingat bahwa kondisi ini tidak dapat disembuhkan, namun gejalanya dapat dikurangi. Bahkan, tujuan utama dari pengobatan adalah untuk menangani penyakit kulit dan otot serta memperlambat proses memburuknya penyakit.

Obat-obatan seperti kortikosteroid oral dan immunosuppressive atau obat sitotoksik dapat membantu memperlambat proses memburuknya penyakit. Obat lain seperti penghambat saluran kalsium, colchicine, dan hidroksiklorokuin dapat membantu menangani gejala penyakit kulit.

Pasien juga harus melakukan tindakan pencegahan untuk menangani kondisi mereka. Tindakan pencegahan ini termasuk menghindari terkena terlalu banyak sinar matahari, istirahat yang cukup, dan mengikuti pola makan yang benar.

Untuk kasus yang serius, dokter dapat memberikan terapi fisik dan berbicara untuk menangani melemahnya otot dan sendi serta kesulitan menelan.

Seiring memburuknya kondisi pasien, kemungkinan besar pasien juga akan semakin kesulitan mengunyah dan menelan. Kemudian, dokter yang bertugas akan meminta bantuan dari ahli pola makan untuk dapat lebih membantu pasien.

Tergantung pada keparahan kondisi pasien dan kesehatannya secara keseluruhan, dokter dapat memilih untuk melakukan tindakan invasif seperti transfusi darah yang telah dimurnikan yang mengandung antibodi yang sehat untuk menghentikan antibodi yang menyerang sistem imun. Operasi untuk menghilangkan timbunan kalsium juga dapat dilakukan, terutama apabila pasien mengalami nyeri yang sangat menyakitkan.

Sebagian besar pasien harus menjalani pengobatan seumur hidupunya. Hanya sekitar 20% pasien yang gejalanya akan berkurang drastis. Pasien yang terkena penyakit lain, seperti penyakit atau kanker jantung dan paru, kemungkinan akan lebih sulit pulih dari dermatomiositis.

Tanpa adanya obat, pasien dapat kesulitan beradaptasi dengan kondisi mereka, terutama saat kondisi mereka mulai memburuk. Namun, dengan bantuan yang tepat dan sikap optimis dalam pengobatan, kemungkinan pasien dapat tetap produktif selama sisa hidupnya tetaplah tingi.

Rujukan:

  • Jorizzo JL, Vleugels RA. In: Bolognia JL, Jorizzo JL, Schaffer JV, et al, eds. Dermatology. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevir; 2012:chap 42.
Bagikan informasi ini: