Apa itu Neuritis Optik?

Neuritis opitk adalah kondisi mata di mana lapisan mielin pada saraf optik meradang. Kondisi ini dapat menyerang satu atau kedua mata.

Saraf optik, yang merupakan saluran saraf, adalah saraf utama yang berhubungan dengan otak dan mengirimkan rangsangan visual dari retina menuju batang otak dan ke korteks oksipital, yaitu bagian otak yang bertugas untuk mengenali penglihatan. Di sisi lain, selubung mielin merupakan lapisan pelindung yang melindungi saraf optik; juga memberikan pelindungan pada saluran saraf. Jadi, jika peradangan terjadi, seluruh fungsi mata lah yang terkena.

Penyebab Neuritis Optik

Penyebab pasti dari peradangan yang menyebabkan neuritis optis masih belum diketahui, namun saat ini kondisi tersebut dianggap sebagai gangguan autoimun, yang mungkin dipicu oleh infeksi.

Data statistik menunjukan kondisi ini umumnya diderita oleh:

  • Orang dewasa muda berumur 20-40 tahun
  • Perempuan

Kondisi neuritis optik juga secara luas diangap sebagai kemungkinan atau gejala awal dari sklerosis ganda. Bahkan, orang yang menderita neuritis optik memiliki risiko sekitar 50% terserang sklerosis ganda selama 15 tahun ke depan. Pemindaian MRI pasien yang menderita neuritis optik yang tidak memiliki riwayat sklerosis ganda juga menunjukan adanya kelainan, seperti lesi otak, benda putih tak normal, seperti yang ditemukan pada beberapa pasien.

Kondisi ini juga terkait dengan neuromyelitis optica, yaitu gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan saraf optik serta sumsum tulang belakang. Namun, penelitian menunjukan bahwa neuritis optik yang berhubungan dengan kondisi tersebut cenderung lebih parah daripada yang muncul bersamaan dengan sklerosis ganda.

Namun, ketika tidak berhubungan dengan kedua penyakit tersebut, neuritis optik dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:

  • Bakteri atau infeksi virus, dan penyakit terkait (termasuk TBC, penyakit Lyme, hepatitis B, HIV, herpes zoster, ensefalitis, sinusitis, dan banyak lainnya)
  • Arteritis kranial, atau radang selaput arteri pada tengkorak
  • Diabetes
  • Sarkoidosis
  • Sengatan Lebah
  • Lupus sistemik
  • Vaskulitis
  • Efek samping obat tertentu, seperti ethambutol (yaitu obat yang digunakan untuk mengobati tuberculosis)
  • Racun seperti timbal, kina, arsenik, dan metil alkohol
  • Terapi radiasi
  • Neuropati optik turunan
  • Kekurangan vitamin B12

Gejala Utama Neuritis Optik

Gejala utama dari neuritis optik meliputi:

  • Penglihatan kabur
  • Hilangnya penglihatan, lebih sering hanya pada satu mata, namun terkadang keduanya
  • Sakit mata, terutama ketika mata bergerak
  • Buta warna
  • Pengelihatan kabur
  • Kehilangan kontras visual atau penglihatan kurang jelas
  • Menurunnya kecerahan penglihatan
  • Kedipan

Gejala ini dapat berkembang dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah kondisi muncul, dan mungkin mencapai puncaknya dalam beberapa minggu. Kondisi ini juga cenderung memburuk ketika penderitanya terkena panas matahari atau berolahraga. Pada kebanyakan kasus, kehilangan penglihatan bersifat sementara dan penglihatan dapat pulih setelah kondisi diobati. Namun, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, kehilangan penglihatan dapat menjadi permanen.

Gejala ini sulit untuk dikenali atau dideteksi jika hanya terjadi pada satu mata, karena mata yang sehat cenderung mengimbangi dan membuat perubahan penglihatan pada mata yang terserang menjadi hampir tidak terlihat. Gejalanya menjadi terlihat ketika mata yang sehat ditutup.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Pada beberapa orang, neuritis optik mungkin akan hilang dalam beberapa minggu bahkan ketika tidak ditangani. Namun, sebaiknya mencari pengobatan jika:

  • Gejala meningkat
  • Gejala memburuk
  • Anda mengalami gejala berat yang tidak biasa yang berkaitan dengan gangguan saraf seperti tungkai mati rasa atau lemah

Karena terdapat kemungkinan kebutaan permanen, sebaiknya jika ada gejala kondisi mata yang tidak biasa segera dibawa untuk mendapat perhatian dokter. Kebanyakan gejala dapat ditangani oleh dokter umum atau dokter keluarga, karena beberapa masalah mata terkait dengan masalah kesehatan. Dokter umum atau dokter keluaga Anda hanya dapat merujuk Anda ke dokter mata jika Anda telah dipastikan menderita neuritis optik atau dokter ahli saraf jika diduga masalah saraf.

Pemeriksaan dilakukan dengan munggunakan berbagai pemeriksaan untuk memeriksa penglihatan warna Anda, cara mata Anda menanggapi cahaya, dan kemampuan Anda untuk membaca huruf pada bagan. Dokter mata juga akan memeriksa saraf optik secara visual terhadap peradangan dengan menggunakan oftalmoskop. Dokter juga mungkin meminta pemindaian MRI untuk memeriksa kelainan pada otak dan mencari tanda penyakit lain.

Pengobatan neuritis optik bergantung pada pemeriksaan tiap pasien. Untuk kasus dengan penyebab yang jelas, pengobatan ditentukan oleh penyebab utamanya. Contohnya, jika kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, obat anti-bakteri atau anti-virus akan digunakan. Jika penderita terserang kondisi ini akibat kekurangan vitamin B12, suplemen nutrisi akan diresepkan. Di sisi lain, jika tidak ada penyebab yang jelas, pasien biasanya diberikan obat dosis tinggi berdasarkan steroid untuk lebih cepat merangsang penyembuhan. Pengobatan ini juga efektif dalam menurunkan risiko pasien terserang sklerosis ganda. Namun, obat ini harus dikonsumsi dengan hati-hati, karena dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti osteoporosis atau peningkatan kerentanan terhadap infeksi, karena efek dari steroid pada sistem kekebalan tubuh.

Jika gejalanya parah, tidak merespon obat steroid, atau pasien tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi steroid, dokter mungkin meresepkan IVIG, yaitu obat khusus yang terbuat dari darah yang diambil dari pasien. Tindakan ini merupakan pengobatan yang mahal dan masih tidak meyakinkan, namun dapat digunakan sebagai pilihan terakhir jika pengobatan lainnya gagal.

Jika terjadi kehilangan penglihatan, penglihatan pada akhirnya dapat dipulihkan; dapat berlangsung antara 2 minggu sampai 3 bulan pada beberapa kasus. Risiko kehilangan penglihatan permanen cukup kecil, karena sekitar 90% penglihatan pasien sembuh pada bulan ke-6. Jika tidak terjadi kehilangan penglihatan, masih terdapat kemungkinan perubahan ketajaman visual permanen.

Namun, bagi penderita yang sebelumnya telah menderita neuritis optik, terdapat kemungkinan 14% kambuh pada mata yang terserang dan 12% pasien terkena neuritis optik pada mata lainnya dalam 10 tahun ke depan. Jika terjadi kambuh, sebaiknya dilaporkan kepada dokter Anda sesegera mungkin.

Rujukan:

  • Guercio JR, Balcer LJ. Inflammatory optic neuropathies and neuroretinitis. In: Yanoff M, Duker JS, Augsburger JJ, eds. Ophthalmology. 3rd ed. Philadelphia, Pa: Elsevier Mosby; 2008:chap 9.6.

  • Eze P, Sra SK, Sra KK, et al. Immunology of neurologic and endocrine diseases that affect the eye. In: Tasman W, Jaeger EA, eds. Duane’s Ophthalmology on DVD-ROM - 2013 Edition. Philadelphia, Pa: Lippincott Williams & Wilkins; 2013:vol 2, chap 35.

Bagikan informasi ini: