Apa itu Rubella (Campak Jerman)?

Rubella adalah infeksi virus sedang. Virus ini dapat menyebar melalui batuk atau bersin. Bagi orang yang sehat, kondisi ini tidak membahayakan. Bahkan, banyak kasus tidak terdeteksi karena gejalanya tidak terlihat. Namun, kondisi ini sangat berbahaya bagi wanita hamil. Rubella meningkatkan risiko keguguran dan lahir mati. Rubella juga dapat menyebabkan cacat serius pada janin. Di antaranya, ketulian, katarak, keterbelakangan mental, dan penyakit jantung.

Rubella berbeda dengan campak, meskipun dikenal dengan nama yang hampir sama. Campak adalah infeksi pernapasan. Dibandingkan rubella, gejalanya lebih berat dan bertahan lebih lama.

Rubella dapat menyerang segala usia. Namun, kondisi ini lebih umum pada anak-anak dan remaja. Rubella sangat jarang ditemukan pada bayi dan orang berusia 40 tahun ke atas. Rubella menyebabkan ruam merah di seluruh tubuh. Ruam dapat sangat gatal, namun lebih gelap dibandingkan ruam akibat campak. Ruam berawal di wajah, lalu menyebar ke badan dan tungkai tubuh. Dalam 24 jam, ruam dapat muncul di seluruh tubuh pasien. Setelah tiga hari, ruam akan hilang dengan sendirinya. Karena ini, rubella juga disebut campak tiga hari.

Penyebab Rubella

Rubella disebabkan oleh virus rubella. Virus dapat menyebar melalui batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.

Penderita rubella dapat menularkan virus bahkan sebelum gejala muncul dan setelah gejala menghilang. Masa inkubasi rubella dapat mencapai 25 hari. Dulu rubella adalah penyakit umum, menyerang juataan anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Namun, setelah vaksin MMR ditemukan pada tahun 1969, jumlah kasus banyak berkurang. Kini penyakit ini sangat jarang ditemukan di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Inggris. Namun, rubella masih ditemukan di banyak negara berkembng. Menurut WHO, sekitar 100.000 kasus rubella ditemukan pada wanita hamil di seluruh dunia setiap tahun.

Gejala Utama Rubella

Kebanyakan pasien tidak mengalami gejala. Bahkan, banyak pasien tidak sadar mereka menderita rubella. Namun, beberapa pasien mengalami munculnya ruam merah. Ruam ini berawal dari wajah, dan menutup seluruh tubuh dalam 24 jam. Gejala lain meliputi demam rendah dan pembengkakan kelenjar pada leher dan sekitar telinga. Beberapa pasien juga merasakan nyeri sendir. Gejala akan hilang dalam tiga hari. Kebanyakan pasien pulih tanpa masalah kesehatan jangka panjang.

Namun, rubella dapat menyebabkan efek serius bagi wanita hamil. Kondisi ini meningkatkan risiko keguguran dan cacat serius. Komplikasi semakin buruk jika rubella terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Risiko komplikasi berkurang jika rubella terjadi setelah 20 minggu kehamilan.

Karena inilah, semua wanita harus telah mendapatkan vaksinasi setidaknya beberapa bulan sebelum hamil. Jika mereka sudah hamil dan daya tahan tubuh tidak kuat, mereka harus menghindari kontak dengan penderita rubella hingga melahirkan.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Rubella didiagnosis dengan pemeriksaan visual dan tes darah yang dapat mendeteksi berbagai jenis antibodi rubella.

Banyak pasien tidak memerlukan pengobatan. Gejala dapat hilang dengan sendirinya dalam tiga hari.

Namun, pasien dapat diberi obat untuk demam dan nyeri. Pasien juga dianjurkan beristirahat di rumah agar virus rubella tidak menyebar. Jika tidak memungkinkan, pasien harus selalu memakai masker. Apabila dicurigai terkena rubella, akan lebih baik jika dokter keluarga diminta datang ke rumah, bukan pasien yang datang ke rumah sakit. Orang di rumah sakit yang daya tahan tubuhnya lemah dapat dengan mudah tertular penyakit ini.

Sementara itu, wanita hamil diberi globulin hiperimun. Ini adalah antibodi yang melawan infeksi. Namun, antibodi ini tidak dapat mencegah virus agar tidak membahayakan janin. Risiko keguguran dan cacat pada janin juga tidak dapat dikurangi. Apabila rubella terjadi pada trimester pertama, pasien yang hamil akan diberi informasi mengenai kemungkinan efek pada janin. Di banyak negara, pasien diberi pilihan untuk melakukan aborsi jika terdapat bukti klinis akan adanya rubella pada 16 minggu pertama kehamilan.

Karena penyakit ini dapat menyebabkan efek serius pada janin, semua wanita hamil harus memastikan daya tahan tubuh mereka kuat. Wanita muda harus diberi vaksin MMR. Vaksin ini melindungi tubuh dari rubella, gondong, dan campak. Anak-anak harus diberi dua dosis vaksin. Dosis pertama diberikan setelah usia 1 tahun (antara 12 dan 15 bulan). Dosis kedua diberikan pada usia 4 hingga 6 tahun. Efektivitas vaksin MMR dalam mencegah rubella mencapai 97%. Vaksin ini juga aman dan tidak memiliki efek samping.

Rujukan:

  • Rubella: Make sure your child gets vaccinated. Centers for Disease Control and Prevention. http://www.cdc.gov/Features/Rubella/.

  • Brunette GW. Rubella. In: CDC Health Information for International Travel 2014: The Yellow Book. New York, N.Y.: Oxford University Press; 2014. http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2014/chapter-3-infectious-diseases-related-to-travel/rubella.

  • Brunette GW. Measles (rubeola). In: CDC Health Information for International Travel 2014: The Yellow Book. New York, N.Y.: Oxford University Press; 2014. http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2014/chapter-3-infectious-diseases-related-to-travel/measles-rubeola.

Bagikan informasi ini: