Apa itu Sarcoid?

Sarcoid adalah penyakit akibat pertumbuhan abnormal dari sekumpulan sel peradangan, juga dikenal sebagai granuloma, yang membentuk nodul di berbagai organ tubuh manusia. Penyakit ini juga dikenal sebagai sarcoidosis. Pada kebanyakan kasus sarcoid, granuloma berkumpul di sekitar paru-paru, atau nodul limpa yang berkaitan dengan paru-paru. Namun, granuloma dapat tumbuh di semua organ tubuh.

Granuloma biasanya tumbuh dalam bentuk potongan kecil jaringan yang membengkak dan berwarna merah, yang juga bisa tumbuh di kulit.

Banyak kasus sarcoid dapat disembuhkan tanpa pertolongan medis, namun kasus yang lebih parah semakin lama dapat menyebabkan komplikasi yang serius dan membahayakan nyawa.

Walaupun penyakit ini dapat terjadi pada pasien dari semua ras dan usia, banyak pasien sarcoid di Amerika Serikat yang berasal dari Islandia, Skanindavia, Afrika, dan berusia 20-29 tahun. Di Inggris Raya, peneliti menemukan bahwa ada 1 dari 10.000 orang yang terkena sarcoid. Wanita lebih berisiko terkena penyakit ini. Di negara berkembang, pasien yang menderita sarcoidosis sering keliru didiagnosis dengan tuberkulosis karena keduanya memiliki gejala yang serupa.

Seiring berjalannya waktu, sarcoidosis dapat menyebabkan komplikasi yang serius, karena granuloma dapat mengubah struktur dan fungsi organ tubuh yang terkena sarcoidosis.

Penyebab Sarcoid

Sampai saat ini, penyebab pasti sarcoidosis masih belum diketahui. Namun, ada beberapa hipotesis tentang penyebab penyakit ini dan cara penyebarannya ke organ tubuh lain.

Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab utama sarcoidosis adalah gen. Penelitian menunjukkan bahwa ras berperan besar dalam perkembangan penyakit ini. Dua puluh persen pasien sarcoid Afrika-Amerika memiliki anggota keluarga dekat yang menderita penyakit yang sama, sedangkan hanya lima persen pasien kulit putih yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama. Banyak peneliti yang terus meneliti faktor ini untuk mencari tahu apakah ada penanda genetik tertentu yang meningkatkan risiko sarcoidosis. Sayangnya, penelitian tersebut telah gagal.

Agen penyakit menular adalah faktor lain yang diteliti oleh para peneliti. Penelitian menunjukkan bahwa sarcoidosis dapat disebabkan oleh berbagai agen penyakit menular, seperti rickettsia, mycobacteria, borrelia, dan jamur. Penelitian juga menunjukkan bahwa sarcoidosis dapat ditularkan ke orang lain melalui transplantasi organ seperti transplantasi ginjal.

Ada juga makalah kedokteran yang menyatakan bahwa sarcoid disebabkan oleh sistem autoimun tubuh. Saat tubuh menghasilkan sel darah putih untuk melawan infeksi, atau mengisolasi dan menyerang bakteri atau virus, hasil alaminya adalah peradangan jaringan di organ tubuh yang mengalami gangguan. Sistem kekebalan tubuh akan bereaksi pada semua ancaman yang memasuki tubuh, dan proses tersebut akan berhenti dengan sendirinya saat infeksi sudah berhasil dihentikan.

Beberapa peneliti percaya bahwa gangguan pada sistem kekebalan tubuh adalah penyebab sarcoidosis; sel darah putih mulai menyerang jaringan dan organ tubuh pasien, sehingga menyebabkan peradangan yang tidak membantu kesehatan tubuh pasien. Peradangan yang tidak dibutuhkan ini menyebabkan tumbuhnya granuloma di berbagai bagian tubuh.

Sejauh ini, belum ada hipotesis di atas yang telah dibuktikan, namun banyak ahli kesehatan yang percaya bahwa gabungan faktor-faktor tersebut memang dapat menyebabkan sarcoidosis. Orang yang sudah memiliki faktor genetik dari sarcoidosis dapat menderita penyakit ini setelah terkena faktor lingkungan tertentu.

Gejala Utama Sarcoid

Sarcoid dapat mengenai berbagai organ tubuh dan gejalanya bergantung pada letak pertumbuhan granuloma. Namun, ada gejala umum yang harus diperhatikan, seperti kelelahan yang tidak hilang setelah beristirahat atau tidur, penurunan berat badan, lemas, nyeri sendi, artritis, sesak napas, sering batuk kering, lesi kulit, pembengkakan lutut, mata kering, dan penglihatan yang buram. Akan tetapi, gejala yang paling umum adalah benjolan kecil dan bercak merah pada kulit.

Berikut ini adalah gejala umum dari sarcoid ketika mengenai bagian tubuh tertentu:

  • Paru-paru (atau saluran pernapasan, secara umum). 90% pasien sarcoid memiliki granuloma di saluran pernapasan mereka, sehingga jenis sarcoid ini merupakan jenis sarcoid yang paling umum. Granuloma pada paru-paru dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah kecil, bronkus kecil, dan alveolus, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi saluran pernapasan. Gejala yang umum adalah mendesah, sesak napas, batuk kering yang tak kunjung hilang, dan nyeri dada. Sarcoid pada paru-paru yang lebih parah dapat menyebabkan fibrosis paru.

  • Kulit. Sarcoid pada kulit akan menyebabkan lesi dan bercak kulit yang terlihat. Lesi biasanya ditemukan di telinga, pipi, dan hidung, yang lama-kelamaan akan mengubah bentuk wajah pasien. Bercak merah biasanya terletak di pergelangan kaki dan tulang kering, dan biasanya akan terasa hangat dan lunak saat disentuh. Berbagai bagian kulit juga dapat mengalami perubahan warna, dan nodul dapat tumbuh di bawah atau sekitar luka pasien.

  • Mata. Sarcoidosis pada mata biasanya tidak didiagnosis, karena kondisi ini biasanya tidak menyebabkan gejala yang mengkhawatirkan pasien. Dalam kasus di mana pasien dapat merasakan gejala sarcoidosis, sarcoidosis pada mata dapat menyebabkan nyeri, mata yang sangat merah dan bercak merah di sekitar mata, kepekaan tinggi terhadap cahaya, dan penglihatan yang buram.

Gejala lainnya meliputi pembengkakan dan nyeri pada sendi, kelenjar limpa yang lunak dan membesar di ketiak, leher, dan selangkangan, suara yang tiba-tiba serak, nyeri pada tangan atau kaki akibat kista di tulang, hati yang membesar, timbulnya batu ginjal, perikarditis, aritmia, kehilangan pendengaran, depresi, meningitis, kejang, psikosis, dan demensia.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, banyak kasus sarcoidosis yang dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau beberapa tahun setelah timbulnya gejala pertama.

Apabila sarcoidosis menyebabkan nyeri ringan sampai sedang, pasien dapat menggunakan obat nyeri yang dijual umum seperti ibuprofen atau parasetamol. Dokter umum juga dapat melakukan pengawasan rutin untuk memastikan sarcoidosis tidak memburuk seiring bertambahnya waktu.

Radang, lesi, dan bercak pada kulit dapat diobati dengan memberikan tablet kortikosteroid, yang juga dapat digunakan untuk menangani gejala lainnya. Namun, obat steroid hanya boleh dikonsumsi selama jangka waktu yang pendek untuk mengurangi risiko dari efek samping yang negatif, seperti penambahan berat badan, perubahan mood, dan melemahnya tulang.

Rujukan:

  • Aminoff MJ, Josephson SA. Neurological complications of systemic disease: adults. In: Daroff RB, Fenichel GM, Jankovic J, Mazziotta JC, eds. Bradley's Neurology in Clinical Practice. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 49A.

  • Iannuzzi M. Sarcoidosis. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman's Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 95.

Bagikan informasi ini: