Apa itu Sengatan Lebah?

Sengatan lebah sangatlah umum tapi biasanya menyebabkan reaksi minor pada kulit yang seringkali tidak memerlukan penanganan gawat darurat atau medis. Kebanyakan sengatan lebah dapat diobati dengan mudah di rumah dan meskipun menyakitkan, biasanya langsung merespon pada obat pereda nyeri ringan. Namun, ada beberapa kasus langka di mana sengatan tersebut memicu respon alergi berat atau saat seseorang mendapatkan beberapa sengatan di saat yang sama atau dikepung seluruh lebah dalam satu sarang, maka intervesi medis gawat darurat mungkin diperlukan.

Penyebab Sengatan Lebah

Sengatan lebah muncul saat seseorang digigit oleh lebah jenis apapun, antara lain lebah madu, sweat bee, atau bumblebee. Sengatan ini memicu gejala-gejala dan reaksi alergi karena bisa yang dibawa oleh lebah, yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada bagian yang digigit. Namun, dalam beberapa kasus bisanya dapat menganggu sistem kekebalan tubuh, baik sedang atau berat, yang dapat menyebabkan reaksi alergi.

Orang yang bekerja di sekitar lebah, atau tinggal di daerah di mana terdapat lebah dan sarangnya, atau sering menghabikan waktur di luar ruangan memiliki resiko lebih tinggi tersengat lebah. Namun, lebah tidak akan menyengat tanpa alasan; biasanya mereka hanya menyerang jika waspada akibat feromon yang dilepaskan (dari lebah madu lainnya) atau saat mereka merasa kegiatan yang dilakukan seseorang membahayakan sarangnya.

Sengatan yang disebabkan lebah madu adalah unik karena beberapa alasan. Pertama, sengatan lebah madu melepaskan feromon yang menarik perhatian lebah di sekitarnya. Ini karena, lebah madu tidak mampu melepaskan sengatnya setelah menyengat kulit seseorang; oleh karena itu, setelah lebah terbang, sengatnya yang juga bagian dari saluran pencernaan dan jaringan lunak tercabut, sehingga menyebabkan lebah mati. Ini yang membuat lebah madu di sekitarnya menjadi waspada. Namun, lebah jenis lain tidak mati setelah menyengat seseorang.

Gejala Utama Sengatan Lebah

Cara tubuh merespon sengatan lebah bergantung pada tingkat keparahan dan gejala sebenarnya yang dihasilkan. Di bawah ini adalah gejala-gejala berbeda, yang digolongkan berdasarkan tingkat keparahannya.

Untuk sengatan ringan, gejala berikut ini mungkin muncul dan biasanya menghilang setelah beberapa jam:

  • Rasa nyeri karena terbakar yang tajam
  • Muncul bilur merah dengan titik putih di bagian yang tersengat
  • Sedikit peradangan di bagian yang tersengat

Untuk sengatan sedang, gejala-gejalanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menghilangkan, misalnya antara 5 – 10 haru. Gejalanya termasuk:

  • Kemerahan yang ekstrem pada bagian yang tersengat
  • Bengkak

Jika seseorang memiliki reaksi alergi parah terhadap sengatan, akan mudah terlihat, karena gejalanya terlihat lebih parah. Di antaranya:

  • Kaligata
  • Rasa sangat gatal
  • Kulit pucat dan berkeringat
  • Tenggorokan membengkak
  • Lidah membengkak
  • Denyut nadi lemah
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan bernapas
  • Diare
  • Muntah
  • Pusing
  • Pingsan

Reaksi-reaksi parah di atas adalah tanda anafilaksis, berpotensi menjadi respon alergi yang membahayakan nyawa sehingga perlu ditangani sesegera mungkin. Dengan demikian, penting jika seseorang menunjukkan gejala di atas perlu dibawa ke unit gawat darurat dengan segera. Orang yang sebelumnya menderita dan telah diobati dari anafilaksis yang disebabkan oleh sengatan lebah memiliki resiko lebih tinggi mengalami reaksi serupa. Sehingga, akan membantu jika berbicara dengan dokter tentang upaya pencegahan yang memungkinkan.

Demikian pula, jika seseorang tersengat berkali-kali dan ada peningkatan parahnya gejala pada tiap kejadian, ini perlu dibawa ke dokter untuk mendapatkan perhatian.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Jika seseorang terlihat menunjukkan reaksi ringan, paling baik adalah menunggu beberapa jam dan memantau bagian yang tersengat. Jika sudah beberapa hari, dan gejalanya terlihat makin parah atau rasa sakitnya tidak berkurang, dokter umum atau dokter keluarga Anda dapat dikunjungi untuk berkonsultasi.

Pengobatan pertolongan pertama. Ketika seseorang telah disengat lebah, hal pertama yang harus dilakukan adalah menarik keluar stinger karena penting untuk mengeluarkannya secepat mungkin. Stinger yang melekat pada kantung racun, dalam artian melekat di kulit selama beberapa detik akan meningkatkan jumlah racun di tubuh menerima.

Namun, jika seseorang menunjukkan tanda-tanda anafilaksis, ia harus dibawa ke unit gawat darurat sesegera mungkin.

Jika tidak ada reaksi parah yang terlihat, cukup letakkan kompres dingin di atas daerah yang tersengat untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak setelah stinger telah dilepaskan. Anestesi ringan dan antihistamin dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dan gatal. Benzocaine mungkin sangat membantu dalam mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh sengatan. Namun, dalam banyak kasus, kompres dingin lebih ampuh.

Pengobatan di rumah. Pengobatan di rumah yang dapat digunakan selama beberapa hari berikutnya sampai sengatan hilang sepenuhnya adalah sebagai berikut.

  • Pasta gigi
  • Tanah liat
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Garam
  • Soda kue
  • Menthol, untuk gatal-gatal
  • Cairan yang mengandung amonia (yang secara efektif membersihkan kulit dari racun lebah)
    Rujukan:

  • Clark RF, Schneir AB. Arthropod bites and stings. In: Tintinalli JE, Kelen GD, Stapczynski JS, Ma OJ, Cline DM, eds. Emergency Medicine: A Comprehensive Study Guide. 6th ed. New York, NY: McGraw-Hill; 2004:chap 194.

  • Erickson, TB, Márquez A, Jr. Arthropod envenomation and parasitism. In: Auerbach PS, ed. Wilderness Medicine. 6th ed. Philadelphia, Pa: Mosby Elsevier; 2011:chap 50.

Bagikan informasi ini: