Definisi dan Gambaran Umum

Cacar ular adalah kondisi kesehatan yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Cacar ular atau Shingles dalam istilah kedokteran dikenal sebagai herpes zoster. Cacar ular (Herpes zoster) ditandai dengan ruam yang ditemukan di area terbatas kulit. Setelah infeksi masa kanak-kanak dengan virus varicella zoster, virus menjadi tersembunyi; pergerakan kembali virus ini beberapa tahun setelah infeksi awal menyebabkan terjadinya cacar ular (herpes zoster). Dalam kebanyakan kasus, cacar ular hilang dengan sendirinya, biasanya setelah 2-3 minggu. Cacar ular terjadi lebih sering pada kelompok usia yang lebih tua, dan diyakini karena penurunan kekebalan pada orang tua. Diperkirakan 1 juta orang menderita cacar ular di Amerika Serikat setiap tahun. Cacar ular bisa kambuh meskipun jarang dan biasanya terjadi hanya sekali.

Penyebab Kondisi

Cacar ular adalah pergerakan kembali infeksi virus varicella zoster. Dengan demikian, cacar ular hanya dapat muncul pada pasien yang telah terinfeksi virus ini di masa lalu. Virus varicella zoster adalah virus yang menyebabkan cacar air pada anak-anak. Cacar Air sembuh ketika tubuh mampu melawan infeksi dan menghilangkan virus di sebagian besar wilayah tubuh. Namun, virus tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dan dapat menjadi aktif di daerah tertentu dalam tubuh, yaitu di ganglion akar dorsal dekat sumsum tulang belakang. Ketika virus menjadi aktif, cacar ular muncul. Virus berjalan ke kulit, menyebabkan peradangan dan ruam yang khas. Virus ini juga mempengaruhi saraf, mengakibatkan rasa nyeri.

Pada kebanyakan orang, sistem kekebalan tubuh dapat melawan pergerakan kembali virus varicella zoster. Dengan demikian, pasien yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh berada pada risiko mendapat herpes zoster. Kelompok-kelompok berisiko ini termasuk orang tua, pasien kanker, orang-orang penerima cangkok organ, orang yang stres, dan mereka yang kekebalan tubuhnya terganggu (immunocompromised).

Gejala utama

Cacar ular awalnya muncul dengan gejala umum, seperti demam dan sakit kepala. Hal ini kemudian biasanya diikuti dengan rasa sakit atau rasa sensitif berlebihan. Rasa sakit cacar ular dijelaskan dalam berbagai cara, seperti terbakar, kesemutan, menyengat, menusuk dan gatal-gatal. Pada beberapa pasien, rasa tersebut dapat digambarkan sebagai paresthesia atau mati rasa dengan hentakan yang menjalar.

Beberapa hari setelah rasa sakit terjadi, ruam umum kemudian berkembang. Ruam ini terbatas pada dermatom tertentu, atau area yang memiliki saraf sensorik, di sekujur tubuh. Ruam tampak seperti sabuk melingkar yang terletak hanya pada satu sisi tubuh. Hal ini biasanya muncul di batang tubuh, tetapi juga dapat terjadi pada wajah dan area lain dari tubuh. Setelah beberapa hari, ruam berkembang menjadi lepuh berisi cairan. Luka berair tersebut akhirnya terkelupas dan jatuh setelah seminggu atau lebih, sebelum sepenuhnya sembuh.

Jika dermatom yang terlibat dimiliki oleh saraf trigeminal cabang oftalmik, mata mungkin terpengaruh. Pasien dapat mengalami peradangan selaput mata (konjungtivitis), peradangan lapisan pembuluh darah pada bola mata atau uvea (uveitis), dan bahkan kehilangan penglihatan. Kondisi ini dikenal sebagai cacar ular mata atau herpes zoster oftalmikus, dan dapat terjadi pada sampai dengan 25% pasien. Sementara itu, jika dermatom yang terkena mempengaruhi telinga, pasien dapat mengalami pusing dan kehilangan pendengaran. Kondisi ini dikenal sebagai cacar ular telinga (herpes zoster oticus).

Siapa yang Harus Dikunjungi dan Jenis Perawatan Tersedia

Diagnosis cacar ular adalah melalui pemantauan dan perawatan. Namun, dalam kondisi tertentu, dokter Anda mungkin meminta pengambilan contoh jaringan kulit untuk memastikan diagnosa cacar ular. Jika Anda mengalami rasa sakit atau melihat ruam di area kulit penuh saraf sensor dengan penyebaran melingkar, Anda harus segera mendatangi ahli kesehatan. Hal ini karena obat antivirus ampuh hanya jika diberikan di awal perjalanan infeksi.

Jika tidak diobati, gejala cacar ular umumnya diobati antara dua sampai empat minggu. Pengobatan ditujukan untuk meredakan rasa sakit dan mencegah perkembangan kemungkinan komplikasi. Analgesik adalah obat utama yang digunakan dalam pengobatan cacar ular. Untuk pasien yang mengalami sakit parah, blok saraf atau opioid dapat dicoba. Sementara itu, krim yang mengandung calamine atau jeli minyak (petroleum jelly) dapat membantu meredakan rasa sakit. Penggunaan antihistamin juga dapat membantu meringankan sensasi gatal dan mencegah penggarukan yang tidak diinginkan. Steroid oles dapat juga digunakan untuk mengurangi peradangan.

Obat antivirus, seperti acyclovir dan famciclovir, juga dapat diberikan untuk menurunkan tingkat keparahan herpes zoster. Durasi rasa sakit dan ruam dapat dikurangi. Pada pasien dengan fungsi kekebalan tubuh yang lemah, antivirus mungkin harus diberikan melalui pembuluh darah. Obat-obatan antivirus hanya bermanfaat bila diberikan dalam waktu 72 jam dari waktu terjadinya ruam.

Meskipun penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya, dalam kasus tertentu, cacar ular bisa mengalami komplikasi serius. Ini termasuk kelumpuhan wajah sementara, kerusakan mata dan telinga. Dengan demikian, dalam kasus-kasus dimana ruam atau sakit berkembang di wajah Anda, terutama jika itu menyebar ke daerah dekat mata Anda, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Anda juga harus berkonsultasi jika ruam menjadi terinfeksi, yang dapat hadir dengan pembengkakan, kulit berwarna kemerahan (eritema) dan nanah. Dalam kasus ini, antibiotik dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah penyebaran lebih lanjut dari infeksi bakteri.

Pada sekitar 15-20% dari pasien dengan cacar ular, kondisi yang dikenal sebagai postherpetic neuralgia, PHN, terjadi. Pasien dengan PHN terus mengalami rasa nyeri bahkan ketika ruam tidak lagi ada. Beberapa obat dapat digunakan untuk menangani kondisi ini, termasuk blok saraf (opioid) seperti morfin atau oxycodone, amitriptyline, dan gabapentin. Jika rasa nyeri parah, Anda mungkin perlu untuk mengunjungi spesialis nyeri untuk menangani kondisi ini.

Vaksin telah dikembangkan untuk mencegahcacar ular. Vaksin hidup, bernama Zostavax, telah terbukti mengurangi risiko cacar ular hingga 50%. Studi juga menunjukkan bahwa vaksin dapat menurunkan kejadian postherpetic neuralgia sekitar 66% pada pasien yang mengalami cacar ular. Ada sedikit efek samping , yang sebagian besar terjadi di tempat suntikan. Vaksin ini telah dianjurkan untuk orang dewasa yang lebih tua dari 60 tahun sebagai bentuk pencegahan.

Pasien yang memiliki cacar ular menjadi pembawa infeksi selama masa akut penyakit. Pada saat ini, penting untuk menghindari hubungan sentuhan dengan orang tua, yang kekebalan tubuhnya terganggu (immunocompromised), dan orang-orang yang belum pernah menderita cacar air.

Bagikan informasi ini: