Definisi dan Gambaran Umum

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan kesehatan pada usus besar yang umum terjadi dan memerlukan penanganan yang berkesinambungan. IBS tidak akan bertambah buruk dan tidak terkait dengan penyakit serius seperti kanker usus besar atau peradangan pada usus. Seseorang yang menderita penyakit ini hanya perlu untuk mengatasi gejala-gejala yang ditimbulkan, yang biasanya berbeda-beda dan dapat ditangani dengan mudah. Pasien mungkin akan mengalami gejala yang cukup parah pada masa-masa tertentu, namun masa tanpa adanya gejala sama sekali biasanya berlangsung lebih lama.

IBS merupakan salah satu dari gangguan usus yang paling umum dialami di dunia. Gangguan ini dialami oleh 7 dari 10 orang, dengan mayoritas penderitanya adalah wanita. Menariknya, tidak semua penderita gangguan ini pergi ke dokter dan lebih memilih untuk merawat diri mereka sendiri di rumah untuk mengatasi gejala yang mereka alami.

Penyebab

Penyebab dari penyakit ini belum dapat diketahui, karena setiap kasus memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda. Sejauh ini, para ahli memperkirakan penyebab dari kondisi ini adalah otot usus yang terlampau sensitif dan memiliki pergerakan yang tidak normal; beberapa penelitian menemukan bahwa hal ini merupakan akibat dari masalah komunikasi antara otak dan saluran pencernaan.

Sayangnya, faktor yang menyebabkan kondisi ini masih belum diketahui, meskipun gangguan dalam sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan sistem tersebut juga menyerang jaringan sehat pada saluran pencernaan diduga sebagai salah satu faktor penyebab penyakit tersebut.

Gejala Utama

Gejala dari penyakit ini disebabkan oleh peradangan pada saluran pencernaan (gastrointestinal). IBS ditandai oleh tiga gejala utama, yaitu:

Gejala ringan meiputi:

Siapa yang Harus Ditemui dan Metode Pengobatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami diare dan sembelit yang berkepanjangan, serta rasa sakit pada perut, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter umum dan melalui pemeriksaan fisik. Setelah bertanya mengenai gejala yang Anda alami, dokter akan melakukan uji darah, penghitungan darah lengkap atau CBC, dan pemeriksaan tinja, untuk menentukan apakah terdapat penyebab lain atau tidak. Setelah mengetahui penyebabnya secara pasti, Anda kemungkinan akan didiagnosa menderita IBS. Untuk mengetahui apakah ada peradangan atau tidak, dokter Anda mungkin akan melakukan sebuah tes untuk menentukan tingkat sedimentasi yang Anda miliki.

Hasil diagnosa tidak selalu mengatakan Anda menderita IBS. Pada sebagian pasien, pemeriksaan mungkin tidak diperlukan karena dokter akan mampu untuk mendiagnosa IBS berdasarkan dari gejala yang dialami pasien. Namun, jenis tes yang diperlukan akan bergantung pada beberapa faktor di bawah ini:

  • Tingkat keparahan gejala yang dialami
  • Usia
  • Respon terhadap pengobatan awal

Usia memainkan peranan dalam menentukan berapa jumlah tes yang perlu dilalui oleh pasien karena makin tua seorang pasien, makin semakin rentan pula ia menderita kanker usus besar. Jika seorang pasien berusia di atas 50 tahun, maka kanker usus besar harus dihilangkan terlebih dahulu, sehingga bedah teropong usus besar (kolonoskopi) mungkin akan dilakukan.

IBS tidak dapat dihilangkan namun gejalanya dapat diredakan. Pengobatan yang diberikan umumnya meredakan gejala yang dialami pasien. Beberapa metode perawatan ringan untuk mengatasi IBS meliputi:

  • Menghindari faktor penyebab – Karena IBS disebabkan oleh beberapa faktor pemicu tertentu, maka faktor-faktor tersebut perlu dihindari. Pemicu yang dimaksud antara lain obat-obatan dan antibiotik tertentu, makanan tertentu, dan stres.

  • Latihan – Latihan dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuat pasien merasa lebih sehat dengan meningkatkan mutu tidur dan menjaga tingkat energi tetap stabil. Sebuah penelitian menemukan bahwa 20 hingga 60 menit latihan setiap 3 sampai 5 hari seminggu dapat membantu meredakan gejala-gejala IBS.

  • Perubahan pola diet – Pada beberapa kasus IBS, gejala yang timbul dipicu oleh makanan. Jadi, berhati-hati dalam memilih makanan dapat membantu mengatasi gejala-gejala IBS. Selain menghindari beberapa jenis makanan, para penderita juga perlu mengkonsumsi serat untuk menghindari sembelit. Makanan yang mengandung serat dalam jumlah besar adalah buah dan sayuran, makanan berbahan gandum, dan kacang-kacangan. Meminum banyak air juga membantu menghindari sembelit. Air kemih yang berwarna kuning terang menandakan bahwa Anda telah mengkonsumsi cukup cairan.

  • Penanganan stres – Penanganan stres merupakan pengobatan yang umum dilakukan pada penderita IBS, yang menandakan bahwa banyak kasus dari kondisi ini yang berhubungan dengan tingkat stres. Untuk menghindari IBS, pasien dianjurkan untuk mencatat kejadian-kejadian yang mereka alami dalam hidup untuk menemukan hubungan antara mereka. Fokus kepada hobi tertentu juga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kondisi emosional seseorang. Menemui seorang dokter, psikolog, konsultan, atau grup pendukung juga dapat membantu meredakan gejala IBS.

  • Suplemen Bernutrisi – Suplemen serat seperti psyllium dan dextrin gandum dapat membantu pasien memenuhi kebutuhan serat. Saat mengkonsumsi suplemen serat, selalu mulai dengan dosis rendah terlebih dahulu sebelum menambah dosis secara bertahap.

Jika gejala yang Anda alami tergolong parah atau terjadi dalam frekuensi yang cukup tinggi, maka penanganan dokter sangat perlu untuk dilakukan. Metode utama yang dapat diambil adalah dengan pemberian obat-obatan. Beberapa obat yang paling umum diberikan antara lain:

  • Aminosalicylates
  • Corticosteroid – Bekerja dengan cara mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.
  • Imunosuppresan – Bekerja dengan cara membatasi aktifitas dari sistem kekebalan tubuh yang terganggu untuk mencegah sistem tersebut menyerang jaringan yang sehat.

Pada 20% dari pasien yang menderita IBS, gejala-gejala yang timbul sangat parah sehingga obat-obatan tidak banyak membantu. Pada kasus seperti ini, langkah terbaik yang bisa diambil adalah melakukan pembedahan untuk menghilangkan bagian sistem pencernaan yang terkena radang.

Kapan Sebaiknya Anda Menemui Gastroenterologis?

Sangat penting bagi Anda untuk menemui seorang gastroenterologis jika gejala yang Anda rasakan:

  • Mengganggu kegiatan Anda sehari-hari
  • Menyebabkan kelelahan yang teramat sangat
  • Membuat Anda terbangun dari tidur
  • Menyebabkan penurunan berat badan

Tindakan dokter juga harus segera dilakukan jika rasa sakit pada perut terasa sangat parah dan jika obat-obatan tidak mampu mengatasi gejala-gejala yang dialami.

Referensi:

  • Camilleri, M. “Peripheral Mechanisms in Irritable Bowel Syndrome.” (2012). New England Journal of Medicine.
  • Pimental M., Lembo A., Chey W., et al. “Rifaximin Therapy for Patients with Irritable Bowel Syndrome without Constipation.” (2011). New England Journal of Medicine.1
Bagikan informasi ini: