Apa itu Sindrom Kaki Gelisah?

Dikenal juga sebagai Penyakit Willis-Ekbom atau Sindrom Wittmaack-Ekbom, sindrom kaki gelisah / restless leg syndrome (RLS) adalah kelainan umum yang mempengaruhi sistem saraf tubuh. Kelainan pada saraf ini ditandai dengan dorongan kuat, yang biasanya sulit dilawan, untuk terus menggerak-gerakkan kaki, seperti nama penyakitnya. Namun, dalam beberapa kasus, dorongan untuk harus menggerakkan ini tidak hanya terbatas untuk kaki saja, tetapi juga untuk tangan, kepala, dan juga badan. Dalam beberapa kasus yang lebih langka, pasien merasakan gejala serupa di anggota badan yang sudah tidak ada karena diamputasi.

Orang-orang yang merasakan gejala tersebut merasakan dengan menggerakkan kakinya (atau bagian tubuh lain) dorongan tersebut dapat dihilangkan untuk sementara waktu. Sensasi ini dihubungkan dengan rasa gatal, rasa geli, atau rasa ada sesuatu yang bergerak merayap di dalam tubuh. Beberapa pasien melaporkan bahwa dorongan tersebut makin terasa saat mereka sedang mencoba untuk tidur atau saat sedang santai, belajar, membaca, atau saat mereka sedang ingin melakukan sesuatu dengan tenang.

Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengalami kondisi tersebut juga mengalami bergeraknya tungkai lengan dan tangan mereka sendiri selama tidur lelap (kondisi yang juga dikenal sebagai kelainan pergerakan tungkai periodik). Keberadaan kelainan ini biasanya menandakan seseorang mengalami sindrom kaki gelisah.

RLS dianggap sebagai penyakit spektrum, di mana beberapa pasien merasakan gangguan ringan, sedangkan sebagian pasien mengalami dengan tingkat yang lebih parah sampai menjadi kelainan gangguan tidur (yang dapat mempengaruhi hidup pasien secara serius).

Penyebab Sindrom Kaki Gelisah

Banyak peneliti dan ahli kesehatan berpendapat bahwa sindrom kaki gelisah disebabkan oleh kurangnya zat besi. 20% pasien yang mengalami kondisi ini terbukti memiliki kandungan zat besi 50 microgram per liter besi, walaupun lebih dari 70% pasien memiliki kandungan zat besi yang lebih dari cukup dalam darah. RLS biasanya dikaitkan dengan berbagai kondisi, masalah, dan penyakit lainnya, seperti kekurangan magnesium atau folat, kesulitan tidur, diabetes, Penyakit Parkinson, Penyakit Celiac, varises, fibromyaglia, uremia, dan arthritis reumatik. Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil juga rentan mengalami kondisi ini.

Beberapa penyebab umum dari sindrom kaki gelisah adalah:

  • ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder - Kelainan Hiperaktif): Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang dekat antara kelainan hiperaktif dan sindrom kaki gelisah, karena adanya ketidakmampuan seseorang memproduksi zat dopamin, suatu zat neurotransmitter yang akan menstimulasi beberapa zat lain dalam tubuh seperti zat epiferin (adrenalin). Para peneliti menemukan lebih dari 40% pasien ADHD juga mengalami sindrom kaki gelisah, dan lebih dari 20% pasien RLS mengalami ADHD (atau gejala kelainan tersebut).

  • Beberapa obat: Penelitian menunjukkan bahwa beberapa macam obat seperti antihistamin, antiemetics, obat-obatan penenang/hipnosis, obat antidepresan, anticonvulsant, dan antipsikotik dapat menyebabkan sindrom kaki gelisah. Pada pasien yang sudah dideteksi mengalami RLS, konsumsi obat-obatan tersebut dapat memperparah terjadinya gejala sindrom ini.

  • Faktor genetik: Banyak pasien RLS juga memiliki anggota keluarga yang memiliki kondisi serupa, dan penelitian menunjukkan bahwa sindrom kaki gelisah memang dapat menurun.

Gejala Utama Sindrom Kaki Gelisah

Sindrom kaki gelisah dapat mulai dirasakan dari saat kecil, di mana gejalanya dapat berkembang atau tetap sama seiring berjalannya waktu. Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Yayasan Sindrom Kaki Gelisah untuk anggotanya, lebih dari 40% responden menyatakan bahwa sindrom yang mereka alami sudah muncul sebelum mereka mencapai usia 20 tahun.

Salah satu gejala yang paling umum adalah sensasi yang tidak nyaman di bagian kaki, yang juga dapat dirasakan di beberapa bagian tubuh lain, seperti pada perut dan pada lengan. Rasa tidak nyaman ini biasanya diikuti dengan dorongan yang sangat kuat untuk menggerakkan kaki atau lengan, yang bagi para pasien, dapat membuat dorongan tersebut hilang dan membuat pasien merasa nyaman. Beberapa pasien menggambarkan sensasi yang dirasakan dengan berbagai macam, dari rasa sakit, gatal, rasa sesuatu yang menjalar, atau seperti ditusuk banyak jarum. Dalam beberapa kasus, sesnsasi yang dirasakan dapat berupa rasa kebas pada tangan atau kaki. Pada umumnya, pasien mengalami sensasi tersebut saat mereka sedang terdiam, atau saat istirahat, duduk, atau berbaring.

Gejala yang dirasakan dapat beragam, dari yang tidak terlalu sakit sampai sakit sekali, dan dapat juga hanya dirasakan pada salah satu bagian tubuh saja. Beberapa pasien melaporkan bahwa mereka tidak merasakan sesnsasi di bagian kaki dan tangan atau badan, tetapi merasa gelisah dan ada dorongan untuk selalu menggerakkan bagian tubuh tertentu.

Menggerakkan bagian tubuh tersebut akan membuat rasa nyaman secara langsung, meskipun hanya untuk sementara. Beberapa pasien mencoba untuk menahan sensasi yang dirasakan, tetapi ada juga yang lebih memilih untuk langsung melakukan aktivitas fisik, seperti bersepeda, yoga, dan meregangkan tubuh. Banyak pasien merasakan bahwa menggoyang-goyangkan kaki secara cepat atau menggerakkan kaki kesana kemari dapat menghilangkan sensasi yang dirasakan. Ahli medis melaporkan bahwa aktifitas yang menghasilkan sensasi tersebut dapat berbeda pada satu orang dan orang lainnya.

Sindrom kaki gelisah juga dapat mempengaruhi kemampuan tidur pasien, terutama jika sindrom ini terjadi di saat malam. Banyak pasien melaporkan bahwa gejala yang mereka rasakan biasanya terasa lebih buruk di saat malam, dan lebih buruk lagi saat mereka sedang mencoba untuk tidur. Namun, RLS juga dapat muncul di saat pagi. Pada umumnya, sebagian besar pasien merasakan gejala ini di saat mereka sedang berdiam diri atau dalam kondisi rileks.

Pusat Kesehatan Amerika Serika menyatakan 4 kriteria yang menandakan RLS. Pertama, pasien merasakan dorongan kuat untuk selalu menggerakkan tungkai kaki atau lengan (meskipun tanpa sensasi tertentu pada lengan dan kaki). Kedua, sensasi yang dirasakan biasanya dapat hilang dengan melakukan suatu aktivitas. Ketiga, sensasi yang dirasakan biasanya memburuk saat sedang istirahat. Terakhir, gejala yang dirasakan memburuk pada waktu malam.

Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Sebagian besar pilihan perawatan yang ada untuk RLS dirancang untuk mengurangi gejala dan sensasi yang dirasakan dan untuk mencegah kondisi yang dialami itu mengganggu aktivitas pasien di pagi hari dan malam hari. Dokter umum atau dokter keluarga dapat memberikan obat terentu seperti gabapentin enacarbil atau agonsi dopamine, atau untuk kasus tertentu, opioid, untuk mengurangi gejala yang dirasakan. Perlu diingat bahwa dengan mengonsumsi obat-obatan tersebut tidak akan menyembuhkan gehala RLS sepenuhnya, tetapi hanya untuk meringankan gejalanya saja untuk sementara.

Rujukan:

  • Aurora RN, Kristo DA, Bista SR, et al. The treatment of restless legs syndrome and periodic limb movement disorder in adults-an update for 2012: practice parameters with an evidence-based systematic review and meta-analyses: an American Academy of Sleep Medicine Clinical Practice Guideline. Sleep. 2012;35:1039-1062.

  • Borkan JM. Restless Legs Syndrome. In: Ferri: Ferri's Clinical Advisor. 1st ed. Philadephia, Pa: Mosby Elsevier; 2014:section 1.

  • Chokroverty S, Avidan AY. Sleep and its disorders. In: Daroff RB, Fenichel GM, Jankovic J, Mazziotta JC, eds. In: Bradley's Neurology in Clinical Practice. 6th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2012:chap 68.

  • Mahowald MW. Disorders of sleep. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2011:chap 412.

  • Schurks M, Bussfeld P. Multiple sclerosis and restless legs syndrome: a systematic review and meta-analysis. Eur J Neurol. 2013;20:605-615.

  • Wilt TJ, MacDonald R, Ouellette J, et al. Pharmacologic therapy for primary restless legs syndrome: a systematic review and meta-analysis. JAMA Internal Med. 2013;173:496-505.

Bagikan informasi ini: