Apa itu Karsinoma Sel Skuamosa Paru-paru?

Karsinoma sel skuamosa paru-paru adalah salah satu jenis kanker paru-paru.

Ada dua jenis kanker paru-paru yang utama, yaitu kanker paru-paru sel kecil (SCLC) dan kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC). Karsinoma sel skuamosa merupakan salah satu jenis NSCLC. Jenis-jenis NSCLC lainnya adalah adenokarsinoma dan kasinoma sel besar.

NSCLC lebih umum dibandingkan dengan SCLC. Sekitar 80-85% dari seluruh kanker paru-paru berupa NSCLC. Karsinoma sel skuamosa menempati urutan kedua NSCLC yang paling umum terjadi. Ini terjadi pada sekitar 25-30% dari seluruh kasus kanker. Kanker ini biasanya mulai tumbuh pada sel-sel baru yang berada di bagian tengah paru-paru. Kondisi ini tidak menyebabkan gejala apa pun pada stadium awal. Itu sebabnya, kanker ini biasanya baru terdiagnosis setelah menyebar ke bagian tubuh lain. Hal ini jelas menjadi kekhawatiran tersendiri, sebab deteksi dini adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari pengobatannya. Jika penyakit baru terdiagnosis setelah memasuki stadium lanjut, peluang hidup pasien dalam lima tahun adalah kurang dari 20%.

Penyebab Karsinoma Sel Skuamosa Paru-paru

Penyebab karsinoma sel skuamosa masih belum diketahui. Namun, sebagian besar kasus berkaitan dengan rokok. Faktor risiko lainnya adalah paparan zat kimia tertentu dan faktor genetik.

Sebanyak 90% kasus kanker paru-paru terkait dengan merokok dan paparan asap rokok. Rokok mengandung campuran dan racun karsinogenik. Ini termasuk tar, nikotin, dan karbon monoksida. Zat-zat berbahaya ini dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen.

Kanker paru-paru juga dapat muncul akibat terpapar zat-zat penyebab kanker di tempat kerja. Zat-zat yang dimaksud termasuk uranium, asap diesel, produk batu bara, dan campuran nikel.

Faktor risiko lainnya adalah:

  • Genetik - Penelitian mengungkapkan, risiko seseorang mengidap kanker paru-paru meningkat apabila ia memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tersebut. Risiko ini akan terus meningkat jika mereka merokok. Orang-orang ini bisa mendapat keuntungan dari tes pemindaian kanker paru-paru rutin. Tes ini digunakan untuk mengenali penyakit sejak dini. Ini sangat penting karena kanker paru-paru stadium awal masih responsif terhadap pengobatan.

  • Terapi radiasi - Terapi radiasi untuk mengobati kanker di sekitar area dada meningkatkan risiko kanker paru-paru.

  • Penyakit paru-paru - Penyakit paru-padu tertentu dipercaya meningkatkan risiko kanker paru-paru. Ini termasuk fibrosis pulmonal (PF) dan penyakit paru-paru obstruktif kronis (COPD). Fibrosis pulmonal menyebabkan jaringan parut di paru-paru. Kondisi ini mengganggu kemampuan bernapas pasien. Sedangkan penyakit paru-paru obstruktif kronis merujuk pada sejumlah penyakit paru-paru kronis, termasuk bronkitis kronis dan emfisema. Terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama.

Gejala Utama Karsinoma Sel Skuamosa Paru-paru

Hampir seluruh pasien kanker paru-paru tidak menampakkan gejala pada stadium awal. Gejala mulai berkembang saat kanker makin berat dan jaringan paru-paru rusak. Tanda awal adalah batuk (dengan atau tanpa darah) yang tidak sembuh meski telah diobati dengan pengobatan standar. Gejala lainnya termasuk nyeri dada, mengi, dan napas pendek. Ada tanda-tanda lain yang mungkin muncul tergantung kepada tingkat kerusakan. Di antaranya termasuk sulit menelan (jika sel-sel kanker menyebar hingga ke esofagus) dan infeksi paru-paru kronis (jika saluran napas besar tersumbat).

Gejala lainnya yaitu kelelahan, penurunan berat badan, dan kehilangan nafsu makan. Depresi dan perubahan suasana hati juga umum terjadi.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Pasien kanker paru-paru ditangani oleh tim dokter. Tim ini terdiri dari dokter spesialis kanker dan pulmonal (paru-paru). Selain itu, ada pula dokter yang berspesialisasi menangani nyeri.

Karsinoma sel skuamosa paru-paru didiagnosis melalui tes laboratorium dan biomarker, serta biopsi. Tes pencitraan pun kerap digunakan. Di antaranya termasuk rontgen dada, CT-scan dan PET-scan, serta Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI). Hasil dari seluruh tes ini membantu dokter untuk:

  • Mengenali jenis kanker paru-paru yang diderita pasien.

  • Menentukan stadium kanker.

  • Menentukan pengobatan yang mungkin terbaik untuk pasien.

Stadium karsinoma sel skuamosa paru-paru dimulai dari stadium satu sampai empat. Makin tinggi stadiumnya, makin sulit untuk disembuhkan.

Tumor pada kanker stadium satu berukuran kecil dan masih berada di area paru-paru. Pada stadium dua dan tiga tumor berukuran lebih besar, namun tetap berada di paru-paru. Kanker paru-paru stadium empat berarti kasus yang paling serius. Artinya, kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain. Kanker paru-paru dapat menjalar hingga ke tulang dan otak. Saat ini terjadi, membunuh sel-sel kanker dapat sangat menyulitkan.

Pengobatan kanker paru-paru tergantung pada sejumlah faktor, di antaranya:

  • Preferensi dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

  • Ukuran dan lokasi tumor.

  • Stadium kanker (apa sudah atau belum menjalar hingga ke tulang dan otak).

Pada beberapa kasus, kanker paru-paru stadium awal dapat disembuhkan. Ini memungkinkan jika seluruh sel kanker terangkat saat operasi. Prognosisnya pun baik jika sel kanker hanya berada pada satu lokasi di paru-paru. Pada pasien kanker paru-paru stadium lanjut, pengobatan berfokus kepada meredakan gejala pasien. Dokter berfokus untuk memastikan pasien tidak merasakan sakit. Dokter juga berusaha meningkatkan kualitas hidup pasien.

Secara umum, pengobatan dari seluruh jenis kanker paru-paru melibatkan operasi pengangkatan tumor. Dokter bedah pun perlu mengangkat sebagian kecil paru-paru atau bahkan seluruhnya. Hal ini tergantung pada stadium kanker. Biasanya, operasi diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi.

Beberapa terapi terbaru juga dapat digunakan untuk memperbaiki hasil pengobatan. Di antaranya terapi terarah dan imunoterapi. Tiap pengobatan memiliki risiko dan keuntungan tersendiri. Contohnya, kemoterapi dapat menyebabkan mual, muntah, dan rambut rontok. Terapi ini pun kerap dianggap sebagai penurunan berat badan karena pasien kehilangan nafsu makan. Risiko dan keuntungan dari seluruh terapi akan didiskusikan oleh tim dokter pasien sebelum memulai pengobatan apa pun. Tiap terapi dipertimbangkan hanya jika memiliki keuntungan lebih banyak daripada risikonya.

Prognosis pada pasien kanker paru-paru umumnya buruk. Hal ini disebabkan oleh penyakit yang seringkali baru terdiagnosis setelah menjalar ke bagian tubuh lain. Tingkat ketahanan hidup lima tahun untuk NSCLC stadium satu hanya sekitar 45-49%. Persentase tersebut turun hingga mencapai 1% saja pada pasien kanker paru-paru stadium empat.

Kanker paru-paru menelan korban sekitar 1,5 juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat sulit diobati, tindakan yang lebih diutamakan adalah untuk mencegahnya. Langkah-langkah yang dapat menurunkan risiko kanker paru-paru pada seseorang adalah:

  • Jangan merokok atau segera berhenti merokok.

  • Hindari merokok pasif dan polusi udara.

  • Makan pola makan sehat yang kaya buah-buahan dan sayuran.

  • Lebih aktif. Gaya hidup pasif dapat meningkatkan sejumlah faktor risiko.

Rujukan:

  • American Cancer Society. Cancer Facts & Figures 2017. Atlanta, Ga: American Cancer Society; 2017.

  • Amos CI, Pinney SM, Li Y, et al. A susceptibility locus on chromosome 6q greatly increases lung cancer risk among light and never smokers. Cancer Res. 2010;70:2359–2367.

  • Caporaso N, Dodd KW, Tucker MA. New Malignancies Following Cancer of the Respiratory Tract. In: Curtis RE, Freedman DM, Ron E, Ries LAG, Hacker DG, Edwards BK, Tucker MA, Fraumeni JF Jr. (eds). New Malignancies Among Cancer Survivors: SEER Cancer Registries, 1973-2000. National Cancer Institute. NIH Publ. No. 05-5302. Bethesda, MD, 2006.

Bagikan informasi ini: