Apa itu Stres?

Stres adalah suatu kondisi yang sangat umum. Anda merasa jantung Anda berdebar kencang, telapak tangan berkeringat, dan perut bergejolak saat Anda sedang stres, mungkin ketika Anda akan menghadapi wawancara kerja atau acara penting seperti pernikahan. Anda juga merasakannya saat Anda terbebani dengan pekerjaan, ketika Anda sedang mengalami krisis, atau ketika Anda menghadapi sumber rasa takut seperti anjing yang marah atau saat terbang dengan pesawat.

Tetapi berlawanan dengan kepercayaan umum, stres sebenarnya merupakan respons biologis. Tubuh kita telah dirancang untuk dapat mendeteksi dan bereaksi terhadap stres. Bahkan, stres bersifat baik. Stres hanya menjadi berbahaya bila bersifat kronis.

Penyebab Stres

Apa yang dimaksud dengan stres dan apa penyebabnya? Stres adalah respon kita untuk menghadapi atau lari dari suatu keadaan. Stres telah memengaruhi kita sejak jaman nenek moyang kita, yang selalu menghadapi bahaya saat mereka harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain atau saat berburu binatang untuk mendapatkan makanan.

Hipotalamus di otak adalah salah satu bagian yang bertanggung jawab untuk mendeteksi penyebab stres (stressor) atau untuk memahami adanya ancaman. Setelah menentukan bahwa suatu hal adalah suatu stressor, hipotalamus akan mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal yang terletak di dekat ginjal untuk melepaskan dua jenis hormon: kortisol dan adrenalin.

Adrenalin meningkatkan denyut jantung dan pasokan energi Anda sementara kortisol meningkatkan konsentrasi glukosa dalam aliran darah Anda. Glukosa merupakan sumber bahan bakar tubuh untuk menghasilkan energi. Dengan demikian, Anda dapat langsung bereaksi terhadap stressor atau ancaman. Sebagai contoh, jika Anda akan diserang oleh anjing, hormon ini memungkinkan Anda berlari cepat. Setelah stressor tidak lagi ada, hormon ini seharusnya kembali ke tingkat normal.

Masalahnya adalah ketika Anda berada di bawah tekanan hampir sepanjang waktu, tubuh Anda akan terus-menerus memproduksi adrenalin dan kortisol.

Komplikasi yang Terjadi

Apa yang terjadi pada tubuh ketika respon stres Anda selalu aktif?

Kita perlu melihat efek kortisol dan stres kronis untuk menjawab pertanyaan ini. Ketika kelenjar adrenal menghasilkan hormon-hormon tersebut lebih dari yang seharusnya, respon tubuh yang berbeda mungkin muncul seperti berikut:

  • Kadar glukosa dalam aliran darah akan naik karena hati dipaksa untuk memproduksinya. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan sindrom metabolik dan diabetes tipe 2.
  • Kadar hormon yang tinggi dapat membuat Anda lebih rentan terkena infeksi dan beberapa jenis penyakit lain karena hormon menekan hal-hal yang yang dianggapnya tidak penting untuk dipertahankan, seperti misalnya sistem kekebalan tubuh Anda.
  • Sistem pencernaan Anda tidak berfungsi normal.
  • Metabolisme menjadi lebih lambat
  • Membuat Anda merasa lelah atau lesu.
  • Membuat Anda sulit menurunkan berat badan.
  • Dapat mengubah cara kerja hormon, termasuk insulin dan hormon reproduksi.
  • Kolesterol dan trigliserida naik, sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Menurut American Institute of Stress (Institut Stres Amerika), stres telah:

  • menyebabkan sekitar 10% dari kasus stroke
  • bertanggung jawab sebagai penyebab pada 75% dari orang yang berobat ke dokter
  • menyebabkan lebih dari 55% penyakit yang dikenal manusia
  • Memakan biaya sekitar 300 miliar dollar per tahun

Tanda dan Gejala Stres

Di bawah ini adalah beberapa tanda dan gejala stres kronis yang paling sering ditemui:

  • otot tegang terutama di sekitar leher, rahang, bahu, dan punggung
  • perasaan lelah terus menerus
  • lekas marah dan menyebabkan perubahan suasana hati
  • depresi dan kecemasan
  • mandul
  • produksi air mani atau sel telur rendah
  • peningkatan tekanan darah, glukosa, dan kadar kolesterol
  • buang air besar tidak teratur dan/atau susah
  • palpitasi atau denyut jantung tidak teratur
  • kesulitan bernapas
  • merasa kelaparan
  • gangguan tidur seperti insomnia
  • kesulitan dalam berkonsentrasi
  • kesulitan dalam mempertahankan atau menurunkan berat badan
  • hilangnya dorongan seksual
  • kerentanan terhadap infeksi
  • kulit tidak sehat dan rambut rontok
  • nyeri dada
  • mual, sakit kepala, dan pusing

Pengobatan Stres

Ada berbagai jenis perawatan untuk menghilangkan stres. Beberapa di antaranya akan langsung mengatasi dampak stres seperti kecemasan dan depresi. Obat seperti statin dikenal dapat mengurangi kadar kolesterol dan resiko penyakit jantung (kardiovaskular) atau darah tinggi (hipertensi).

Obat bernama Metformin seringkali diberikan padawanita yang menjadi tidak subur karena stres akibat ketidakseimbangan hormon. Obat ini menurunkan kadar glukosa dan resiko beberapa jenis kanker dan serangan jantung.

Namun, hal-hal berikut adalah hal-hal yang paling sering disarankan oleh para ahli kesehatan untuk mengatasi stres secara tepat, yaitu:

  • Latihan Pernapasan: sederhana, namun sangat efektif untuk mengendalikan tingkat stres karena membantu Anda tetap tenang dan membuat tubuh tenang. Pernapasan meredakan ketegangan otot dan mengurangi perasaan cemas.

  • Konseling: Berbicara tentang penyebab stres Anda dengan seorang ahli atau dengan teman atau keluarga juga dapat sangat membantu mengatasi masalah pikiran Anda. Terapi menulis juga merupakan cara yang sangat populer untuk menangani dan mengelola stres.

  • Tidur: Dengan tidur sebanyak mungkin, Anda dapat membantu tubuh Anda untuk rileks. Tidur juga membantu menekan nafsu makan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

Kapan Anda Perlu Menemui Ahli Stres?

Pasien yang berjuang untuk mengatasi stres sendiri dianjurkan untuk mencari bantuan ahli spesialis stres atau konselor yang terlatih untuk memberikan bantuan dalam mengurangi gejala stres. Jika teknik penanganan stres yang disebutkan di atas tidak berhasil untuk Anda, perawatan lain mungkin dianjurkan, termasuk terapi kognitif perilaku, biofeedback, serta hipnosis. Spesialis stres akan menentukan pengobatan terbaik berdasarkan gejala dan tingkat keparahan stres yang dialami.

Rujukan:

  • http://www.stress.org/stress-is-killing-you/
  • http://www.psychologytoday.com/
Bagikan informasi ini: