Apa itu Stroke?

Stroke adalah kondisi berubahnya fungsi otak karena adanya hambatan atau pecahnya pembuluh darah. Tanpa adanya suplai darah dan oksigen yang cukup, sel-sel dari bagian otak yang terserang mulai mengalami kematian. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan kemampuan pasien untuk berfungsi secara normal. Tingkat keparahan stroke yang terjadi tergantung pada tingkat kerusakan otak.

Stroke kadang-kadang disebut sebagai "serangan otak" untuk membedakannya dari serangan jantung, yang merupakan kondisi serupa yang terjadi di jantung bukan otak.

Penyebab dan Jenis Stroke

  • Stroke Iskemik – Stroke jenis ini terjadi karena adanya gumpalan darah yang menghambat pembuluh darah di otak. Karena pembuluh darah menjadi menyempit dan tersumbat, menyebabkan tidak adanya pasokan darah yang cukup untuk membawa oksigen yang diperlukan untuk menjaga otak tetap hidup. Penyebab stroke iskemik yang paling umum adalah arteriosklerosis, plak (kolesterol yang mengandung timbunan lemak) yang terbentuk di sepanjang dinding pembuluh darah. Penumpukan plak ini disebabkan oleh berbagai alasan termasuk tingginya kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Stroke iskemik juga dapat disebabkan oleh gumpalan darah kecil yang berjalan melalui aliran darah dan menggumpal di arteri.

  • Stroke Hemoragik – Stroke jenis ini terjadi ketika pembuluh darah menjadi rapuh dan lemah sehingga mudah pecah, menyebabkan darah bocor keluar ke otak. Adanya rembesan darah di otak menyebabkan tingginya tekanan, yang sulit untuk dilawan karena otak tertutup oleh tengkorak. Stroke hemoragik lebih serius daripada stroke iskemik dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada tubuh. Stroke hemoragik bahkan bisa berakibat fatal, dengan kematian yang terjadi pada 30% sampai 50% dari pasien stroke.

Gejala Stroke

Gejala stroke bervariasi tergantung pada lokasi daerah stroke dan jumlah darah yang terlibat. Gejala-gejala stroke hampir selalu terjadi dengan sangat cepat dan tiba-tiba. Serangan stroke dapat menyebabkan salah satu atau kombinasi dari gejala berikut:

  • Perubahan mendadak dalam penglihatan

  • Kesemutan tiba-tiba, kelemahan atau mati rasa, atau hilangnya kemampuan dalam menggerakkan lengan, kaki, wajah, yang biasanya mempengaruhi hanya satu sisi tubuh (kiri atau kanan)

  • Kesulitan mendadak dalam berbicara atau berbicara langsung

  • Kebingungan mendadak dan kesulitan dalam memahami

  • Kesulitan mendadak dalam mengingat hal-hal yang sangat dasar seperti menghitung atau perintah alfabet

  • Masalah koordinasi mendadak, seperti keseimbangan atau berjalan

  • Sakit kepala menyiksa tanpa sebab yang jelas yang terjadi secara tiba-tiba

Kapan Sebaiknya Anda Mengunjungi Dokter?

Orang yang mengalami gejala-gejala tersebut harus dibawa ke dokter sesegera mungkin. Beberapa gejala dapat menghilang dengan cepat sementara beberapa gejala lainnya dapat bertahan hingga beberapa jam. Dalam beberapa kasus, pasien mungkin mengalami mini-stroke atau serangan iskemik transient (TIA), yang merupakan peringatan bahwa stroke lebih serius dapat terjadi sesudahnya. Cara yang terbaik adalah mendapatkan pengobatan dini untuk mencegah stroke.

Beberapa tanda-tanda tersebut juga dapat merupakan gejala dari kondisi kardiovaskular lainnya seperti tekanan darah tinggi, perubahan kadar gula darah atau bahkan stres.

Seorang dokter umum dapat merekomendasikan Anda untuk menemui seorang dokter spesialis saraf dan dokter spesialis jantung jika Anda sedang atau pernah mengalami stroke sebelumnya.

Diagnosis dan Pengobatan Stroke

Untuk diagnosa dan penanganan stroke yang akurat, penting bagi pasien untuk melakukan pemeriksaan fisik dan prosedur diagnostik. Dokter akan bertanya tentang faktor-faktor risiko seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, merokok, dan riwayat keluarga. Beberapa tes juga akan dilakukan tergantung pada gejala Anda. Tes-tes yang dilakukan termasuk CT scan otak, tomografi komputer otak, MRI (pencitraan resonansi magnetik), karotis USG, karotis angiografi, EKG (elektrokardiogram), ekokardiografi dan tes darah. Hasil tes-tes tersebut dapat dengan jelas menunjukkan apakah terjadi stroke atau tidak, dan jika itu terjadi, bagian mana dari otak yang rusak dan berapa tingkat kerusakannya. Tes ini juga dapat mendeteksi kondisi kardiovaskular yang terkait.

Pengobatan stroke, di sisi lain, akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan stroke.

Pengobatan untuk stroke iskemik: stroke iskemik biasanya diobati dengan aktivator plasminogen jaringan (tPA), obat yang memecah gumpalan darah dan diberikan dalam waktu 4 jam setelah timbulnya gejala. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat stroke berupa pengencer darah dan antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah lebih lanjut. Prosedur medis seperti angioplasti atau perawatan lain yang lebih baru seperti trombolisis intra-arteri juga dapat dilakukan.

Pengobatan untuk stroke hemoragik: Langkah pertama pengobatan untuk stroke hemoragik adalah mengendalikan atau menghentikan pendarahan di otak melalui pengobatan. Intervensi bedah seperti aneurisma kliping, perbaikan malformasi arteri atau embolisasi kumparan mungkin disarankan untuk mencegah kebocoran lebih lanjut dan untuk mencegah agar pembuluh darah tidak pecah lagi.

Rehabilitasi Stroke

Karena stroke biasanya diikuti dengan masalah dalam gerakan, koordinasi, berpikir atau mengingat, bahasa, dan keterbatasan lainnya, dokter akan merekomendasikan Anda menemui terapis fisik, okupasi dan wicara untuk melakukan rehabilitasi. Terapi dapat membantu pasien stroke pulih lebih cepat untuk mengembalikan fungsi fisik dan normal mereka. Jenis, frekuensi, dan durasi terapi akan tergantung pada tingkat keparahan stroke yang terjadi. Terapi stroke mungkin melibatkan:

  • Penguatan keterampilan motorik melalui kegiatan fisik

  • Meningkatkan komunikasi dan berbicara melalui stimulasi fungsi otak secara elektrik dan penggunaan perangkat untuk mensimulasikan lingkungan nyata

  • Evaluasi dan pengobatan psikologis, termasuk konseling untuk penyesuaian emosional

Rehabilitasi stroke dianjurkan sesegera mungkin dalam 24-48 jam setelah stroke.

Setelah menderita stroke, pasien akan sangat disarankan untuk menjalani gaya hidup sehat, bahkan jika itu berarti gaya hidup yang lengkap dan perubahan rutinitas. Faktor risiko stroke dapat dikendalikan secara efektif dengan mengikuti diet seimbang yang sehat, menjaga berat badan yang sehat, dan aktif secara fisik. Dukungan dan partisipasi dari orang yang dicintai juga sangat dianjurkan untuk mempercepat pemulihan.

Referensi:

  • www.nhlbi.nih.gov National Heart Lung and Blood Institute “Explore Stroke”

  • Davis, Charles Patrick, MD. PhD. (2013).“Stroke”http://www.emedicinehealth.com/stroke

  • Goldstein LB, et al. (2010). Guidelines for the primary prevention of stroke: A guideline for healthcare professionals from the American Heart Association/American Stroke Association.

  • Stroke. Published online December 2, 2010 (doi: 10.1161/STR.0b013e3181fcb238). Also available online: http://stroke.ahajournals.org/content/42/2/517.full.
Bagikan informasi ini: