Apa itu Vaksin Flu Babi?

Dikembangkan untuk mengobati pandemi (wabah global) di tahun 2009, vaksin flu babi adalah vaksin yang dapat melawan virus flu AH1N1 dengan aman dan efektif.

Sebagai virus yang umum di antara populasi babi di dunia, flu babi tidak selalu menular pada manusia. Akan tetapi bila terjadi penularan, pasien yang terinfeksi dapat mengalami berbagai gejala yang hampir sama dengan flu manusia, seperti:

  • Badan kurang sehat
  • Demam
  • Kedinginan
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Mata berair
  • Lemas
  • Sakit kepala berat
  • Sakit perut
  • Kurang nafsu makan

Jenis flu AH1N1 tidak menular secara langsung dari babi ke manusia, tetapi ditularkan antar manusia melalui udara. Namun, orang yang pekerjaannya berhubungan erat dengan peternakan dan hasil olahannya, sangat rentan terjangkit virus ini.

Saat ini, ada dua jenis vaksin untuk flu babi: (1) vaksin injeksi, yang disuntikkan pada pasien dan terdiri dari tiga jenis virus dan satu vaksin tidak aktif dan (2) semprotan hidung yang terdiri dari vaksin virus flu hidup yang telah dilemahkan.

Pada tahun 2010, WHO (World Health Organization) mengumumkan bahwa pandemi ini telah berakhir. Namun sampai bulan Maret 2015, masih ada beberapa ribu kasus yang ditemukan di negara-negara berkembang.

Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin Flu Babi & Hasil yang Diharapkan

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 30% populasi manusia kebal terhadap virus AH1N1. Para peneliti meyakini bahwa kekebalan ini terjadi karena para individu tersebut pernah terkena jenis virus yang hampir sama. Mereka yang termasuk dalam kategori ini tidak memerlukan vaksin flu babi.

Vaksin injeksi flu babi juga tidak disarankan untuk anak-anak di bawah enam bulan dan pasien yang telah lanjut usia, karena mereka mungkin akan mengalami efek samping yang parah. Penelitian membuktikan bahwa seseorang yang berusia 65 tahun ke atas otomatis akan kebal terhadap virus ini.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC menyarankan vaksin flu babi untuk:

  • Wanita hamil. Sang ibu memiliki risiko tinggi terkena komplikasi, yang dapat berbalik memengaruhi janin dalam kandungannya. CDC yakin bahwa perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu babi kepada wanita hamil dapat memengaruhi sang anak, yang tidak dapat diberikan vaksin sebelum ia dewasa.

  • Orang yang menjaga atau sering melakukan kontak dengan bayi berusia kurang dari 6 bulan. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan berisiko tinggi terjangkit virus flu babi atau flu manusia, dan orang yang menjaga mereka pun sama rentannya terhadap virus.

  • Ahli medis layanan kesehatan dan unit gawat darurat. Mereka terus melakukan kontak dengan pasien dan berpotensi sebagai pembawa virus.

  • Anak-anak sekolah. Anak sekolah sering melakukan kontak (bersentuhan) dengan satu sama lain, yang dapat mempermudah penyebaran virus.

  • Orang dengan gangguan kesehatan yang membuat mereka rentan terhadap komplikasi flu babi dan jenis flu lainnya. Yang termasuk dalam kategori ini adalah pasien yang memiliki diabetes, kondisi yang menekan sistem kekebalan tubuh (seperti HIV-AIDS, kanker, atau mengonsumsi obat-obatan yang dapat menekan sistem kekebalan), dan penyakit kronis pada otot dan organ yang vital.

Cara Kerja Vaksin Flu Babi

Anak yang berusia 9 tahun dan di bawahnya harus mendapatkan dua dosis vaksin flu babi, sedangkan orang yang berusia 10-64 tahun harus mendapatkan satu dosis. Flu babi itu sendiriVaksin flu babi dapat disuntikkan oleh ahli medis berkualitas di berbagai lokasi.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Vaksin Flu Babi

Vaksin flu babi umumnya aman, tetapi untuk beberapa orangdapat menyebabkan efek samping pada orang tertentu, termasuk orang mereka yang alergi terhadap telur, dapat mengalami reaksi sebaliknya. Ini karena telur merupakan bahan yang sangat penting dalam mengembangkan dan memproduksi vaksin.

Risiko dan efek samping lainnya termasuk:

  • Sakit pada lengan (biasanya di tempat vaksin disuntikkan)
  • Sakit kepala
  • Demam
    Rujukan:

  • Centers for Disease Control and Prevention: “Safety of Influenza A(H1N1) 2009 Monovalent Vaccines”

  • National Health Service: “Swine Flu – Vaccine”
Bagikan informasi ini: