Apa itu Takikardia?

Takikardia adalah irama detak jantung yang sangat cepat (melebihi 100 detak per menit). Ini terjadi karena gangguan pada sistem kelistrikan jantung. Saat jantung berdetak terlalu cepat, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik. Ini dapat menyebabkan otot jantung meregang dan memicu serangan jantung.

Gangguan ini bersifat ringan, sedang, atau berat. Kebanyakan penderits takikardia ringan tidak menampakkan gejala apa pun. Nyatanya, mereka dapat tetap hidup normal dan bahkan aktif. Di sisi lain, pada kasus yang lebih parah, penderita memerlukan pengobatan. Ini termasuk pemakaian obat dan operasi.

Ada lima jenis takikardia, yaitu:

  • Fibrilasi atrium (AF) - Ini menyebabkan detak jantung menjadi cepat dan tidak tetap. AF terjadi saat atrium jantung tidak berdetak dengan semestinya. Detakan atrium tidak seirama dengan gerakan ventrikel. Hal ini membuat jantung gemetar. AF meningkatkan risiko gagal jantung dan stroke.

  • Fibrilasi ventrikel - Ini adalah jenis yang paling serius. Bilik bawah jantung yang gemetar memicu kondisi ini. Akibatnya, jantung dapat kehilangan kemampuan memompa darah. Kondisi tersebut dapat memicu serangan jantung.

  • Takikardia superventrikular (SVT) - Sebagian besar episode SVT disebabkan oleh masalah pada koneksi listrik di dalam jantung. Di sisi lain, pada beberapa kasus, ini merupakan akibat dari operasi atau penyakit tertentu.

  • Getar atrium - Ini membuat detak jantung menjadi cepat, namun dalam irama yang tetap. Artinya, jantung berdetak dengan semestinya, hanya lebih cepat. Ini terjadi saat terbentuk konduksi sirkuit yang abnormal di dalam atrium kanan.

  • Takikardia ventrikel - Penyebab dari irama jantung yang cepat ini dimulai di bagian bawah jantung. Sama seperti getar atrium, ini menyebabkan jantung berirama cepat, namun tetap.

Penyebab Takikardia

Fungsi utama jantung adalah memompa darah ke seluruh bagian tubuh lainnya. Selain itu, jantung akan memastikan organ-oragn vital lain, seperti ginjal dan otak, menerima nutrisi dan oksigen yang mereka butuhkan untuk dapat berfungsi dengan baik. Jantung memerlukan impuls listrik agar dapat berdetak. Impuls dihasilkan oleh nodus sinus atau yang juga dikenal sebagai alat pacu jantung alami. Impuls listrik dari nodus sinus memasuki atrium untuk memicu kontraksi otot atrium. Lalu mereka akan bergerak ke nodus atrioventrikel (AV). Di sini, mereka akan melambat untuk membiarkan ventrikel terisi dengan darah. Kemudian, impuls melintasi ventrikel, sehingga darah dapat mengalir keluar jantung. Apa pun yang mengganggu sistem tersebut dapat membuat irama jantung tidak tetap. Penyebab umum dari kondisi tersebut adalah:

  • Abnormalitas bawaan lahir yang mengganggu jantung dan sistem kelistrikannya.

  • Faktor-faktor gaya hidup, seperti penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, serta merokok.

  • Reaksi penolakan terhadap obat-obatan tertentu.

  • Penyakit tertentu yang merusak jaringan dan katup jantung.

  • Penyakit, seperti anemia dan tekanan darah tinggi.

Gejala Utama Takikardia

Gangguan irama jantung abnormal menyerang jutaan orang di seluruh dunia. Namun, tidak semua kondisi menunjukkan gejala. Selain detak jantung menjadi lebih cepat dari waktu ke waktu, banyak orang yang tidak diserta dengan tanda lainnya. Gangguan ini juga tidak menghambat mereka untuk berkegiatan aktif. Namun pada beberapa kasus, kondisi ini dapat membuat napas menjadi pendek, denyut nadi lebih cepat, dan palpitasi jantung. Dalam kasus yang parah, pasien umumnya mengalami pingsan, lemas seketika, dan tekanan darah rendah. Gejala lainnya termasuk nyeri dada, kebingungan, dan pusing.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Orang-orang dengan takikardia ditangani oleh spesialis jantung. Sejumlah tes biasanya dilaksanakan untuk mendiagnosis dan mengenali sumber masalah.

Dalam bagian pertama konsultasi, dokter akan melaksanakan tes fisik dan meninjau rekam medis pasien. Salah satu hal yang ingin diketahui dokter adalah riwayat penyakit di dalam keluarga pasien.

Lalu dokter akan memeriksa aktivitas kelistrikan jantung dengan menggunakan elektrokardiogram (EKG). Ini adalah tes sederhana yang tidak terasa sakit, serta dapat dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Sebelum menjalani tes ini, pasien perlu mengenakan monitor portabel. Alat ini akan merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu yang cukup lama (setidaknya 24 jam).

Tes lain akan dilakukan jika monitor mendeteksi adanya irama jantung abnormal. Salah satu tes itu adalah tes elektrofisiologis (EPS). Ini membantu dokter untuk memahami tempat berasalnya irama jantung abnormal. Dalam EPS, selang tipis akan dimasukkan melalui pembuluh darah hingga menuju ke jantung. Lalu sinyal listrik dikirimkan ke jantung dan aktivitas kelistrikan jantung akan direkam.

Tes pencitraan juga dapat dilakukan. Tes-tes ini menghasilkan gambar jantung yang bergerak dan tidak. Ini dapat digunakan untuk mengonfirmasi jika jantung membengkak atau pembuluh darah tersumbat.

Kasus yang ringan kemungkinan tidak memerlukan obat-obatan atau operasi. Pada sebagian orang, irama jantung dapat diperlambat dengan vagal maneuver (aktivitas untuk memperlambat irama jantung). Ini termasuk menahan napas dan berbaring, muntah dan batuk, atau membenamkan wajah ke air. Untuk kondisi yang lebih parah dapat digunakan alat pacu buatan atau ICD. Alat ini ditanam di bawah kulit. Jika ia mendeteksi irama jantung abnormal, ia akan melancarkan kejut listrik untuk mengembalikan irama jantung normal.

Dokter menyediakan operasi jantung terbuka sebagai pilihan terakhir. Sebab, risiko dan kemungkinan komplikasinya cukup besar. Ini hanya dilaksanakan jika abnormalitas pada struktur atau lintasan kelistrikan tambahan jantung memicu takikardia. Ini juga berguna jika pasien mengidap gangguan jantung lain yang hanya dapat disembuhkan melalui operasi.

Rujukan:

  • Neumar RW, Otto CW, Link MS, et al. (November 2010). “Part 8: adult advanced cardiovascular life support: 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care”. Circulation. 122 (18 Suppl 3): S729–67.

  • Custer JW, Rau RE, eds. Johns Hopkins: The Harriet Lane Handbook. 18th ed. Philadelphia, PA: Mosby Elsevier Inc; 2008. Data also available through eMedicine: Pediatrics, Tachycardia.

Bagikan informasi ini: