Pengertian dan Gambaran Umum

Tendonitis adalah kondisi yang ditandai oleh peradangan pada tendon, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap cedera. Istilah ini jangan disalahartikan dengan Tendonisis, yaitu cedera menurunnya kekuatan tendon yang tidak menunjukkan gejala apapun pada reaksi sistem kekebalan tubuh. Tendon adalah bekas kuat dari jaringan yang mengubungkan tulang dan otot. Tendon terbentuk dari kolagen yang dapat menahan sejumlah besar tekanan. Sayangnya, tekanan yang berulang dapat menyebabkan sobekan kecil pada tendon seiring berjalannya waktu.

Tendon terdapat di seluruh bagian tubuh, tetapi kecenderungan cedera terjadi di ibu jari, lutut, bahu, panggul, siku, pergelangan tangan, dan tendon Achilles. Anda akan seringkali mendengar tendonitis disebut pula dengan nama lain, seperti Lutut Pelompat (Jumper’s Knee), Siku Pegolf (Golfer’s Elbow), Siku Petenis (Tennis Elbow), Bahu Perenang (Swimmer’s Shoulder), atau Bahu Pelempar (Pitcher’s Shoulder). Kasus ringan dari tendonitis biasanya karena keseleo atau kerja tendon yang berlebihan. Semua masalah tersebut dapat dirawat dengan menggunakan obat-obatan untuk mengendalikan rasa nyeri, dan beristirahat, serta terapi fisik untuk mempercepat proses penyembuhan. Kasus yang lebih berat menyebabkan trauma yang mengakibatkan robeknya tendon. Tendon harus diperbaiki melalui pembedahan.

Penyebab Tendonitis

Cedera pada tendon dapat disebabkan oleh berbagai jenis aktivitas, mulai dari tindakan yang sederhana seperti menekan mouse sampai dengan posisi yang tidak benar selama berolahraga, atau aktivitas rumah lainnya, seperti berkebun. Kondisi medis seperti radang sendi, encok, dan radang sendi psoriasis juga diketahui sebagai penyebab tendonitis.

Namun, penyebab utama dari tendonitis adalah posisi yang salah dan tekanan yang berulang pada persendian. Sangatlah penting untuk selalu menjaga posisi yang sesuai ketika melakukan sesuatu, seperti mengangkat atau saat berolahraga. Pada faktanya, saat mempelajari olah raga tertentu biasanya selalu melibatkan latihan dalam posisi yang tepat ketika melakukan pergerakan tertentu.

Salah satu contoh yang baik adalah melakukan latihan beban di ruang olahraga. Instruktur olah raga akan selalu membimbing Anda pada posisi yang tepat pada saat mengangkat beban. Contoh lainnya adalah saat bermain golf. Terdapat cara yang tepat dan tidak tepat untuk melakukan ayunan golf. Karena ayunan golf melibatkan gerakan cepat dengan menggunakan seluruh tubuh, melakukannya dengan gerakan yang salah dapat mengakibatkan gangguan pada tendon Anda.

Orang-orang dari berbagai usia dapat mengalami tendonitis, tetapi mereka yang berusia diatas 40 tahun cenderung lebih mudah mengalami kondisi ini. Tendon mengalami penuaan seperti halnya bagian tubuh lainnya. Ketika mereka menua, mereka kehilangan elastisitas yang membuat mereka cenderung lebih mudah cedera.

Gejala-Gejala Utama

Pertanda dan gejala-gejala dari tendonitis adalah rasa nyeri di berbagai tingkatan bergantung pada keparahan kondisi tersebut, dan pembengkakan yang diikuti oleh kemerahan di wilayah tersebut. Anda juga akan mengalami nyeri dan lemah pada persendian atau otot. Dalam beberapa kasus, gejala-gejala tersebut akan menghilang setelah beberapa hari. Tetapi pada kasus yang lebih parah, rasa nyeri dapat terasa sangat menyiksa. Jika gejala-gejala tersebut tidak kunjung hilang dan bahkan semakin parah, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan.

Komplikasi dapat terjadi jika dibiarkan tanpa perawatan. Kondisi yang ringan dapat menjadi buruk. Jika hal ini terjadi, Anda akan disarankan untuk melakukan pembedahan untuk memperbaiki tendon. Skenario lainnya adalah bahwa kondisi ini berkembang menjadi tendonisis. Hal ini terjadi ketika penurunan kekuatan pada tendon terjadi, termasuk perkembangan abnormal dari pembuluh darah. Tendonisis biasanya tidak menunjukkan gejala apapun karena sistem kekebalan tubuh tidak bereaksi dalam kondisi ini.

Siapa yang harus ditemui dan jenis perawatan yang tersedia

Reaksi pertama Anda terhadap tendonitis sangatlah penting. Jika Anda melihat adanya pembengkakan, kemerahan, dan nyeri di bagian tubuh tertentu, atau pada sendi, sangatlah disarankan bagi Anda untuk beristirahat sejenak, merawat daerah tersebut dengan es, mengompres daerah tersebut untuk meringankan pembengkakan, dan meninggikan area tersebut jika memungkinkan. Jika rasa nyerinya tidak tertahankan, Anda dapat menggunakan obat-obatan pelawan rasa nyeri seperti ibuprofen atau asetaminofen, selama Anda tidak bereaksi terhadap obat-obatan tersebut.

Jika nyeri tetap terjadi dan pembengkakan semakin parah, Anda sebaiknya menemui dokter untuk memeriksakan penyakit Anda. Dokter Anda perlu mengetahui gejala-gejala yang Anda alami, ketika Anda pertama kali merasakannya, dan berapa lama gejala-gejala tersebut terjadi. Anda juga perlu memberitahu dokter Anda jika Anda telah melakukan perawatan tertentu di rumah dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk mengatasi nyeri. Dokter juga mungkin menanyakan apakah Anda memiliki kondisi medis lain yang sedang diobati.

Ketika dokter telah memperoleh seluruh informasi yang dibutuhkan, dia akan melakukan pemeriksaan fisik. Dalam kasus kebanyakan, pemeriksaan fisik sudah cukup untuk memeriksa kondisi tersebut. Namun, dokter Anda juga dapat memilih untuk melakukan rontgen atau pemeriksaan pencitraan lainnya untuk menghasilkan diagnosis yang tepat. Perawatan bagi tendonitis biasanya mengendalikan rasa nyeri dan meringankan pembengkakan. Jika kondisinya parah, Anda akan disarankan untuk melakukan pembedahan untuk memperbaiki tendon. Pilihan perawatan Anda akan termasuk pengobatan dengan suntikan kortikosteroid dan plasma yang kaya akan trombosit (Platelet-Rich Plasma - PRP) untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan. Dalam perawatan PRP, dokter akan mengambil sejumlah darah Anda dan memprosesnya melalui sentrifuse (alat pemisah larutan) untuk menghasilkan trombosit. Ini kemudian disuntikkan ke dalam tendon yang cedera untuk mempercepat proses penyembuhan.

Jika tendon telah robek dari tulang, Anda sebaiknya melakukan pembedahan. Untungnya, pembedahan bagi tendonitis dapat dilakukan dengan menggunakan teknik invasif minimal. Teknik ini melibatkan penggunaan miniatur alat bedah yang dimasukkan melalui sayatan kecil di dekat area yang terkena. Dokter bedah melakukan perbaikan dengan menggunakan peralatan USG untuk memandu peralatan tersebut.

Jika pembedahan minimal invasif tidak tersedia, Anda sebaiknya melakukan pembedahan terbuka tradisional untuk memperbaiki tendon. Proses penyembuhan dari pembedahan terbuka biasanya jauh lebih lama dibandingkan dengan pembedahan invasif minimal.

Setelah pembedahan, dokter Anda akan menyarankan terapi fisik untuk membantu Anda sembuh lebih cepat. Sembuh dari tendonitis tidak serta merta membebaskan Anda dari cedera serupa di masa mendatang pada tendon lainnya atau pada tendon yang sama. Untuk menghindari terjadinya hal ini, hindari melakukan pekerjaan yang berulang tanpa waktu beristirahat. Selalu yakinkan bahwa Anda berada pada posisi yang sesuai. Jika dibutuhkan, ambil waktu untuk melakukan latihan yang tepat bagi aktivitas tersebut.

Acuan:

  • American College of Rheumatology
Bagikan informasi ini: