Apa itu Testosteron Rendah?

Testosteron rendah adalah kondisi umum dialami oleh pria di mana tubuh menghasilkan jumlah hormon pria yang tidak mencukupi, yang disebut juga defisiensi testosterone atau hipogonadisme. Terdapat dua jenis hipogonadisme: primer dan pusat. Hipogonadisme primer disebabkan oleh masalah pada gonad, atau bagian otak yang bertugas untuk menerima sinyal yang berkaitan dengan produksi hormon, sedangkan hipogonadisme pusat disebabkan oleh masalah otak yang menghambat hipotalamus dan kelenjar hipofisis memproduksi jumlah testosterone yang cukup.

Hormon testosteron memiliki peran penting dalam tubuh pria karena berperan membentuk ciri-ciri fisik pria. Hormon ini juga berperan untuk memproduksi sperma. Oleh karena itu, tubuh manusia biasanya membutuhkan testosteron dengan kisaran 300 nanogram per desiliter (ng/dL) dengan batas atas hingga 800. Jika kadar testosteron lebih rendah dari kisaran 300, pasien dianggap memiliki masalah kadar testosteron rendah, yang dapat menyebabkan berbagai gejala, terutama jika kadar testosteronnya serendah 200 atau 100 ng/dL.

Wanita juga mungkin mengalami masalah dengan kadar testosteron rendah. Meskipun testosteron disebut sebagai hormon pria, hormon ini juga diproduksi oleh pria dan wanita. Bagaimanapun, wanita hanya menghasilkan jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki, dan tingkatnya cenderung menurun bahkan lebih rendah ketika wanita mendekati menopause.

Penyebab Testosteron Rendah

Testosteron rendah dikaitkan dengan berbagai faktor yang beragam yang mungkin memiliki peran dalam menghambat produksi hormon pria secara optimal. Faktor-faktor tersebut antara lain:

  • Penuaan
  • Luka pada testis
  • Perawatan radiasi (biasanya untuk kanker testis)
  • Obat-obatan tertentu
  • Obesitas
  • Penyakit ginjal
  • Kanker testis(atau adanya tumor ganas)
  • Penyakit Addison
  • Hipoparatiroidisme
  • Sindrom Turner
  • Sindrom Klinefelter
  • Gangguan hormonal yang mempengaruhi semua atau berbagai jenis hormone dalam tubuh
  • Infeksi
  • HIV/AIDS
  • Diabetes tipe 2
  • Penyakit hati
  • Masalah kelenjar hipofisis
  • Sindrom Kallman
  • Gangguan hipofisis
  • Tuberkulosis
  • Histiositosis
  • Sarkoidosis
  • Penurunan berat badan mendadak
  • Kekurangan gizi
  • Masalah pendarahan
  • Telah menjalani operasi otak
  • Hemokromatosis (kondisi di mana tubuh menyerap zat besi secara berlebihan)
  • Faktor genetik (dalam kasus di mana produksi testosteron rendah sudah terdeteksi saat lahir)

Testosteron rendah diperiksa dengan melalui pemeriksaan darah sederhana, tetapi pria dengan masalah testosteron mungkin diminta untuk menjalani pemeriksaan lainnya untuk menentukan penyebab kondisi dan mengesampingkan masalah kesehatan lain sebagai penyebabnya. Pemeriksaan darah sebaiknya dilakukan pada pagi hari ketika kadar testosteron pada posisi tertinggi, terutama ketika pasien masih muda. Pasien juga mungkin diminta untuk melakukan beberapa pemeriksaan karena faktanya kadar testosteron pria dapat sangat berfluktuasi dalam periode 24 jam. Jika hasilnya menunjukkan tingkat testosteron rendah, kebanyakan dokter ahli endokrin melakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan hasil pemeriksaan.

Untuk memastikan hasil pemeriksaan darah, dokter juga dapat meminta pemeriksaan masa otot pasien dan pengujian hormon seks lainnya seperti FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone), yang keduanya diproduksi oleh kelenjar di bawah otak. Pasien wanita juga perlu menjalani pemeriksaan kadar estrogen.

Jika masalah hormon ditemukan akibat dari penyakit atau kondisi kesehatan, penting untuk mengobat penyakit yang pertama. Meskipun masalah testosteron dapat ditangani secara terpisah, tidak ada jaminan bahwa masalah tersebut tidak akan kambuh.

Gejala Utama Testosteron Rendah

Pria yang produksi testosteronnya terganggu dan oleh karena itu tidak mendapatkan hormon pria yang cukup mungkin mengalami gejala berikut:

  • Masalah konsentrasi
  • Penurunan gairah seks
  • Rendahnya volume sperma
  • Depresi
  • Kelelahan
  • Tumbuhnya Payudara
  • Pengecilan penis dan testis
  • Osteoporosis
  • Kemandulan
  • Rasa lemah
  • Gangguan tidur
  • Perasaan tidak berharga
  • Disfungsi ereksi
  • Masalah kepadatan tulang
  • Peningkatan lemak tubuh
  • Penurunan masa otot
  • Suasana hati rendah

Wanita juga mengalami gejala khusus, seperti:

  • Tidak haid
  • Hot flashes
  • Pertumbuhan payudara melambat
  • Keluarnya susu dari payudara
  • Rontoknya bulu tubuh

Karena gejala ini juga bisa disebabkan oleh berbagai kemungkinan masalah kesehatan lainnya, terkadang sulit untuk mendeteksi masalah testosteron rendah dengan hanya gejala saja. Juga, tidak semua pria dengan kadar testosteron rendah mengalami gejala; terkadang, masalah ini tidak menyebabkan perubahan tubuh yang terlihat. Ini adalah alasan mengapa pria disarankan sebaiknya menjalani pemeriksaan secara teratur, baik adanya gejala atau tidak.

Siapa yang Harus Ditemui dan Pengobatan yang Tersedia

Penurunan produksi testosteron dan kadar testosteron yang tidak cukup diatasi dengan penggunaan suplemen. Tindakan pengobatan ini disebut penggantian testosteron di mana pasien diberikan tambahan pasokan testosteron untuk meningkatkan jumlahnya yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Hormon ini biasanya diberikan melalui suntikan, tablet di antara pipi dan gusi, penambalan, implan, atau gel. Suntikan testosteron dianggap sebagai pengobatan yang paling efektif untuk pria yang ingin memiliki keturunan karena tindakan ini juga dapat menstimulasi jumlah dan pergerakan sperma. Dengan demikian, terapi penggantian hormon merupakan jenis pengobatan yang paling umum yang digunakan pria dengan penurunan kadar testosteron, dan juga digunakan untuk membantu pria yang memiliki masalah ereksi.

Pilihan pengobatan yang paling tidak disukai adalah jenis suplemen gel testosteron, yang mungkin sangat tidak nyaman karena pasien harus ekstra berhati-hati agar gel tidak menyetuh kulit orang lain. Perkembangan terkini memberikan testosteron tambahan dengan menanamkan implan hormon di bawah kulit, yang biasanya di daerah bokong. Bentuk pengobatan ini dapat terus memberikan kadar testosteron yang tepat selama tiga sampai empat bulan, sehingga juga menjadi pilihan yang sangat nyaman.

Pria yang menerima pemberian testosteron mungkin menyadari beberapa efek yang terlihat, seperti peningkatan gairah seksual, meningkatnya masa otot, dan menurunnya tingkat tulang keropos. Kebanyakan pasien yang menjalani terapi penggantian hormon melaporkan peningkatan secara umum pada tingkat energi dan kesehatan mereka.

Namun, terapi penggantian hormon berhubungan dengan beberapa efek samping, seperti:

  • Apnea tidur
  • Jerawat
  • Masalah buang air kecil
  • Kulit melepuh
  • Kulit merah (hanya jika tambal testosteron yang digunakan)
  • Gatal
  • Pembesaran prostat
  • Kemandulan

Pilihan pengobatan lain yang tersedia untuk pria dengan kadar testosteron rendah adalah dengan minum obat; obat yang diberikan bukanlah hormon itu sendiri namun efektif dalam merangsang produksi normal testosteron untuk meningkatkan kadar testosteron tubuh. Contoh dari pengobatan ini di antaranya adalah penggunaan letrezole dan clomiphene.

Pengobatan ini diberikan oleh dokter ahli endokrinologi, yaitu seorang dokter spesialis yang berfokus pada diagnosis dan pengobatan penyakit yang berhubungan dengan produksi hormon tubuh. Jika Anda pergi ke dokter keluarga Anda atau dokter umum untuk melaporkan gejala Anda, Anda akan dirujuk ke dokter ahli endokrin yang akan meresepkan perawatan terbaik untuk kondisi Anda.

Rujukan:

  • Spyros Mezitis, MD, PhD, endocrinologist, Lenox Hill Hospital, New York.
  • Jason Hedges, MD, PhD, urologist, Oregon Health and Science University, Portland, Ore.
  • The Hormone Foundation: "Low Testosterone and Men's Health."
  • The Hormone Foundation: "Patient Guide to Androgen Deficiency Syndromes in Adult Men."
  • Patient Education Institute: "Low Testosterone Reference Summary."
Bagikan informasi ini: