Pengertian dan Tinjauan

Berlawanan dengan kepercayaan masyarakat pada umumnya, lemak dan banyak jenisnya, tidak sepenuhnya buruk. Bahkan, mereka penting, antara lain untuk metabolisme dan pengaturan suhu tubuh. Salah satu lemak ini adalah trigliserida.

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak darah, termasuk juga kolesterol. Trigliserida yang terdapat pada tumbuhan dan hewan dibentuk dengan cara menggabungkan satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak. Meskipun diproduksi oleh tubuh melalui hati, trigliserida dapat diperoleh dalam jumlah yang lebih banyak melalui makanan, di mana lemak dan karbohidrat diubah menjadi trigliserida.

Tujuan utama dari trigliserida adalah untuk menyimpan energi ekstra yang disebut kalori. Kalori yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk melakukan fungsi normal mereka.

Ketika seseorang makan makanan, karbohidrat dipecah dan diubah menjadi glukosa, yang mana diserap oleh sel sebagai bahan bakar. Yang tidak bisa diserap kemudian diubah menjadi lemak dan disimpan sebagai trigliserida dan selanjutnya disimpan dalam jaringan adiposa dan sel-sel lemak.

Jika tubuh membutuhkan bahan bakar ekstra karena defisit kalori, lipase pankreas, enzim yang memegang ikatan molekul, memecah trigliserida, dan pada akhirnya melepaskan asam lemak. Asam lemak yang telah dipecah kemudian disintesis melalui duodenum dan usus kecil, dan dikirim ke sel-sel yang berbeda melalui aliran darah.

Selama bertahun-tahun, trigliserida telah terus-menerus dikaitkan dengan berbagai gangguan termasuk sindrom metabolik dan penyakit jantung. Yang terjadi sebenarnya adalah meningkatnya kadar trigliserida, suatu kondisi yang disebut dengan hipertrigliseridemia. Tubuh tidak memerlukan banyak lemak darah untuk berfungsi dengan baik, yang mana berarti hanya sedikit kolesterol dan trigliserida yang disimpan oleh tubuh. Kisaran normalnya tidak lebih dari 150 mg/dL (miligram per desiliter). Asosiasi Jantung Amerika menganggap 100 sebagai angka terbaik. Masih belum jelas bagaimana lemak darah jenis ini meningkatkan risiko penyakit jantung.

Penyebab Trigliserida

Banyak faktor yang dapat menyebabkan peningkatan level trigliserida dalam tubuh. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Diet - Diet yang terdiri dari terlalu banyak lemak (terutama lemak trans), karbohidrat, dan gula adalah salah satu penyebab umum dari kadar trigliserida yang tinggi. Karena kalori yang sangat tinggi, tubuh menyimpan lemak lebih banyak.

  • Kurang olahraga – Gaya hidup, seperti duduk untuk jangka waktu yang lama, juga meningkatkan risiko karena tubuh tidak memaksimalkan kalori yang tersimpan.

  • Sindrom metabolik – Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai jenis kondisi dan gejala yang berhubungan dengan metabolisme dan penyimpanan lemak. Hal ini termasuk peningkatan tekanan darah, peningkatan kolesterol jahat, tingginya gula darah dan trigliserida.

  • Obesitas - Salah satu tanda-tanda klasik dari sindrom metabolik adalah obesitas. Jika digambarkan sebagai gangguan yang sangat kompleks, obesitas diukur dalam berbagai cara termasuk berat badan, indeks massa tubuh, dan rasio pinggang-pinggul. Banyak para ahli lebih memilih rasio pinggang dan pinggul untuk menentukan obesitas karena menurut mereka, obesitas sentral (obesitas visceral) atau lemak yang menumpuk di perut adalah lemak yang paling berbahaya. Selain letaknya dekat dengan organ vital yang diperlukan untuk metabolisme, seperti hati dan pankreas, trigliserida juga mengeluarkan hormonnya sendiri yang dapat mengganggu proses metabolisme normal.

  • Obat - Obat-obat tertentu terutama steroid dan pil KB telah terbukti meningkatkan berat badan penggunanya.

  • Alkohol yang berlebihan - Kebanyakan alkohol mengandung jumlah gula berlebih yang kemudian dipecah menjadi glukosa. Bila tidak digunakan, trigliserida disimpan sebagai lemak.

  • Sifat yang diturunkan - Hipertrigliseridemia bisa familial atau keturunan dan bisa karena cacat genetik. Orang dengan penyakit ini cenderung memiliki tingkat kolesterol jahat yang sangat tinggi dan berada pada risiko yang lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

Gejala Utama Trigliserida

Secara umum, tingkat trigliserida tidak menunjukkan gejala apapun kecuali jika masalahnya adalah genetik, di mana penyimpanan lemak dapat terlihat di permukaan kulit. Gejala lain, yang tidak spesifik untuk kondisi tersebut, termasuk mual, nyeri perut, demam, dan dalam kebanyakan kasus, pankreatitis akut.

Siapa yang Harus Dihubungi dan Perawatan yang Tersedia

Seorang dokter umum dapat mendiagnosa tingkat trigliserida tinggi melalui serangkaian tes seperti:

  • Genotip APOE bagi mereka yang memiliki hipertrigliseridemia familial
  • Tes profil lemak untuk menilai berbagai jenis lemak di dalam darah
  • Gula darah puasa untuk menentukan seberapa efektif tubuh dalam menyintesis glukosa darah
  • Tes Trigliserida untuk mengukur tingkat trigliserida

Semua tes ini dapat dilakukan dengan hanya mengambil sampel darah dari pembuluh darah. Puasa mungkin diperlukan untuk tes tertentu. Tingkat trigliserida 200 dan di atasnya dianggap tinggi.

Cara terbaik untuk mengontrol trigliserida adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup seperti:

  • Mengurangi kalori
  • Meningkatkan aktivitas fisik (misalnya berjalan selama minimal 30 menit sehari)
  • Mengganti lemak tradisional dengan lemak yang sehat seperti tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal
  • Menghindari atau mengurangi alkohol dan rokok secara signifikan
  • Mempertahankan diet sehat yang rendah karbohidrat, lemak, dan gula
  • Meningkatkan asupan asam lemak omega-3

Jika tingkat trigliserida sudah sangat tinggi (lebih dari 500 mg/dL), dokter mungkin merekomendasikan obat yang dapat dikonsumsi dengan kombinasi perubahan gaya hidup. Obat ini disebut statin yang mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke sebanyak 35%. Meskipun obat ini dimaksudkan untuk menurunkan kolesterol jahat, mereka hanya efektif untuk mengontrol kadar trigliserida.

Rujukan:

  • Miller M, Stone NJ, Ballantyne C, et al. Triglycerides and Cardiovascular Disease: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2011;123:2292-2333

  • Miller M, Stone NJ, Ballantyne C, Bittner V, Criqui MH, Ginsberg HN, Goldberg AC, Howard WJ, Jacobson MS, Kris-Etherton PM, Lennie TA, Levi M, Mazzone T, Pennathur S; American Heart Association Clinical Lipidology, Thrombosis, and Prevention Committee of the Council on Nutrition, Physical Activity, and Metabolism; Council on Arteriosclerosis, Thrombosis and Vascular Biology; Council on Cardiovascular Nursing; Council on the Kidney in Cardiovascular Disease. Circulation. 2011 May 24;123(20):2292-333. doi: 10.1161/CIR.0b013e3182160726. Epub 2011 Apr 18. No abstract available.

  • Semenkovich CF. Disorders of lipid metabolism. In: Goldman L, Schafer AI, eds. Goldman’s Cecil Medicine. 24th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 213.

  • Stone NJ, Robinson JG, Lichtenstein AH, Goff DC Jr, Lloyd-Jones DM, Smith SC Jr, et al. Treatment of blood cholesterol to reduce atherosclerotic cardiovascular disease risk in adults: synopsis of the 2013 American College of Cardiology/American Heart Association cholesterol guideline. Ann Intern Med. 2014 Mar 4;160(5):339-43.

Bagikan informasi ini: