Apa itu Tumor Jantung?

Tumor atau massa jaringan yang tidak normal, dapat tumbuh kapan saja di bagian tubuh mana pun. Walaupun jarang terjadi, tumor juga dapat tumbuh di jantung. Tumor ini disebut sebagai tumor jantung. Ada dua kategori tumor jantung, yaitu:

  • Jinak : Tumor yang tumbuh dengan lambat dan umumnya tidak menyebabkan masalah.
  • Ganas : Tumor yang tumbuh dengan cepat dan memiliki potensi untuk menyebar ke bagian lain tubuh, juga membahayakan jiwa.


Selain itu, tumor jantung juga dapat dikategorikan menjadi primer atau sekunder.

  • Tumor jantung primer adalah tumor yang tumbuh di jantung dan tidak menyebar kemana pun. Ini adalah tipe tumor jantung yang sangat langka dan menimpa 1 dari 1000-1000.000 orang. Kebanyakan tumor jantung primer adalah jinak dan paling sering disebut miksoma, yang biasanya tumbuh di ruang bagian kiri atas jantung (atrium). Tetapi, 25% tumor jantung primer pada akhirnya menjadi ganas; yang paling sering disebut sarkoma.

  • Tumor jantung sekunder adalah tumor yang tumbuh di bagian lain tubuh, lalu menjalar dan akhirnya menempel di jantung. Hal ini paling sering terjadi karena hasil penyebaran tumor lain yang ada di paru-paru, payudara, perut, ginjal, hati, atau usus besar.


Dengan demikian, tumor jantung dapat menjadi:

  • Tumor jantung primer jinak – bukan kanker, tumbuh di dan berasal dari jantung
  • Tumor jantung primer ganas – kanker, tumbuh di dan berasal dari jantung
  • Tumor jantung sekunder ganas – kanker, berasal dari bagian lain tubuh; juga disebut tumor jantung metastatik

Penyebab Tumor Jantung

Tidak ada penyebab pasti tumor jantung, tetapi sangat diyakini bahwa tumor jantung dipicu oleh hasil pengaturan pembelahan sel yang tidak normal. Pada sebagian kasus, faktor keturunan dan genetika menjadi penyebab utama. Terkadang, masalah kesehatan lainnya, seperti sindrom Carney (sindrom NAME dan LAMB), juga dapat memicu tumor jantung.

Gejala Utama Tumor Jantung

Gejala tumor jantung, yang biasanya menyerupai penyakit jantung lainnya, adalah seperti berikut:

  • Gejala ekstrakardiak dapat berupa (1) bentuk fisik (perubahan pada perilaku pasien atau gejala fisik luar), seperti demam, kedinginan, lesu, dan penurunan berat badan; atau (2) mekanis (fungsi pada beberapa bagian jantung bermasalah). Gejala ekstrakardiak dalam bentuk fisik sangat mirip dengan gejala penyakit bakteri endokarditis dan kelainan jaringan ikat. Salah satu contoh dari gejala ekstrakardiak dalam bentuk mekanis adalah, tumor yang membelah dan masuk ke aliran darah, sehingga menyebabkan penggumpalan atau penyumbatan.

  • Gejala intramiokardial disebabkan oleh aritmia (irama detak jantung yang tidak normal) saat miokardium (jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk mendorong darah keluar) tidak berfungsi. Gejalanya termasuk penyumbatan, detak jantung yang sangat cepat, pembesaran jantung, dan suara detak jantung yang tidak normal.

  • Gejala intrakavitari muncul ketika ada gangguan pada fungsi katup jantung, aliran darah, atau keduanya.


Ketika hal ini terjadi, gejala yang dapat terlihat adalah:

  • Sulit bernapas ketika berbaring telentang atau saat sedang tidur
  • Tidak sadarkan diri, pusing, dan pening
  • Jantung berdebar atau denyut jantung yang sangat cepat
  • Nyeri dada atau sesak pada dada


Gejala tumor ganas, primer maupun sekunder, dapat muncul dalam bentuk pembesaran jantung secara mendadak, perubahan bentuk jantung yang aneh (seperti yang terlihat pada rontgen dada), tamponade (penekanan jantung karena penumpukan cairan pada kantung perikardium) dan serangan jantung mendadak.

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia

Mendiagnosa tumor jantung sangat sulit karena gejalanya yang mirip dengan beberapa penyakit jantung. Selain itu, tumor jantung terkadang sama sekali tidak menunjukkan gejala apapun, dan kebanyakan ditemukan secara tidak sengaja saat pasien sedang diperiksa untuk penyakit yang lain. Oleh sebab itu, dokter perlu melakukan berbagai pemeriksaan diagnostik untuk mengenali penyakit dengan tepat.

Selain memeriksa gejala dan meninjau ulang riwayat kesehatan pasien, pemeriksaan diagnostik yang juga biasa dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan darah
  • Rontgen dada
  • Ekokardiogram
  • Elektrokardiogram, yang memeriksa aktivitas listrik pada jantung
  • Elektrokardiogram, yang mendiagnosa aritmia
  • Pencitraan seperti MRI, CT-scan, dan angiografi koroner

  • Melalui pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, dokter akan dapat menentukan ukuran, kemungkinan penyebaran, dan lokasi tumor. Hal ini akan membantu dokter dalam membuat diagnosis yang tepat, yang juga merupakan dasar untuk merumuskan rencana pengobatan yang tepat.

  • Pemotongan tumor melalui operasi - Hal ini adalah tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengangkat tumor jantung primer. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik sedikit-sayatan, yang memberikan hasil dengan pendarahan minimal, waktu pemulihan yang lebih cepat, dan sayatan yang lebih kecil. Dengan pengobatan ini, besar kemungkinan bahwa tumor tidak akan tumbuh kembali setelah operasi.

  • Untuk tumor jantung primer, pengobatannya lebih bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami pasien, karena operasi tidak dapat menjadi pilihan. Radiasi dan kemoterapi lebih dianjurkan. Namun, teknik ini belum tentu bisa membawa kesembuhan bagi pasien.

  • Untuk tumor jantung metastatik, pengobatannya termasuk kemoterapi sistematis atau peredaan. Seperti tumor jantung ganas, keberhasilan penyembuhan bisa dibilang nihil.

    Rujukan:

  • Salcedo EE, Cohen GI, White RD, Davison MB. Cardiac tumors: diagnosis and management. Curr Probl Cardiol. 1992 Feb. 17(2):73-137

  • Lund JT, Ehman RL, Julsrud PR, et al. Cardiac masses: assessment by MR imaging. AJR Am J Roentgenol. 1989 Mar. 152(3):469-73

Bagikan informasi ini: