Apa itu Tumor Muskoloskeletal

Tumor muskoloskeletal adalah gumpalan daging yang berkembang atau menyebar ke sistem muskuloskeletal, termasuk tulang, persendian, ligamen, otot, dan saraf. Adanya tumor pada sistem muskuloskeletal dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

Tumor jenis ini biasanya dibagi menjadi dua kategori: tumor otot dan tulang, yang dapat dianggap tumor jinak, yang berarti tumor ini tetap memberi rasa sakit, tetapi tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain, yang dapat menjadi kanker. Jika tumor ini bersifat ganas, dokter akan menentukan apakah tumor tersebut merupakan kanker primer yang merupakan pusat sel kanker berasal dalam satu sistem tubuh, atau merupakan kanker sekunder, yang berarti kanker tersebut muncul di bagian tubuh lain tetapi sudah menyebar ke sistem muskuloskeletal.

Menurut Lembaga Kanker Amerika Serikat, kanker tulang primer sebenarnya langka, hanya 1 % dari seluruh kasus kanker primer. Sebab, metastatis yang menjadi penyebab utama dari kanker muskuloskeletal. Tingkat kematian dari jenis kanker ini cukup tinggi. Dari hampir tiga ribu orang yang terjangkit kanker tulang, sekitar 1,500 di antaranya akan meninggal.

Penyebab Tumor Muskoloskeletal

Meskipun teknologi dan penemuan keilmuan pada masalah tumor berkembang sangat cepat, penyebab aktual dari tumor masih belum dipahami sepenuhnya. Namun, tumor tumbuh karena berkembangnya sel muskuloskeletal.

Tubuh terdiri dari jutaan sel yang menjalani berbagai perubahan di berbagai tingkat. Sel tubuh seharusnya akan menjadi dewasa dan akhirnya mati sebagai tempat untuk munculnya sel baru. Ini penting bagi tubuh untuk mempertahankan kebugarannya. Sel diprogram untuk mati dalam sebuah proses yang dikenal sebagai apoptosis. Namun, timbulnya masalah tumor adalah, karena suatu alasan tertentu, proses apoptosis ini tidak bekerja sebagaimana mestinya. Dalam prosesnya, sel yang ada terus berkembang biak dan tumbuh sedangkan sel yang baru juga tetap diproduksi. Sel-sel ini akhirnya bergabung membentuk tumor dan dapat berpindah melalui pembuluh darah (seperti halnya pada sel kanker), bercokol di bagian tubuh lain, dan tumbuh di sana.

Tumor muskuloskeletal dapat terjadi pada semua orang, terutama bagi mereka yang memiliki faktor resiko sebagai berikut:

Umur – Anak-anak rentan terkena jenis kanker ini, dan bisanya masalah ini dipicu oleh mutasi genetik yang dimulai selama masa pembuahan. Mutasi ini juga dapat menyebabkan sindrom yagn diwariskan, yang dapat meningkatkan resiko kemungkinan berkembangnya sel kanker. Contohnya, anak-anak dengan mutasi gen p53, yang merupakan peredam tumor, dapat didiagnosis memiliki sindorm Li-Fraumeni yang meningkatkan resiko osteosarkoma, serta jenis kanker lain seperti kanker payudara.

Di sisi lain, oran berusia lanjut, terutama yang berusia enam puluh tahun ke atas, memiliki resiko menjangkit penyakit Paget, dengan ciri-ciri adanya gangguan proses pembaruan sel. Sehingga, menyebabkan kelainan tulang dan berbagai masalah lainnya. Pasien yang didiagnosis menderita Penyakit Paget memiliki kemungkinan besar terserang osteosarkoma.

Perawatan – Pasien kanker yang sudah terpapar radiasi atau obat [kemoterapi] ](https://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/kemoterapi) juga memiliki kemungkinan terjangkit tumor,yang dapat bersifat ganas atau jinak.

Banyak orang berasumsi bahwa cedera tulang dapat menyebabkan munculnya tumor ganas, tetapi penelitan tidak mendukung teori ini. Sebaliknya, beberapa peneliti berpendapat bahwa berat badan dan tinggi badan saat lahir lebih berpengaruh – yang berarti bayi yang lahir lebih berat dari rata-rata populasi umum atau bayi yang lahir lebih tinggi dari rata-rata populasi umuim lebih rentan terkena kanker tulang.

Gejala Utama Tumor Muskuloskeletal

Sakit adalah gejala paling umum dari tumor muskuloskeletal. Dalam kasus tumor tulang, rasa sakit terjadi karena adanya pelemahan struktur tulang, yang dapat menyebabkan patah tulang kecil. Bagi pasien yang memiliki tumor di tulang belakang, sakit yang dirasakan dapat berasal dari kompresi dari saraf karena terhalang tumor yang berkembang dan menghabiskan ruang yang tadinya tersedia bagi sumsum tulang belakang.

Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah:

  • Pandangan yang buram
  • Jarak pergerakan yang berkurang
  • Pembengkakan di bagian tubuh yang diserang
  • Tingginya jumlah sel darah putih dalam darah
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba.
  • [Demam] (http://www.docdoc.com/info/condition/fever) dan berkeringat

Siapa yang Perlu Ditemui dan Jenis Perawatan yang Tersedia

Pasien yang mengalami tumor muskuloskeletal biasanya akan dirujuk oleh dokter umum kepada dokter ahli tulang (ahli ortopedi), yang memiliki spesialisasi dalam sistem muskuloskeletal. Selama perawatan berlangsung, dokter ahli tulang akan bekerja sama dengan layanan medis lain yang menyediakan layanan radiologi, pathologi, dan onkologi.

Cara terbaik untuk mendiagnosis tumor adalah dengan menggunakan MRI, CT Scan, dan PET Scan, karena alat-alat ini dapat memberikan deskripsi yang paling detail dan juga gambar santir tumor tersebut. Namun, di banyak kasus, pemindaian sinar-X sudah lebih dari cukup untuk mendeteksi keberadaan tumor.

Setelah tumor sudah diidentifikasi, dokter akan meminta untuk melakukan [biopsi] https://www.docdoc.com/info/procedure/biopsy), dengan cara mengambil sampel jaringan dari tumor yang akan dikirimkan ke laboratorium pathologi. Ahli pathologi kemudian akan menentukan apakah sampel dari jaringan tersebut ganas atau jinak. Jika sel tersebut bersifat ganas, pasien akan dirujuk kepada dokter ahli kanker.

Telepas dari sifat tumor yang ganas atu jinak, salah satu tahap perawatan awal adalah dengan melakukan pengangkatan tumor dengan pembedahan, guna mengembalikan pergerakan bagian tubuh secara normal kembali dan mengurangi tekanan pada organ dan saraf di sekitarnya. Penting untuk diingat bahwa semua tumor akan diangkat untuk mengurangi resiko munculnya kembali tumor tersebut.

Jika tumor berukuran besar atau sulit untuk segera diangkat, dokter akan memulai perawatan dengan cara mengurangi ukuran dari tumor tersebut sekecil mungkin. Caranya dapat dilakukan dengan kemoterapi dan radiasi. Dalam keomterapi, obat kemo akan dikonsumsi melalui infus untuk membunuh sel-sel pada tubuh. Percobaan klinis terkini sedang menguji coba terapi dengan sel yang sudah diincar, dan diharapkan hanya protein tertentu dan sel kanker ganas yang akan diserang, sedangkan sel sisanya yang sehat tidak dihancurkan, sehingga akan mengurangi efek sampingnya. Sementara itu, radioterapi menggunakan radiasi untuk menghancurkan semua sel kanker secara langsung. Setelah ukuran tumor sudah cukup kecil, tumor tersebut akan aman untuk diangkat melalui pembedahan.

Terkadang, tumor tersebut sudah tertanam sangat dalam pada tulang. Dalam kasus ini, dokter mungkin akan melakukan pembedahan penyelamatan tungkai (lengan atau kaki). Dokter akan memotong tulang tempat tumor tersebut berkembang. Tulang yang sudah dipotong kemudian akan disambungkan kembali menggunakan cangkok tulang. Jika tumor tersebut bersifat ganas dan dapat menjadi kanker, seluruh tungkai mungkin akan diamputasi untuk mencegah penyebaran kanker.

Rujukan:

  • AAOS: "Bone Tumor."
  • National Cancer Institute: "Bone Cancer: Questions and Answers." Bonetumor.org.
  • American Cancer Society: "What Is Bone Cancer?"
Bagikan informasi ini: