Apa itu Usus Buntu?

Usus buntu adalah suatu masalah yang ditandai dengan peradangan pada usus buntu, yaitu kantong kecil yang terhubung pada usus besar. Usus buntu mungkin memerlukan operasi darurat tergantung pada jenis radang usus buntunya.

Meskipun kecil, usus buntu telah menjadi bahan perdebatan di antara para ahli kesehatan ketika mereka mencoba mengetahui apa sebenarnya peran usus buntu. Sebuah penelitian pada tahun 2012 menyebutkan bahwa usus buntu dapat memberikan perlindungan bagi bakteri baik yang menjaga usus tetap sehat. Namun demikian, mengangkat organ ini sebagian atau keseluruhan tidaklah memengaruhi proses pencernaan.

Terdapat tiga jenis penyakit usus buntu yang berbeda:

  • Akut - Disebut akut jika usus buntu terjadi secara tiba-tiba. Sebagian besar kasus dianggap akut dan memerlukan operasi secepatnya. Jika tidak, usus buntu bisa pecah dan menyebabkan lubang, di mana racun dapat menyebar ke perut. Kondisi ini dapat mengancam jiwa.

  • Kronis - Terkadang usus buntu bisa menjadi kronis, yang berarti peradangan dapat muncul dan hilang beberapa kali dalam beberapa hari atau bahkan bertahun-tahun. Usus buntu kronis biasanya terjadi ketika penyumbatan hanya terjadi sebagian atau sesuatu seperti tekanan pada kantong menghilangkan sebagian penyumbatan. Meskipun jenis ini tidak memerlukan perhatian medis secepatnya, kondisi penderita dapat semakin memburuk, yang pada akhirnya operasi akan diperlukan.

  • Stump - Kondisi ini terjadi ketika sebagian usus buntu tersisa setelah dan kemudian meradang.

Penyebab Usus Buntu

Penyebab pasti dari penyakit usus buntu adalah penyumbatan berbagai benda termasuk feses termasuk benda-benda yang sangat kecil. Usus buntu juga dapat disebabkan oleh bakteri atau parasit. Pada kasus yang jarang terjadi, tumor juga dapat menyebabkan usus buntu.

Usus buntu memiliki celah yang termasuk bagian dari usus besar dan berada di tengah usus besar atau kecil. Usus buntu juga memiliki lapisan yang dapat mengeluarkan zat-zat tertentu. Namun, bagian ujung lainnya tertutup, yang berarti benda yang masuk ke usus buntu tidak dapat dikeluarkan kecuali terdapat tekanan dari dalam yang mendorong benda tersebut keluar dari kantong.

Ketika benda yang masuk tidak dikeluarkan atau usus buntu terus terhalangi, lapisan usus buntu menjadi lebih agresif dalam melakukan sekresi, yang dapat memulai pembengkakan. Ketika usus buntu membengkak dan pasokan darah ke organ tersebut berkurang, jaringan akan mengalami nekrosis atau mati.

Gejala Utama Usus Buntu

Beberapa tanda-tanda usus buntu adalah:

  • Mual dan muntah

  • Demam

  • Pembengkakan perut

  • Kesulitan mengeluarkan gas perut

  • Perut kembung

  • Kehilangan nafsu makan

  • Nyeri saat buang air kecil

  • Kram parah

  • Bau mulut

  • Sakit pada rektum, punggung bagian bawah, atau bagian perut manapun

Pada beberapa kasus, gejala usus buntu bisa sangat ringan. Kondisi ini juga sulit untuk diperiksa secepatnya karena memiliki mesenterium, yaitu membrane yang sangat tipis yang menghubungkan usus buntu ke organ terdekat. Jika pemeriksaan dilakukan, akan sulit untuk menentukan dengan jelas dari mana rasa sakit muncul.

Tetapi, salah satu ciri khusus dari usus buntu adalah rasa sakitnya. Usus buntu sering dideskripsikan sebagai rasa sakit ringan yang biasanya muncul baik di sekitar pusar maupun perut bagian atas. Rasa sakit mungkin memburu dan berlangsung selama beberapa jam, yaitu semacam perpindahan dari titik asal ke sisi kanan bawah perut, di mana usus buntu terletak.

Siapa yang Harus Dikunjungi dan Perawatan yang Tersedia

Sayangnya, tidak ada tes standar untuk memeriksa peradangan usus buntu. Selain itu, pengujian yang dapat dilakukan seringkali hanyalah pemeriksaan standar yang memungkinkan usus buntu terdiagnosa sebagai penyakit lain.

Salah satu pemeriksaan yang harus dilakukan terutama jika pasien menderita usus buntu akut adalah pemeriksaan fisik. Dokter keluarga (untuk anak) atau internis/dokter penyakit dalam (untuk orang dewasa) akan menekan daerah perut terutama pada bagian sekitar pusar jika pasien dicurigai menderita usus buntu. Jika terdapat peradangan, daerah tersebut akan menjadi lunak, yang bisa berkisar dari sedang sampai parah. Terkadang rasa sakit dapat memburu setelah daerah tersebut ditekan.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan bersama dengan pemeriksaan lainnya, seperti:

  • CBC – Tes CBC (pemeriksaan jumlah sel darah) menunjukan berapa banyak sel darah merah dan putih yang pasien miliki. Jika terdapat infeksi, yang biasanya merupakan akibat langsung dari peradangan, sel darah putih biasanya meningkat,. Tingginya jumlah mungkin juga disebabkan demam, meskipun angka dapat terus naik bahkan tanpa gejala fisik apapun.

  • Ultrasound – USG pada seluruh bagian perut merupakan salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan jika dokter ingin menghilangkan penyakit lainnya dari organ dekat usus buntu seperti ovarium dan tuba falopi.

  • Urinalisis – Karena usus buntu juga dekat dengan kandung kemih dan ureter, tanda-tanda infeksi juga dapat terdeteksi dalam urin. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi lainnya.

Jika telah terbukti usus buntu, operasi hampir selalu dianjurkan untuk mengangkatnya. Dokter bedah memiliki dua pilihan untuk mengangkatnya, yang tergantung pada keparahan kondisi, serta apakah kondisinya darurat atau tidak.

Seringnya, usus buntu bersifat darurat. Jika pasien memiliki usus buntu namun usus buntunya belum pecah, dapat dilakukan operasi lubang kunci, yang juga disebut sebagai laparoskopi. Dalam tindakan ini, pasien diberikan obat bius agar merasa nyaman. Sayatan kecil kemudian akan dibuat pada perut, setelah itu dimasukanlah sebuah alat laparoskop, yaitu sebuah alat yang memilki kamera kecil. Kabel tersebut kemudian akan mengirimkan gambar real-time perut dan usus buntu, yang menunjukan kondisi aslinya. Alat bedah yang teramat kecil kemudian digunakan untuk mengangkat usus buntu. Sayatan kemudian ditutup menggunakan jahitan yang dapat diserap tubuh.

Karena sayatannya termasuk kecil, masa pemulihan berlangsung dengan cepat.

Di sisi lain, sebaiknya operasi dilakukan jika usus buntu sudah pecah. Operasi usus buntu membutuhkan sayatan yang lebih besar pada bagian kanan bawah perut setelah bius total diberikan.

Pasien diberikan obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengatasi memar dan rasa sakit yang muncul dalam beberapa hari pertama setelah operasi.

Usus buntu mungkin tidak bersifat darurat ketika benjolan muncul sebagai akibat sistem kekebalan tubuh melawan infeksi. Pasien dapat diberikan obat sebelum operasi dilakukan beberapa minggu setelahnya.

Rujukan:

  • Ben-David K, Sarosi GA Jr. Appendicitis. In: Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds. Sleisenger & Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2010:chap 116.

  • Krajewski S, Brown J, Phang PT, Raval M, Brown CJ. Impact of computed tomography of the abdomen on clinical outcomes in patients with acute right lower quadrant pain: a meta-analysis. Can J Surg. 2011;54:43-53. PMID: 21251432 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21254132.

  • Kulik DM, Uleryk EM, Maguire JL. Does this child have appendicitis? A systematic review of clinical prediction rules for children with acute abdominal pain. J Clin Epidemiol. 2013 Jan;66(1):95-104. PMID: 23177898 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23177898.

Bagikan informasi ini: