Definisi dan Gambaran Singkat

Varises adalah pembuluh darah vena yang mengalami pembengkakan, terpuntir, atau pembesaran. Kondisi ini biasanya tampak sebagai area berwarna kebiruan atau keunguan di permukaan kulit. Varises paling sering didapati di tungkai atau betis dan anggota gerak bagian bawah, dan terutama disebabkan karena berdiri dan berjalan yang dapat memberikan tekanan tambahan pada vena di tubuh bagian bawah.

Varises umumnya bukan merupakan kondisi yang serius, namun pada beberapa kasus dapat menjadi penanda dari masalah kesehatan yang lebih serius seperti terhambatnya vena yang lebih dalam, pada kondisi yang dinamakan trombosis vena dalam. Kondisi ini umum terjadi, setidaknya dialami oleh 3 dari 10 orang dewasa. Varises cenderung lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki.

Penyebab Varises dan Faktor Risiko

Varises dikaitkan dengan melemahnya katup dan vena pada area yang sakit. Di bagian dalam vena terdapat katup satu arah berukuran kecil yang memungkinkan darah mengalir melewatinya, namun juga berperan untuk mencegah aliran darah berbalik arah. Terkadang, katup-katup ini melemah akibat peregangan yang berlebihan atau penurunan kelenturan, yang menyebabkan kebocoran aliran darah serta darah yang mengalir berbalik arah. Peristiwa ini dapat menyebabkan akumulasi darah pada vena yang membuatnya membengkak dan membesar.

Penyebab pasti terjadinya gangguan vena ini belum sepenuhnya diketahui. Beberapa orang cenderung berpeluang mengalami Varises tanpa penyebab yang jelas dan spesifik. Namun demikian, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami Varises. Beberapa faktor risiko ini antara lain :

  • Jenis kelamin: perempuan berpotensi lebih tinggi mengalami Varises dibandingkan dengan laki-laki, alasan di balik kejadian ini dikaitkan dengan hormon yang dimiliki perempuan.

  • Genetik: risiko mengalami Varises diduga diturunkan secara herediter.

  • Usia: penuaan dapat menyebabkan penurunan elastisitas vena

  • Berat badan: kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan yang lebih besar pada vena yang membuat katup pada vena akan bekerja lebih berat dan membuatnya rawan untuk mengalami kebocoran.

  • Pekerjaan: beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu yang bekerja dengan durasi berdiri yang lama lebih berpeluang untuk mengalami Varises.

  • Kehamilan: kehamilan membuat tubuh meningkatkan produksi darah untuk menunjang pertumbuhan janin, peristiwa ini meningkatkan aliran darah serta menyebabkan perubahan hormonal yang membuat wanita hamil lebih berisiko mengalami Varises (gejala akan mengalami peningkatan yang signifikan setelah melahirkan) Pada beberapa kasus, perkembangan Varises dapat dikaitkan dengan kondisi kesehatan lainnya, seperti terdapatnya tumor di pelvis, riwayat terdapatnya bekuan darah atau stroke, atau gangguan pada pembuluh darah.

Gejala Varises

Gejala Varises dapat bervariasi dari tingkat ringan hingga berat. Umumnya tampak area berwarna biru gelap atau ungu, dan pembengkakan vena di bawah kulit. Bersama dengan ini, beberapa gejala minor lain dapat pula ditemukan :

  • Nyeri, pegal, sensasi terbakar dan berat di kaki, yang bisa memburuk karena berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama.
  • Bengkak pada kaki dan/atau pergelangan kaki.
  • Rasa gatal pada vena yang mengalami gangguan.
  • Sensasi tidak nyaman pada tungkai bawah.
  • Kram otot yang menandakan sirkulasi darah yang kurang baik.

Gejala yang serius dapat mencakup pembengkakan pada kaki, nyeri ekstrim pada betis, peradangan dengan perubahan warna kulit, atau luka terbuka yang dapat berdarah apabila trauma tersebut tidak disembuhkan.

Kapan Harus Menemui Dokter untuk Kejadian Varises

Varises yang tidak menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman umumnya tidak memerlukan penanganan medis. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gejala yang ringan tidak memerlukan penanganan segera. Namun demikian, penting untuk menemui dokter apabila Anda mengalami:

  • Rasa tidak nyaman atau nyeri di vena.
  • Rasa sakit atau iritasi pada kulit dengan Varises.
  • Nyeri pada kaki yang dapat mengganggu tidur.

Terutama, jika Anda merasa Varises tersebut mengganggu penampilan kaki Anda. anda dapat menemui dokter untuk mendapat solusi penanganan yang tepat.

Diagnosis dan Penanganan

Selama konsultasi, dokter Anda akan mendiagnosa Varises berdasarkan tampilannya. Pemeriksaan fisik pada area yang mengalami gangguan akan dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda serta tingkat keparahannya. Anda juga akan diminta untuk menjelaskan rasa nyeri, ketidaknyamanan, atau menceritakan saat kondisi memburuk.

Dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis pembuluh darah bila Varises yang Anda alami menyebabkan rasa nyeri yang berlebihan, atau jika gejala yang Anda alami menunjukkan kondisi serius yang membutuhkan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut. Pada kasus-kasus seperti itu, akan dilakukan tes seperti pemeriksaan dengan duplex ultrasound. Gelombang suara berfrekuensi tinggi akan dipaparkan ke kaki Anda untuk menghasilkan gambaran visual vena di area tersebut. Hasil dari pemeriksaan ini dapat menentukan dan menunjukkan kerusakan pada katup yang mungkin menyebabkan Varises.

Penanganan khusus tidak selalu dibutuhkan pada kasus Varises, karena sebagian besar kasus hanya menimbulkan masalah kosmetik dibanding masalah medis. Namun demikian, kini terdapat berbagai pilihan penanganan untuk menangani Varises. Pilihan penanganan akan ditentukan oleh ukuran atau keparahan kondisi Varises Anda, gejala yang dialami, dan kondisi area terdampak. Penanganan yang diberikan mulai dari pengobatan mandiri yang dapat dilakukan di rumah hingga melalui operasi.

Untuk kasus Varises yang ringan, penanganan yang dilakukan cukup sederhana, seperti dengan meninggikan posisi kaki saat duduk atau berbaring untuk menurunkan tekanan pada vena. Menggunakan pakaian yang ketat dengan struktur selapis atau berlapis, termasuk menggunakan stocking pun dapat dianjurkan.

Untuk kasus Varises yang serius, dokter dapat menganjurkan penanganan yang lebih invasif, yang dapat berupa:

  • Skleroterapi: mencakup penyuntikan larutan kimia yang akan menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga membuat pembengkakan dan bekuan darah untuk merusak pembuluh darah tersebut secara permanen.

  • Ablasi: prosedur ini mencakup perusakan dari vena yang mengalami gangguan dengan menggunakan laser atau gelombang radio.

  • Operasi: operasi seperti phlebectomy atau pembukaan vena dapat dilakukan untuk menghilangkan Varises secara permanen.

Pencegahan Varises

Hanya ada sedikit bukti mengenai solusi efektif mencegah Varises. Namun, terdapat beberapa catatan bermanfaat untuk meredakan gejala Varises yang anda alami. Hal terpenting adalah Anda dianjurkan untuk menghindari berdiri atau duduk dalam jangka waktu lama. Hal ini sangat penting, lakukan istirahat secara teratur dan di malam hari Anda dapat sedikit meninggikan posisi kaki untuk meringankan tekanan pada kaki. Pola hidup aktif dengan olahraga yang cukup juga secara signifikan mengurangi perkembangan Varises.

Referensi:

  • Cole, Gary W. and Nabili, Siamak (2014). “Varicose Veins” Available: http://www.medicinenet.com/varicose_veins/article.htm
  • National Health Service. “Varicose Veins” Available: http://www.nhs.uk/Conditions/Varicose-veins/Pages/Whatarevaricoseveins.aspx
  • Bhimji, Shabir MD (2014). “Varicose Veins” Available: http://www.emedicinehealth.com/varicose_veins/article
Bagikan informasi ini: